Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 77. Menyelamatkanmu part 3


__ADS_3

.


.


.


Sherly dengan terburu buru membawa tubuh lemah Jessika, ia di barikade oleh 5 orang yang bersenjata lengkap.


David bersama Leo tak mau kalah, mereka berlari untuk mengejar langkah Sherly.


Namun Sherly dengan cepat masuk ke dalam mobil dengan memaksa Jessika ikut serta didalamnya.


"Masuk, cepat!" bentak Sherly seraya mendorong tubuh lemah itu dengan paksa.


Mobil itu bergerak cepat, bahkan tertinggal stempel bekas ban mobil yang bermanuver kasar di depan gudang kosong itu.


Leo dan David terlambat beberapa detik, dengan gusar David segera masuk kedalam mobil sport yang dibawa oleh Leo tadi.


Leo dengan sigap langsung duduk di kursi penumpang samping David. secepat kilat ia dan Leo menyusul mobil yang membawa Jessika itu.


David sudah tidak mempedulikan rasa sakit yang bersarang di sekujur tubuhnya, Leo terlihat sibuk menghubungi Tomy melalui sambungan yang sudah terpasang di telinga mereka itu.


"Aku dan bang David keluar area, mereka membawa Jessika pergi" ucap Leo.


"Di terima, akan ku bereskan sampah ini terlebih dahulu" ucap Tomy yang terdengar masih baku hantam dengan para penjahat itu.


"Sialan mereka mengejar kita" ucap Sherly.


Mereka melajukan mobil mereka cepat," Nona anda sudah mendapatkan uangnya, kenapa anda tidak melepaskan saya" ucap Jessika yang entah dari mana ia mendapat keberanian untuk mengungkapkan.


"Diam kau, kau pikir aku akan membiarkanmu bahagia bersama David. Jika aku tidak bisa bersamanya, kau pun juga tidak akan pernah bersamanya" ucap Sherly dengan meradang.


Jessika benar benar tidak mengerti, bahkan dia bukanlah siapa siapanya David. Tapi mengapa ia terus terusan menjadi sasaran kejahatan orang.


Dalam hati ia berdzikir, seraya meminta pertolongan Allah agar di beri keselamatan. Sungguh tidak ada pertolongan kecuali Allah SWT.


****


Leo terlihat mengarahkan senjatanya, bersiap menembak. Kali ini targetnya adalah membuat laju mobil itu terhenti.


"Duar duar" peluru itu mengenai salah satu ban di sisi kiri, membuat keseimbangan mobil itu goyah.


"Sial, mereka menembaki kita nyonya" ucap salah seorang anak buah Sherly.


Mereka juga melawan, mereka dengan sepihak menembaki mobil yang di kemudikan oleh David.

__ADS_1


David terlihat membanting setirnya ke kiri, ke kanan, kemudian ke kiri kembali. Menghindari tembakan dari depan sebisa mungkin.


Leo yang geram itu, langsung membalas.


Tembakan kedua juga mengenai sasaran, "Duaar duaaar" suara tembakan kedua yang mengenai ban kiri bagian depan.


"Ciiiiiiiiittttt" mobil itu berdecit, mereka terpaksa menghentikan kendaraannya, karena akan membahayakan untuk mereka sendiri.


"Kuurang ajar, kalian lindungi aku cepat" ucap Sherly yang sudah kehilangan ketenangannya.


Ia lantas turun sambil membawa Jessika tetap dengan posisi tangannya yang melingkar di leher jenjang Jessika.


Kali ini, ia menggunakan sebuah pistol yang ia todongkan di kepala Jessika, " Letakkan senjata kalian, ku bilang letakkan!! "


Sherly berteriak pada Leo yang masih memegang senjata itu, membuat dirinya terpaksa meletakkan sepucuk senjata itu ke tanah.


"Urus mereka" ucap Sherly pada para anak buahnya.


Namun saat mereka akan memegang tangan David dan Leo, terdengar deru mobil. Ya, Adrian Vera , Tomy dan Bryan Ki tengah menyusul mereka.


Tentu saja mereka tahu, karena alat pelacak yang masih menempel sempurna di sepatu yang di kenakan David.


Dengan gerakan cepat, David memberi bogem mentah kepada dua orang yang sedang tidak fokus di depannya , karena melihat mobil Tomy yang baru saja tiba.


Leo pun juga tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia membanting tubuh sial itu hingga membuatnya tak sadarkan diri.


Dua orang lagi berusaha menyerang mereka, sudah barang tentu mereka akan kalah, karena kini David, Leo, Adrian, Tomy, Vera serta Bryan sudah mengepung mereka.


Tersisa Sherly dan bos dari para preman itu yang masuk ke dalam hutan, ia masih menyeret Jessika sebagai harapan terakhir mereka.


langkahnya terhenti saat senter yang ia pakai untuk menerangi jalannya, menyorot tempat yang menjulang ke bawah.


"Sial, ini jurang bos. Kemana kita" ucap ketua preman itu.


"Menyerahkan Sher, bala bantuanmu sudah tamat" ucap Leo sinis saat mereka sudah menemukan keberadaan Sherly, yang sudah kehilangan jalannya.


David memajukan tubuhnya, berusaha bernegosiasi dengan wanita yang pernah hadir dalam kehidupannya itu.


"Lepaskan wanita itu, ia tidak tahu apa apa. Dia bukanlah seperti yang kau tahu selama ini, aku tahu kau memata mataiku selama beberapa bulan ini" ucap David dengan wajah datar.


"Apa kau pikir aku percaya, dengar David kau sudah mencampakkan diriku seperti sampah. Jika di dunia ini aku tidak bisa memilikimu, maka wanita kampung ini juga tidak boleh memilikimu!!!!" Sherly berucap berteriak di akhir kalimatnya, membuat dia sudah kehilangan kesadarannya.


Ia seperti wanita yang kehilangan kewarasannya, tampilannya kini sudah kacau balau.


Ia berucap sambil mulai menarik pelatuk pistol di tangannya.

__ADS_1


"Jangan!!!!" Ucap Bryan yang terkejut


"Tidak!!!" Vera yang nampak histeris melihat bahaya yang mengancam teman baiknya.


Tomy mulai mengambil senjata yang ada pingginganya, begitu juga Adrian.


"Tenang sher, tenang" bujuk David kembali sambil mengangkat dan membuka tangannya kedepan, bernegosiasi sambil mencari siasat yang tepat untuk menyelamatkan Jessika di saat saat genting ini.


David kembali maju kedepan, mencoba mendekati Sherly dan Jessika.


Jessika mengucurkan keringan dingin, ia memejamkan matanya, seraya pasrah. Ia makin gencar melantunkan doa doa dalam hatinya, meminta keselamatan.


Dan entah mendapat keberanian dari mana, Jessika menggigit lengan Sherly kuat kuat. Membuat wanita itu meringis kesakitan, seketika Jessika lepas dari jeratan wanita itu.


Jessika segera berlari ke arah David , Sherly yang kalab segera mengarahkan senjata itu tepat ke punggung Jessika.


David dengan gerakan cepat memutar tubuh Jessika akhirnya posisi mereka bertukar, David memeluk tubuh Jessika posesif namun tembakan itu mengenainya, peluru itu kini bersarang di punggung kekar CEO Darmawan Group itu.


David meringis kesakitan, Jessika terperanjat kala mengetahui David telah menyelamatkan dirinya.


Leo membulatkan matanya, segera berlari dan bersimpuh ke tubuh kakaknya yang perlahan terkulai.


Jessika menjadi kaku tubuhnya, menangkap tubuh kekar yang kini ambruk di pangkuannya.


Bos preman itu melayangkan tembakan ke arah mereka berdiri, dan dengan segera berusaha kabur. ia sudah tidak peduli dengan Sherly saat itu.


Persetan dengan wanita itu, ia berlari menyelamatkan dirinya. Tomy dan Adrian tidak tinggal diam, ia segera berlari mengejar bos preman itu.


Sherly yang sudah mati kutu, juga berlari. Leo mengejarnya seorang diri, ingin dia melampiaskan segala amarah yang membuncah di dadanya.


Dirinya begitu bergemuruh saat ini,ia ingin menuntaskan segala kekacauan ini.


Namun sebelum peluru itu melesat mengenai targetnya, naas Sherly yang berlari dengan minim penerangan itu tersandung sebuah akar kayu dan membuat tubuhnya jatuh ke jurang, yang kedalamannya tidak dia ketahui.


"Aaaaaaaaaa" suara Sherly yang lambat laut mengecil bersama merosotnya tubuh seksi yang sudah tiada berguna lagi itu, ke dalam jurang.


Leo menatap prihatin wanita itu, " Jika kau tidak memulai, tentu saja hidupmu tidak akan berakhir seperti ini" ucap Leo menatap nanar jurang itu.


Sementara Tomy dan Adrian, masih kejar kejaran dengan pria yang tersisa itu. Namun peluru milik Tomy berhasil bersarang di betis kiri pria itu.


Membuatnya tidak bisa melanjutkan misi kaburnya kali ini, tak mau kalah Adrian juga melepaskan tembakan yang mengenai kaki kanannya.


Menyerah, kalah telak, tamat itulah kata yang pas menggambarkan nasib pria itu.


Bersamaan dengan terkulainya pria itu, terdengar sirine polisi yang menuju tempat itu.

__ADS_1


*****


__ADS_2