Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 136. Suara yang familiar


__ADS_3

.


.


.


Hati mengenal kepedihannya sendiri.


"Jes, kamu mending istirahat dulu" Arin mencoba menemani sahabatnya, yang tengah di rundung duka nestapa itu.


"Kamu tidur dulu, kita temani"


"Ia Bu Bos, aku ambilin makan ya. Lek Soleh bilang, dari tadi Bu Bos belum makan" Eka tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.


Jessika hanya menggeleng lemah, masih duduk di ranjang kamar neneknya. Memeluk erat pakaian terakhir, yang di kenakan oleh neneknya.


Mendekap baju berlengan panjang itu, sambil sesekali mencium aroma tubuh yang masih tertinggal disana.


"Kamu jangan begini Jes, Mbok Yah pasti akan sedih kalau kamu terpuruk seperti ini" terang Arin, yang makin tak tega melihat sahabatnya itu.


Kedua sahabatnya itu belum tahu, mengenai masalah yang sama beratnya degan yang ia hadapi saat ini.


Tapi sungguh, Jessika bahkan merasa hidupnya saat ini tiada berguna.


Untuk apa ia hidup?, toh neneknya yang mencintai dirinya setulus hati telah berpulang, juga suaminya telah kedapatan berselingkuh dengan pembantunya sendiri, begitu yang ada di dalam hati dan pikiran Jessika.


Detik itu juga, tubuh Jessika ambruk. Ia kembali tak sadarkan diri.


"Astagfirullah!, Jes Jes bangun!!" Eka kini menepuk pipi sahabatnya itu dengan ritme cepat.


Membuat Eka dan Arin panik seketika.


Arin secepat kilat, melesat menuju ruang tengah. Berniat memberitahu semua orang disana.


Ia terkejut, tak mendapati David disana.


"Kemana suamimu Jes, CK" ia bahkan mendecak, begitu mendapati suami dari sahabatnya itu, tak berada di sana.


Ia kemudian menuju ruang depan, dimana terlihat Lek Soleh tengah berbincang serius bersama Pak Edy.


"Jessika pingsan" dengan nafas terengah-engah, Arin memberitahu para lelaki disana


"Apa??" keterkejutan, lagi lagi hadir di raut wajah semua laki laki tua itu.


.


.


.


David memacu kendaraannya, menuju rumahnya. Berusaha mencari titik terang, dari awal hulu ke hilir.


"Jack dan Victor akan langsung kemari" ucap Leo, saat mereka baru tiba dirumah itu.


Namun ponsel Leo, kembali menggelepar saat mereka akan masuk kedalam.


"Halo"


"Bisa kau kirimkan aku nomer dokter temanmu, Jessika kembali pingsan!" ucap Pak Edy dari seberang


"Apa?" mata Leo membulat, membuat David tak sabar ingin mengetahui info apa yang sedang di terima adiknya itu.


Sejurus kemudian, Leo mematikan sambungan teleponnya. Kemudian mengirim nomer Dokter Kevin kepada papanya.


"Ada apa?" David benar benar tak sabar.


"Kakak ipar tak sadarkan diri!" Leo berbicara dengan wajah cemas.


"Oh Sh it!?!" David memejamkan matanya.


"Arrrrggghhh!!!" ia meninju tembok hingga bergetar, membuat buku buku tangan kekar David menjadi merah.


Leo sempat terkejut, melihat reaksi kakaknya.

__ADS_1


"Lihat Leo, bahkan disaat istriku terpuruk aku tidak ada disampingnya!!"


"Suami macam apa aku Leo!!!"


"Arrgghhhh!!!" lagi dia meninju tembok itu.


Leo tak kuasa melihat kakaknya, yang di penuhi emosi.


"Dengar bang, sabar dulu. Kita harus menemukan pembantumu itu!!


Leo sudah tahu masalah yang tengah di alami oleh kakaknya, jelas masalah yang berat.


Di tambah, hilangnya Tomy membuat semua yang disana harus menyusun strategi.


"Tidak akan aku biarkan mereka selamat setelah ini!!!"


"Arrgghhhh, Breng sek!!!!!" David menendang pintu rumahnya, hingga pintu itu terbuka.


Leo menjadi takut, benar benar Harimau itu telah bangun dari tidurnya.


.


.


Tomy masih terikat, dengan bekas darah yang sudah mengering di sudut bibirnya


"Sebentar lagi bos kami akan kemari, dan kau!!!" tunjuk pria berwajah bopeng itu kepada Tomy.


"Akan segera mendapat bagianmu!!!"


"Hahahhaha" tawa mereka berempat menggelegar di ruangan lembab itu.


Tomy benar benar tak mengerti, siapa sebenarnya mereka.


Borgol di tangan Tomy sebenarnya sudah terlepas, namun ia masih menunggu saat yang tepat untuk melarikan diri.


Tap tap tap


Suara sepatu terdengar berjalan ke arah mereka.


"Cih" Tomy berdecih, saat melihat wanita itu datang bersama rombongan penjahat.


Di susul dengan lima orang pria, di belakang mereka. Mengenakan pakaian serba hitam.


"Bos" sapa pria berwajah bopeng.


"Hemm" jawab ketua penjahat itu.


Sejurus kemudian, pria itu terlihat mendatangi Tomy yang di borgol, dengan posisi tangan berada di belakang dan kaki terikat, tengah duduk di kursi.


Tomy menatap jijik Mayang, tentu saja ia tahu bila wanita itu adalah pembantu bosnya.


Tak mengira, bila dia adalah anggota komplotan penjahat.


Menatap Tomy dengan pandangan mengejek.


"Halo Tuan Tomy, bagaimana kabar anda" ketua penjahat itu mencengkeram rahang Tomy.


"Siapa dia, aku sangat mengenal suara ini" batin Tomy, yang merasa familiar dengan suara orang yang memakai penutup wajah.


"Katakan apa maumu!!" Tomy melempar tatapan tajam, ke arah ketua penjahat itu.


"Hey, turunkan nada bicaramu bo doh!!" ucap Mayang, menunjuk Tomy.


Pria dengan penutup wajah itu, mengangkat tangannya. Seolah mewakili ucapan, "Tahan, biarkan saja!".


Tomy benar benar mengamati, mencerna, dan mengingat suara itu baik baik. Jelas, ini adalah suara yang tak asing untuknya.


"Kita bisa bermain main sedikit dulu, sebelum aku akan menyiksa kalian!!"


Ucap pria itu, kemudian berdiri berjalan memutari Tomy. Seraya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.


"Mayang!!" panggil pria itu.

__ADS_1


"Ya bos"


"Bawakan aku air!!"


Terlihat Mayang menggunakan jarinya, untuk memberi kode salah satu kacungnya untuk mengambil air dalam timba.


Brukk


Satu timba besar, berisi air yang penuh.


Tomy mengernyitkan dahinya, "apa maksudnya?" ucapnya dalam hati.


"Kau harus merasakan, apa yang kesayanganku rasakan!!!" pria itu berbicara dengan nada mengerikan.


Sungguh, apa dia sudah tidak waras!!.


Secepat kilat laki-laki itu, mencelupkan kepala Tomy dan membiarkannya beberapa detik.


"Haaeeeeerrrrrp" Tomy terlihat menggoyangkan tubuhnya, ketika kepalanya telah berada di dalam air,sebagai bentuk penolakan.


"Bhaahhhhh" suara Tomy, yang terlihat engap. Karena baru saja di tenggelamkan kedalam air.


"Hahahaha" lagi lagi, mereka tertawa melihat Tomy yang menderita.


Tomy menatap tajam ke arah mereka semua, ini tak bisa di diamkan.


Cukup sudah.


Saat pria itu hendak menarik kembali kepada Tomy, Tomy dengan cepat menarik borgol yang rupanya sudah lepas.


Menarik tangan pria itu, kemudian membanting tubuh pria itu dengan keras


"Bosss!!" teriak semua anak buah pria itu, yang melihat dirinya tengah dibanting Tomy.


Jangan ditanya dengan apa Tomy bisa melepaskan jeratan borgol itu. Kita tidak boleh lupa, bahwa ia adalah pimpinan dari pasukan yang dimiliki keluarga Darmawan.


Hal seperti ini, adalah makanannya bukan.


Tomy memukul kepala ketua penjahat itu, kemudian ia mengambil pisau tajam yang berada di meja yang persis berada di sampingnya.


Membelah tali, yang mengikat kedua kakinya.


Beberapa orang disana sempat terpaku, mengapa tawanannya bisa meloloskan diri seperti ini.


"Bruaaak" Tomy menendang timba, dengan isi air yang penuh tersebut ke depan. Membuat isinya tumpah, dan membuat sembilan orang disana mundur.


Tomy melompat, menuju arah luar, berusaha untuk kabur.


"Hey, kejar mereka!!" ucap Mayang, yang melihat Tomy melompat keluar, bagai tupai.


Kemudian Mayang menuju ke arah Bosnya.


"Jangan pedulikan aku, cepat tangkap dia!!" ucap ketua penjahat itu, seraya menahan sakit di sekujur tubuhnya.


.


.


.


.


.


Hay Readers terkasih, terimakasih sudah menjadi pembaca setia NCJ.


Tanpa Readers sekalian, karyaku ini bukanlah apa apa.


Buat yang nebak ini adalah ulah Alex, kalian salah besar 😁😁😁


Tunggu kelanjutannya ya, karena akan ada pelangi sehabis hujan.


Big hug from mommy

__ADS_1


Mommy Eng


🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘


__ADS_2