
.
.
.
Adrian memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, sesaat setelah Tomy menghubungi dirinya melalui sambungan telepon.
Mereka sepakat menuju markas rahasia sebelum melakukan misi penyelamatan, Bryan, Vera, Leo dan Tomy sudah berada disana terlebih dahulu.
Kali ini Leo dan David ikut turun tangan, tentu saja karena ini menyangkut keselamatan wanita yang mereka sukai.
Terdengar suara mobil yang masuk ke dalam markas rahasia itu. Markas itu adalah markas milik Leo, yang biasa ia gunakan untuk mengumpulkan anggota Tomy yang cukup atraktif.
"Aku akan menghubungi polisi" ucap Bryan.
"Tahan, Sherly adalah otak dibalik semua ini" ucap David melarang rekan Leo itu.
"Sherly???" Leo bertanya tak percaya.
"Apa masalahnya dia dengan Jessika?" tanya Bryan yang tidak mengerti.
"Sepertinya dia dendam kepadaku, dan dia mengira jika Jessika adalah kekasihku. Sepertinya dia sudah menyuruh orang untuk memata mataiku" ucap David kembali mengingat kedekatan dirinya dengan Jessika beberapa waktu lalu.
Leo semakin geram mendengar penjelasan dari David, ia tak menyangka jika wanita itu nekad berani berbuat seperti ini.
Sebulan ini ia ingin menjauh dari Jessika, dan mencoba menepis rasa demi Leo. Namun saat melihat Jessika mengalami bahaya, David sungguh tidak bisa tinggal diam.
"Aku menyesal membiarkannya hidup waktu itu tuan" ucap Tomy yang mengingat terakhir kali ia mengusirnya dari apartemen milik David.
"Apa yang dia mau David" ucap Adrian yang kali ini bertindak sebagai sahabat.
Ia menghembuskan napasnya kasar, ia memberitahu jika Sherly meminta dirinya menemui Sherly seorang diri ,dengan membawa serta uang dalam jumlah fantastis.
"Apa? tidak itu sangat berbahaya bang. Aku tidak setuju" tolak Leo yang menurutnya ini sangat beresiko.
"Tenang Leo, aku tahu rencana mereka. Yang jelas kita pastikan dulu Jessika selamat" ucap David meyakinkan adiknya.
"Aku ikut kalian, tolong ijinkan aku ikut aku mohon" ucap Vera pada pria yang ada disana.
Mereka menyusun rencana, terlihat raut muka penuh keseriusan dari Tomy, Vera yang sesekali menganggukkan kepalanya, Adrian yang terlihat sedang memetakan sebuah kertas, dan Bryan yang mengeluarkan berbagai jenis senjata.
Leo yakin jika Sherly sengaja mendekati pria pria kaya untuk meraup uang, demi melancarkan aksinya membalas dendam pada David.
Seperti yang pernah ia lihat beberapa waktu lalu.
Ia juga yakin jika kali ini Sherly tak main main, pasti ia sudah menyewa banyak orang untuk kelancaran rencana jahatnya.
David terlihat membagi beberapa orang itu, Leo bersama Tomy, sementara karena Vera memaksa ia di ikutkan dengan Adrian dan Bryan.
David akan pergi ke tempat yang sudah di share lokasinya oleh Sherly seorang diri, tentu saja ini adalah bagian dari rencana mereka.
__ADS_1
Sejumlah uang bernilai fantastis pun sudah ia siapkan rapi dalam dua koper kotak itu, uang cash asli pastinya.
"Ingat, kita semua harus selamat" ucap David sebelum berangkat.
Para anggota mafia bawahan Tomy pun, juga sudah di siapkan. Antisipasi perlawan dari lawan yang mempunyai banyak personel.
****
"Jangan coba macam macam David, atau aku akan membuat wanita itu tinggal nama"
Pesan dari Sherly lagi lagi membuat David menjadi hilang kesabaran.
"Be patient (Sabar) David" ia bergumam pada dirinya sendiri sesaat setelah membaca pesan dari wanita licik itu.
Sherly yang melihat David berjalan sendiri di sebuah gudang kosong tidak serta merta percaya, ia sudah memasang kamera pengawas untuk memantau pergerakan lawannya.
Detik itu juga ponsel milik David berbunyi, " Apa kau mau bermain main denganku David, suruh mundur orang orang mu, apa kau tuli jika aku menyuruhmu untuk kemari seorang diri"
Sherly berucap dengan penuh kemarahan,tatkala ia tahu jika David masih di temani beberapa orangnya.
Sherly kemudian mengirimkan video tentang anak buahnya yang menampar Jessika Samapi sudut bibir wanita itu mengeluarkan darah.
"Damn!!!" umpat David saat menyaksikan video itu dari layar ponsel miliknya.
"Suruh mereka semua mundur" ucap David menekan Earpiece atau penyuara telinga merupakan salah satu alat komunikasi rahasia yang menempel di telinga yang biasanya digunakan anggota pasukan.
"Tapi bang" jawab Leo.
Akhirnya mereka semua menuruti kemauan David, Tomy juga sudah memasang alat pelacak yang ia pasang di sepatu David.
Memudahkan mereka untuk mencari keberadaan dirinya, apabila dalam bahaya.
"Baiklah, bertahanlah Jes" ucap David.
"Aku sudah sendiri, ambil uangnya dan lepaskan wanita itu" pesan David pada Sherly.
Namun dengan gerakan cepat, salah satu anak buah Sherly memukul tengkuk David. Hingga membuat dia tidak sadarkan diri.
"Arrrrrggghhhh" pekik David dan perlahan pandangannya kabur, sesaat setelah menerima hantaman benda tumpul yang begitu keras.
"Bang David, apa kau masih mendengarku"
"Bang"
"****!" umpat Leo yang tahu jika sambungannya terputus.
Ia tahu jika kini kakaknya dalam bahaya.
"Tom, lacak dimana keberadaan bang David, mari kita tuntaskan permainan wanita licik itu" ucap Leo sembari melakukan persiapan.
*****
__ADS_1
"Byuuuuuuuurrrr" Suara guyuran air dingin itu membangunkan David dari pingsannya.
Ia mengibaskan kepalanya, mengurangi tumpahan air yang bersarang di kepalanya.
Membuat air itu memuncrat kesana dan kemari, "Brengsekkkk!!" umpatnya geram.
"Sopan Lah sedikit kepadaku laki laki sialan" ucap Sherly mencengkram dagu David, ia terduduk dengan kedua tangan dan kaki yang di ikat kuat.
Tak berdaya, mengenaskan, entah apalagi kata yang cocok untuk menggambarkan kondisi David
Ia terlihat begitu menyedihkan.
Pandangan David menyapu setiap ruangan disana, ia berada di ruangan yang berantakan, dan penuh debu. Ia mengira ini semacam gudang terbengkalai.
Seketika matanya membulat saat mendapati wanita yang ia cintai itu dalam kondisi kacau balau, rambut yang terurai tidak karuan, mata yang sembab karena ia yakin wanita itu pasti sudah mengeluarkan air mata sedari tadi.
Ditambah sudut bibir yang terluka, bibir itu bibir yang terasa manis saat dirinya melahapnya dengan paksaan.
"Jessika" ucapnya lirih memandang tubuh lemah wanita muda itu.
"Ambil uangmu, dan biarkan dia pergi" ucap David menatap tajam Sherly.
"Apa aku bodoh, uangmu sudah berada di tanganku. Tapi aku ingin bermain main dengan kalian terlebih dahulu, bukankah itu menyenangkan hahahahahah" ucap Sherly penuh kepuasan
"Kau benar benar iblis Sherly, aku menyesal pernah mengenalmu" ucap David dengan sumpah serapahnya.
"Lebih iblis mana aku dengan dirimu, kau membuatku menderita David, tak cukup itu kau bahkan membuat adiku berada dalam penjara" ucap Sherly dengan emosi membuncah.
Jadi ini ada hubungannya dengan wanita yang menyerang Jessika, begitu pikirnya.
David benar benar merasa bersalah pada Jessika, karena dirinya ia harus menanggung berkali kali kesusahan dan kenaasan.
"Dan wanita ini, jika aku tak bisa memilikimu. Mak dia yang tidak seberapa ini juga tidak boleh memilikimu" ucap Sherly murka sambil menjambak rambut Jessika, hingga membuat dia mendongak keatas dan meringis kesakitan.
"Jangan sentuh dia, ku bilang jangan sentuh diaaaa!!!" suara David menggema di ruangan.
"Hahaha bagaimana rasanya David, kau sangat mencintainya ya" tanya Sherly sambil menyiksa Jessika dengan lebih mengeraskan tarikan itu, membuat rambutnya ikut rontok.
David yang tidak tahan melihat adegan di depannya itu, sekuat tenaga melepaskan tali yang mengikat tangannya, setelah berhasil ia membuka tali yang mengikat kakinya.
Ia ingin menyerang Sherly, namun dengan sigap anak buah Sherly menahan David serta memberinya bogem mentah di perutnya.
"Booouugggg" suara bogem itu mengenai perut David.
"Bouuuugghh" kali ini mengenai wajah tampan itu, ia seorang diri dengan tangan yang di pegangi dua orang dan satu orang menghajar David.
"Tuan David!!!!" Jessika berteriak histeris saat melihat David di hajar oleh anak buah Sherly, Jessika menangis melihat pria itu tak berdaya.
Ada rasa takut kehilangan yang menyelinap masuk tanpa ijin di hatinya, ia ingin merengkuh tubuh itu.
"Jeee ssii kkaaa" ucapnya meringis menahan sakit yang luar biasa.
__ADS_1