Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 54 . Interview singkat


__ADS_3

.


.


.


Jessika pagi itu sudah bersiap untuk mengikuti Vera ke cafe milik bos-nya, Vera juga sudah ready untuk berangkat.


Jessika terlihat begitu cantik, ia memoles wajahnya dengan make up tipis sebisanya dan memakai baju casual yang sopan serta mengikat rambutnya, dan tak lupa ia mengenakan Sling bag kesayangannya.


"Wih kamu kalau make up an begini kok beda Jes, cantik banget" ucap Vera takjub.


"Alah Cantikan juga kami Ver, aku aja gak terlalu bisa make up" ucap Jessika.


"Gampang nanti aku ajarin, meski aku tomboy kalau soale poles memoles kita bisa belajar di YouTube nanti hahahah" ucap Vera sambil tersenyum.


Mereka berangkat bersama, tak lupa beberapa dokumen yang di perlukan sebagai syarat untuk melamar pekerjaan juga sudah di siapkan oleh Jessika, karena saat Jessika masih di kampung ia sudah di beritahu oleh Vera tentang berkas apa saja yang harus dia bawa.


Hari itu agak macet, karena di jalan ada insiden kecelakaan sehingga memakan waktu lebih dari satu jam,mereka tiba di cafe tempat Vera bekerja sedikit terlambat.


"Waduh mudahan bos belum datang Jes, itu juga kenapa macet segala sih" ucap Vera yang masih melepas helm dengan tergesa-gesa.


"Udah yuk Jes kita masuk" ajak Vera.


Mereka lalu masuk ke Cafe Besar dan terlihat seperti khusus orang orang kaya yang sering berkunjung kemari, Jessika takjub melihat bangunan yang ia masuki saat ini.


"Heh, bos udah datang apa belum?" tanya Vera kepada rekan cleaning servis yang lewat.


"Belum, kan mobilnya belum ada emang kamu ga lihat" jawabnya cuek karena Vera membuat pekerja cleaning servis itu terjeda.


"Ye biasa aja dong lu, udah sana pergi" ucap Vera yang agak kesal.


Ia memang tidak sempat memperhatikan mobil di parkiran tadi, Vera sudah sangat takut jika mereka terlambat, apalagi ini adalah kali pertama Jessika menghadap, ia tidak mau membuat kesan buruk yang bisa membuat Jessika ditolak untuk bekerja di cafe itu.


****


"Duh ada apa sih, macet kayaknya ini" Bryan berbicara sendiri dalam mobilnya, karena melihat kemacetan.


Rupanya kemacetan itu masih mengular hingga beberapa jam, apalagi jalanan itu adalah jalan poros dan tidak ada alternatif lain selain menunggu kemacetan terurai, apalagi Bryan menggunakan mobil, ia harus lebih bersabar lagi.

__ADS_1


Setelah kurang lebih satu jam setengah, ia baru lolos dari kemacetan tersebut. Ia kemudian memarkirkan di bangun, tempat dirinya menjadi owner atau pemilik cafe berkelas itu.


Vera yang terlihat sibuk membersihkan area kerjanya kaget saat melihat Bryan yang baru datang, ia lantas menemui bosnya itu.


"Pagi bos" ucapnya sopan.


"Pagi, maaf aku telat tadi macet. Jadi hari ini kamu bawa temanmu untuk interview?" tanya Bryan.


Ya benar, Bryan adalah Bos di tempat Vera bekerja dan ia sendiri yang akan menginterview calon karyawan baru yang sudah Vera infokan sebelumnya.


Vera menghembuskan nafas lega, untung saja bosnya itu turut terkena macet jadi dia masih bisa menyelamatkan Jessika.


"Jadi bos, dia sudah ada disini kok lagi ke toilet dan ini berkasnya" jawab Vera memberitahu dan menyerahkan berkas milik Jessika dengan sopan.


"15 menit lagi suruh temui aku diatas" ucap Bryan sambil membawa berkas yang diberikan Vera untuknya.


Setelah beberapa menit Jessika Kembali, ia baru saja memperbaiki penampilannya di toilet.


"Ver kok aku deg degan ya" ucap Jessika yang grogi berat, karena ini kali pertamanya ia akan menjalani interview.


"Udah gak usah grogi, kalau jawab yakin aja bos ku orangnya gak segarang packaging nya" ucap Vera terkikik.


"Ver doain aku ya, aduh makin deg degan aku" ucap Jessika yang tangannya sudah terasa dingin saat menggenggam tangan vera.


"Tarif napas terus bismillah Jess, yakin kamu bisa" ucap Vera menyemangati.


Akhirnya Jessika masuk setelah mengetuk pintu ruangan Bryan," permisi Assalamualaikum" ucap Jessika sambil membuka pintu ruangan calon bosnya.


"Masuklah" ucap Bryan datar.


Jessika terperanjat saat melihat sosok yang dudu di depannya, pria bertato yang terlihat dingin dan sangar menurut Jessika. Nyali Jessika seketika menciut dan membuatnya takut serta hopeless, apakah pria seperti itu mau menerimanya.


Bryan juga terkejut dengan wanita yang baru saja masuk ke ruangannya itu, wanita yang cantik menurutnya, kenapa wanita secantik dia mau melamar kerja sebagai pelayan di cafe miliknya.


"Tolong perkenalkan diri kamu" ucap Bryan.


"Selamat pagi perkenalkan nama saya Jessika Maheswari dan bla bla bla...." ucapnya panjang lebar memperkenalkan dirinya.


Bryan mendengarkan sambil melihat CV yang di turut di sertakan dalam amplop coklat itu, wanita itu masih muda dan berusia 21 tahun, ia juga hanya mengenyam pendidikan sampai SMA saja

__ADS_1


Tapi mata Bryan tertuju saat melihat deskripsi hoby yang digemari Jessika, disana tertulis jika Jessika gemar bermain gitar dan menyanyi. Sangat relevan dengan pertunjukan yang biasa di tampilkan di cafe itu tiap malam Minggu.


"Apa yang membuatku untuk bisa menerimamu" ucap Bryan sambil menatap Jessika.


"Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini tuan, jika saya diberi kesempatan untuk bekerja disini, saya akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan mengikuti segala peraturan yang ada dan saya juga bersedia di tempatkan di bagian manapun." ucap Jessika sedikit tertunduk di Kalimat akhirnya, dia berharap semoga Bryan bisa memberinya kesempatan untuk bekerja di cafe miliknya.


"Oke kamu saya terima, tapi tolong ubah penampilan kamu. Bekerja disini selain rajin juga harus bisa jaga penampilan" ucap Bryan memberitahu.


"Jadi apa saya di terima pak, maksud saya tuan" ucap Jessika gugup namun berbinar.


"Kenapa kamu panggil saya pak, emang saya udah setua itu apa. Panggil saya bos seperti yang lainnya" Bryan berkata sambil berkaca karena ia dipanggil Pak oleh Jessika.


"Ma maaf pak, eh Bos" ucapnya lagi dengan gagu.


"Kamu mulai kerja besok, dan nanti saya akan beritahu apa tugas kamu lewat Vera. Kamu boleh keluar" ucap Bryan.


"Terimakasih banyak Bos" Jessika berucap sambil hatinya berbahagia.


Saat keluar ruangan Bryan,


"Jes gimana" tanya Vera yang menunggu di lantai bawah, tepatnya di meja kasir yang itu adalah Job desc untuk Vera.


"Aku di terima Ver, alhamdulilah" ucap Jessika berbahagia.


"Duh selamat ya, aku ikut senang" Vera menjawab turut berbahagia.


"Katanya besok aku mulai kerjanya, nanti bos bakal kasih infonya lewat kamu, bos bilang gitu tadi" ucap Jessika memberitahu.


"Ya udah gpp, kamu pulang aja dulu ya soalnya aku hari ini sampai malam, nanti kamu kalau laper beli aja di samping gang itu ada warung nasi" ucap Vera memberitahu.


Vera tidak mungkin membiarkan Jessika ikut dia bekerja, kasihan nanti dia.


Akhirnya dia meminta supir angkot untuk menurunkan di gang yang berada di jalan menuju kostnya.


"Lu ga apa apa kan ya sendirian di kost, ini kuncinya" ucap Vera.


Kebetulan kost Vera tidak jauh dari jalan raya, jadi saat turun dari angkot nanti Jessika tinggal berjalan kaki beberapa meter saja.


Please like and comment 🙏

__ADS_1


__ADS_2