Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 68. Kegalauan David dan Leo


__ADS_3

.


.


.


Telah berjam jam mereka semua berada disana, Leo terlihat duduk sambil memainkan jari jarinya, menggoyangkan kakinya, dan gerakan lainnya yang membuat Tomy,Bryan dan Vera merasa tak nyaman saat melihat Leo.


David hanya berdiri sambil melipat kedua tangannya, ia masih menatap Leo yang terlihat gelisah.


"Apakah secinta itu kau pada Jessika Leo?" tanya David dalam hati.


David merasa tidak sampai hati jika harus bersaing dengan adiknya itu, tapi jauh di relung hatinya rasa cinta itu perlahan tumbuh, rasa ingin memiliki wanita itu kian membuncah di hati David.


"Sebaiknya kalian pulang dulu, lalu beristirahatlah biar aku dan Vera yang menjaga Jessika" ucap Bryan.


Mereka semua masih menunggu Jessika yang masih di tangani oleh dokter.


"Benar tuan, lagipula baju anda juga kotor terkena darah. Sebaiknya ada pulang dan mengganti baju dulu" tambah Vera Yang kasihan melihat Leo.


Vera tahu laki laki itu masih mengejar cinta temannya, ia juga ingat Jessika pernah curhat kepadanya tentang Leo yang menembaknya sewaktu di kampung, namun di tolaknya.


"Mereka semua benar bos, jika nona Jessika sudah siuman nanti dia akan merasa bersalah jika masih melihat anda dengan pakaian kotor itu" ucap Tomy datar.


Leo yang mendengar semua orang memberinya saran untuk pulang, akhirnya menurutinya.


"Aku ikut, Tom sebaiknya kau susul Adrian" titah David.


"Baik tuan" jawab Tomy.


******


"Sekarang katakan kepadaku, mengapa kau melakukan itu" tanya Adrian yang sudah membawa Karin dan Citra di ruangan gelap.


Tiba tiba ponsel Adrian berbunyi,


"Ya hallo"


"........."


"Aku di markas biasa"


"..........."


"Baiklah aku tunggu, mereka sudah ada bersamaku"


Tut


Panggilan terputus, Adrian kembali menatap tajam dua wanita yang duduk di depan Adrian.

__ADS_1


"Tuan tolong maafkan saya, saya tidak melakukan apapun" rengek Karin yang sudah sangat takut, keringat dingin terlihat membasahi keningnya.


Tak lama terdengar suara langkah kaki menuju ruangan itu, " ceklekkk" suara pintu dibuka oleh seseorang yang tidak lain adalah Tomy.


"Aku tidak suka basa basi, cepat katakan mengapa nona Jessika bisa mengalami kejadian itu"Tomy berkata dengan wajah mengerikan.


"A a ku ti tidak sengaja tuan" ucap Citra yang sangat ketakutan saat Tomy bertanya


"Braaaaaaaaaaaak!!!!! Tomy menggebrak meja.


"Sudah aku katakan aku tidak suka basa basi" ucap Tomy sekali lagi membuat dua wanita jahat itu kian menciut nyalinya.


"Aku benci kepadanya, dia merebut pekerjaanku" ucap Citra sambil menangis.


Karin lantas menjelaskan secara gamblang awal mula kejadian itu, ia mengaku jika awalnya hanya ingin menggertak saja.


Namun karena Jessika tiba tiba melawan, dan itu diluar kendali Citra, akhirnya karena sudah tersulut emosi citra lalu menghujam perut Jessika dengan pisau yang dia bawa.


Adrian sudah berhasil merekam pengakuan mereka, langkah selanjutnya ia akan menyerahkan semua pada pihak yang berwajib.


****


Saat berada di dalam mobil Leo hanya diam, ia menatap nanar jendela mobil itu.


Leo yang menyadari jika adiknya begitu terpukul dengan keadaan Jessika yang seperti ini, membuka suaranya " apa kau akan terus diam seperti ini" tanya David.


David sendiri juga mengalami kegalauan yang sama, hanya Jessika lah yang bisa memutuskan semua ini.


David tidak menjawab adiknya itu, Leo adalah adik yang ia sayangi bagaimanapun juga. Sementara Jessika adalah orang yang saat ini tengah ia kejar cintanya.


Setelah memecah jalanan dengan suasana hening, mereka tiba di rumah mereka.


"Mandi dan istirahatlah, aku akan ke kantor sebentar" ucap David yang dibalas anggukan Leo.


David harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang sudah beranak pinak karena kemaren terhambat pesta Bella.


Dan hari inipun sudah setengah hari ia lewatkan dirumah sakit, tak lupa ia menghubungi Adrian untuk menyusulnya ke kantor.


Setibanya di perusahaan miliknya, ia melemparkan kunci pada pegawainya untuk mengurus mobil milik David.


Ia bergegas menuju ruangannya, David melonggarkan dasi yang masih ia kenakan sejak tadi pagi, membuka jasnya yang terasa gerah.


Kemudian ia langsung mengambil beberapa berkas yang sudah menumpuk, untuk ia kerjakan.


"Ceklek" suara pintu terbuka dan menampilkan Adrian dari balik pintu, ia sudah tahu jika David sudah sampai lebih dulu.


"Ini bos, makanlah dulu" ucap Adrian yang datang membawa makanan untuk David, ia yakin pasti David belum makan siang.


"Terimakasih Adrian, kau sangat perhatian padaku" ucap David tersenyum.

__ADS_1


"Heyy bukankah untuk ini aku kau gaji" ucap Adrian sambil tersenyum khas gaya jenakanya,


Mereka berdua makan dalam diam, setelah selesai akhirnya David memulai pembicaraan.


"Bagaimana investigasimu" tanya David lalu menenggak sebotol air mineral yang di bawa Adrian.


Adrian menceritakan secara rinci tentang kejadian di cafe Bryan tadi, ia bahkan memutarkan video CCTV yang sudah ia unduh saat masih berada di cafe milik Bryan, dan juga memutarkan rekaman pengakuan Citra dan Karin.


"Sepertinya lagi lagi nona Jessika selalu bisa membuat iri orang lain, dan itu kurasa cukup berbahaya untuknya bos" ucap Adrian.


"Lalu bagaimana dua wanita itu" tanya David.


"Tomy menyerahkan mereka pada polisi, dan Bryan sudah memecat mereka berdua, bagaimanapun juga ini adalah kriminal" ucap Adrian menjelaskan.


Memang apa yang di ucapkan Adrian adalah benar, sehebat apapun kuasa David mereka harus tetap menjalankan birokrasi yang ada di negara ini, dengan menyerahkan pelaku kriminal seperti Citra dan Karin kepada polisi. Mereka tidak boleh main hakim sendiri.


"Terimakasih banyak Adrian, kau dan Tomy selalu bisa di andalkan" jawab David.


"Leo ada dimana, kenapa dia tidak ikut kemari" tanya Adrian.


"hufffttt" David membuang nafasnya dengan kasar.


Adrian mengernyitkan dahinya heran. Kenapa bukannya menjawab, David malah bersikap begitu.


"Are you okay bos" tanya Adrian.


"Kau tahu Adrian, selama ini Leo menyimpan rasa sukanya pada Jessika. Dan kau juga tahu saat ini aku juga tengah jatuh cinta pada wanita itu, semenjak aku putus dari Sherly aku belum pernah menemui wanita sepolos Jessika, entah mengapa aku merasa nyaman saat berada di dekatnya" ucap David sendu.


"Apa, jadi maksudmu kau bersaing dengan adikmu sendiri? ucap Adrian yang sudah merubah cara bicaranya menjadi tidak formal.


Ya, saat ini sepertinya mereka berbicara sebagai seorang sahabat, bukan sebagai atasan dan asisten.


"Itulah yang membuatku bingung" jawab David.


"Apa jessika tahu" tanya Adrian.


"Tidak, aku juga belum menyatakan perasaanku kepadanya. Leo tadi berkata padaku jika ia sudah pernah menembaknya namun ditolak" jawab David.


"Hahahaha" Adrian tertawa keras ,membuat David mengernyitkan dahinya karena mendapat reaksi yang kontra dari apa yang ceritakan oleh David.


"Kenapa kau malah tertawa" tanya David.


"Seorang Leo Darmawan di tolak oleh seorang gadis desa dan kakaknya juga jatuh cinta kepadanya, wah wah sepertinya aku harus memberikan rekor pada nona Jessika" ucap Adrian tertawa.


"Apa kau sudah bosan hidup, aku bicara serius kau malah seperti itu" jawab David kesal.


"Ok ok baiklah, jangan marah dulu. Begini saja, kalian bersaing saja secara sehat, biar nona Jessika yang putuskan. Jodoh itu tidak akan salah bos, sebaiknya kau bicarakan ini pada Leo, jika kau menang maka suruh dia bersiap karena jessika akan menjadi kakak iparnya hahahaha"


Please like and comment 🙏

__ADS_1


__ADS_2