Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 167. Melahirkan????


__ADS_3

.


.


.


Waktu Cepat bergulir, tak terasa usia kandungan Jessika telah menginjak trimester ketiga akhir, atau sudah 9 bulan. David juga makin posesif kepada istrinya, ia selalu meluangkan jam makan siangnya untuk pulang. Mereka juga sudah merubah data kependudukan menjadi warga Kabupaten B, sementara Leo dan Bella menempati rumah besar di kota S. Jalan hidup yang jelas berbeda.


Namun pak Edy senang, di hari tuanya ia bisa hidup bahagia di desa. Dengan kedua anaknya yang kini memiliki hidup yang sama bahagianya. Ia bisa menghirup udara di usia senja dengan lega, apalagi sebentar lagi ia akan menimang cucu keduanya dari putra sulungnya.


Usaha pertanian itu makin pesat. Mereka bahkan membangun pabrik untuk cabai yang akan di kirim ke berbagai wilayah. Membuat Jessika akhirnya bisa mewujudkan mimpinya, untuk membuka lapangan pekerjaan.


Mereka memproduksi sambal dengan varian yang kekinian, itu semua juga berkat ide Jessika. Ia tak menyangka, keputusannya untuk tetap tinggal di desa malah membuat kampung halamannya menjadi maju.


"Hari ini Eka jadi kesini?" tanya David saat Jessika menyiapkan sarapan untuk suaminya.


"Jadi, barusan dia nelpon mas. Tapi sendiri, Tomy masih di luar kota katanya!"


Ya, semenjak menikah Tomy tak lagi menjadi assisten David. Jack, kini di tarik ke desa menemani David. Sementara Leo ada Victor yang menggantikan Adrian. Ya, sebulan pasca Eka menikah Adrian dan Vera turut membuat ikrar sehidup semati.


Tapi sebenarnya David sengaja memperpanjang Tomy di kota J, ia ingin mengerjai mantan asistennya itu.


Selain mengelola usaha barunya di bidang makanan cepat saji dan minuman kekinian, Tomy kini juga di percaya pak Edy untuk mendirikan perusahaan ground handling, di bandara Kabupaten B. Kemajuan peningkatan jumlah penumpang yang makin pesat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi.


Moda transportasi udara makin diminati banyak kalangan. Hal itu menjadikan Pak Edy, bisa melihat peluang. Lalu berusaha merambah usahanya, di bidang jasa pelayanan angkutan, untuk mengurus penanganan penumpang di land side atau sisi darat.


Ya, Tomy sudah seperti anak Pak Edy. Mereka keluarga berada, dan dengan kecerdasan dari setiap anak- anak mereka membuat nama Darmawan Group, berada di urutan atas daftar orang kaya di negara itu.


Saat-saat ini Tomy disibukkan untuk mengurus ini itu terkait legalisasi PT yang mereka dirikan. Membuat Eka dan Tomy sering LDR.


"Jeesss!!!" ucap Eka, padahal baru saja mereka membicarakannya.


David mulai mengehela nafasnya, ia tahu pasti istri dari mantan asistennya itu akan berbuat onar pagi ini.


"Wah...kalian sedang sarapan ya, tega sekali tidak menungguku!" Eka menggerutu.


Jessika terkekeh, ia selalu senang bila sahabatnya itu datang. Suasana menjadi lebih hidup dan ramai.


"Tinggal makan saja, selalu rewel!" tukas David.


Eka melirik David sebal, selalu saja tak pernah menjawab ramah.


"Si Tomy sudah menunjukkan keperkasaannya belum?, belum bunting juga kamu ka?" seloroh David.

__ADS_1


"Gimana mau bunting, lawan mainku aja udah minggat belum balik-balik. Kayaknya sengaja deh kalian bikin aku begini!" Eka mendengus, ia teringat saat dimana mereka baru saja melaksanakan ijab Kabul, dan Tomy malam harinya disuruh berangkat ke kota J buat mengurus ke kementerian, dan ini itu.


David terkikik geli, Tomy memang selalu siap untuk Darmawan Group dari dulu. Loyalitas dan dedikasinya patut di acungi jempol. " Hari ini aku akan menyuruhnya pulang" ucap David.


"Gak usah disuruh memang hari ini tugasnya memang sudah selesai!" jawab Eka kesal.


"Hahahaha!" David tertawa sekeras- kerasnya.


Jessika hanya menggelengkan kepalanya, ia bahagia melihat suami dan sahabatnya selalu bersilat lidah.


"Arin gimana kabarnya?" tanya Eka kepada Jessika, sambil mengambil lauk di depannya. Ya mereka kini menjadi keluarga besar.


"Dia lagi teler Jes, duh aku jadi pingin cepet hamil deh. Biar bisa manja ke Tomy!" ucap Eka dengan wajah berbinar. Sementara Tomy terlihat mencibir Eka.


"Rame banget, ada apa ini!" pak Edy datang dari arah belakang, dan turut bergabung di obrolan mereka.


"Eh Pak Edy, selamat pagi!" ucap Eka mendatangi pria tua itu, kemudian meraih tangannya untuk salim. Untung ada pak Edy, kalau enggak. Gua sikat juga lu! Eka membatin dalam hati. Memandang David tajam.


"Ini pa, ada yang protes kenapa baru jadi manten baru suaminya kok ngilang terus!" tukas Jessika.


"Loh, papa kan udah minta Jack buat gantiin sementara, kenapa Tomy masih extend disana !" ucap pak Edy santai, seraya membalikkan piringnya, bersiap untuk sarapan.


Eka langsung memandang wajah David, kini ia tahu siapa biang kerok yang membuat Tomy lebih lama dari jadwal seharusnya. Pasti David sedang balas dendam, karena ia sudah tahu bila Eka dan Tomy sudah pernah bolos kerja, hanya karena kelelahan ber enak- enak ria.


"Dasar edan!!" gumam Eka di hadapan pak Edy, menatap tajam David.


"Hah?" Pak Edy yang mendengar ucapan Eka terlonjak.


"Hah?" Eka malah turut ber- hah.


Jessika menatap Eka dan pak Edy secara bergantian, dengan tatapan yang tak bisa di jelaskan.


***


Sore hari Eka masih disana, rencananya sebentar lagi akan pulang sekalian menjemput suaminya ke Airport. " Biar gak bolak balik Jes!" ucap Eka , sesaat setelah ia mandi.


Ia berada di kamar Jessika, mematut tubuhnya berkali- kali di cermin kamar Jessika.


"Malam ini aku pastikan suamiku akan mendapatkan layanan terbaik" Eka berucap dengan berbinar, Jessika terkekeh. Tak bisa membayangkan bagaimana jadinya bila mereka tengah enak enak bersama. Yang satu bar-bar yang satu super irit bicara.


"Aku gak bisa bayangin gimana kalian kalau berdua!" ucap Jessika.


Eka langsung berganti aura wajah, " Yeee.. kau tidak tahu saja, Tomy tak membiarkanku untuk memakai baju pastinya. Disuruh pakai baju tidur yang nerawang kayak kelambu nyamuk, aku heran deh Jes. Beli baju tipis begitu mahal amat, setelah dipakai palingan nempel semenit abis itu dia buang. Itu baju gunanya apa sih, selain untuk cepat di lepaskan?" Eka menggerutu perihal Tomy yang selalu meminta dirinya untuk memakai lingerie.

__ADS_1


Jessika terbahak-bahak" hahahaha, gila kamu ka!"


Namun usai Jessika tertawa," aduh la, perutku kok kayak gini ya?"


"Makanya jangan ketawa mulu, diem dulu coba!" Eka mengelus perut Jessika yang sudah sebesar ember.


Jessika merasa perutnya nyeri seperti saat akan datang bulan, namun juga seperti ingin buang air." sekarang udah enggak Ka" ucapnya lagi.


"Tu kan, pasti gegera kamu cengengesan mulu!"


Eka kini mengecek barang- barang ,yang biasa menjadi penghuni tas nya.


"Aduh Ka, kok muncul lagi sakitnya ya!" keluh Jessika.


Eka yang amatir, tentu saja tak memiliki jawab selain tunggu dulu, mungkin kamu lelah.


Sakit itu hilang timbul, membuat Jessika tak nyaman. Dan saat hendak berdiri, Jessika merasa bagian bawahnya basah.


"Loh ka, ini apa?" Jessika meraba bagian bawahnya, kemudian mencium cairan itu di tangan kirinya.


"Ada apa?" Eka turut memasang raut cemas.


"Kok basah Ka!"


"Bik bik Darmi!" panggil Jessika.


"Saya nona!" bik Darmi sudah di peringatkan oleh David agar tak pergi jauh, bila Istrinya sewaktu-waktu meminta bantuan.


"Saya kok ngompol ya bik, tapi kok gak pesing?"


"Astaga nona, itu pasti air ketuban!" ucap bik Darmi panik.


"Hah, air ketuban??" Eka terperanjat.


"Bu bos mau brooojoooooolll!!!!"


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2