Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 72. Kunjungan Leo


__ADS_3

.


.


.


Malam yang dingin berganti dengan pagi yang hangat dan penuh semangat. Mobilitas para pedagang serta kendaraan para karyawan yang hendak menuju tempat kerja mereka masing masing, terlihat sebagai pemandangan rutin setiap pagi.


Pagi itu sebelum Leo akan berangkat ke kantornya, ia berniat ingin menemui Jessika terlebih dahulu. Semalam ia ketiduran hingga pagi, saat akan sarapan pagi ia tidak mendapati sosok David dalam meja makan.


"Bik, apa semalam bang David tidak pulang" tanya Leo pada bik Asih ,yang terlihat tengah berjalan hendak kembali ke dapur.


"Benar den Leo, den David tidak pulang semalam den" ucap bik asih memberitahu.


Leo diam sambil mengunyah makanannya, kenapa David tidak pulang kerumahnya? terakhir dia menginap di apartemennya saat masih berhubungan dengan Sherly.


Pikirannya menerka nerka, apa gerangan yang membuat kakaknya itu tidak pulang.


Terdengar suara mobil yang masuk ke rumah mewah itu, Tomy sudah sampai rupanya. Leo sengaja meminta Tomy untuk menjemput dirinya pagi ini.


"Selamat pagi bos" ucap Tomy seraya membungkukkan badannya.


"Pagi Tom, kau sudah sarapan?" tanya Leo pada Tomy.


"Sudah bos" jawabnya singkat.


"Kalau begitu kita langsung berangkat saja"


Tomy sudah tahu jika mereka akan mengunjungi Jessika terlebih dahulu, tak lupa ia juga sudah membelikan buah buahan atas perintah Leo.


"Tuan apa anda tahu jika nona jessika sudah di pindahkan ke ruangan VVIP?" tanya Tomy pada Leo yang duduk di kursi penumpang bagian belakang.


"Belum, kau tau dari siapa?"


"Adrian memberitahu saya semalam" jawab Tomy sambil melihat wajah Leo dari spion depan.


Leo terlihat datar, ia berfikir pasti kakaknya lah yang memindahkan Jessika.


Ia kini tahu, mungkin saja David semalam ada disana sehingga ia tidak pulang ke rumah, begitu pikirnya.


Tidak ada jawaban lagi setelahnya, Tomy kembali fokus pada kemudinya. Ia sudah mengira pasti tuannya itu tengah berpikir keras saat ini.


Mobil sedan mewah itu terparkir rapi di parkiran khusus, yang berada di area rumah rumah sakit itu.

__ADS_1


Leo langsung menuju ruang VVIP tempat dimana Jessika dirawat, dalam perjalanan ia bertemu dengan Bella.


"Leo, kau ada disini" ucap Bella mendekat pada Leo, yang tengah berjalan di koridor rumah sakit itu.


"Iya Bel, kau dinas pagi" tanyanya.


"Aku tidak pulang, semalam aku ada jadwal operasi" jawab Bella tersenyum.


"Kau mau kemana" tanya bela kembali.


"Owh aku mau menemui Jessika, ku dengar di sudah di pindahkan dari ruangan sebelumnya" ucap Leo.


"Ya benar, semalam kakakmu yang memintaku untuk memindahkannya, bahkan dia sudah menjamin semua biayanya. Sepertinya Jessika adalah wanita yang penting untuk kak David" ucap Bella panjang.


Leo yang mendengar ucapan Bella, sudah seperti terkena hantaman batu. David selalu lebih cepat bertindak.


"Iya itu bagus, dia dulu karyawan kami di desa jadi wajar kalau bang David membantunya" ucap leo mencoba menepis.


"Leo, biarkan saja jika kakakmu mendekati wanita itu. Dia wanita yang baik kelihatannya, lagipula itu bagus bukan agar dia bisa segera menikah" ucap bella yang tidak tahu jika Leo juga menaruh rasa yang sama.


"Aku pergi dulu ya bel" ucap Leo yang seperti tidak mau mendengar Bella membicarakan kakaknya.


"Baiklah, sampai nanti" ucap Bella yang langsung mencium pipi Leo.


Bella kemudian berlalu dari hadapan Leo seperti tidak terjadi apa-apa ,dan dan meninggalkan Tomy yang berdiri mematung disana.


"Sepertinya nona Bella sangat mengharap anda menjadi kekasihnya tuan" ucap Tomy datar.


"Apa kau sudah gila, tidak mungkin aku bersamanya. Kami hanya teman, dan akan terus seperti itu" ucap Leo yang mulai melangkahkan kakinya.


"Dijawab salah, tidak di jawab tambah salah. Sepertinya lebih baik aku menjadi butiran debu saja." Tomy menggerutu dalam hatinya.


"Ceklek" Leo membuka pintu pelan, terlihat Vera baru saja membersihkan tubuh Jessika dan sudah selesai mengganti bajunya.


"Uppsss maaf aku lupa tidak mengetuk pintu tadi" ucap Leo yang tahu jika Jessika baru saja selesai memakai bajunya.


"Tidak apa apa tuan, kami sudah selesai kok" jawab Vera yang sungkan.


"Bos kenapa bisa bodoh begini tiba tiba" batin Tomy berkata, seharusnya Leo mengetuk pintunya dulu, jika Jessika masih belum selesai bagaimana? bisa bisa ia lagi yang repot.


Leo menatap Jessika yang masih terlihat pucat, ia meletakan bingkisan yang ia bawa ,di nakas samping ranjang.


"Bagaiman keadaanmu,maaf semalam aku tidak bisa kesini" ucap Leo yang mendekat ke arah Jessika.

__ADS_1


"Tidak apa apa mas, saya berterimakasih karena mas Leo sudah membawa saya kemari" ucap Jessika dengan mata berkaca-kaca, karena ia sudah mendengar jika Leo lah yang membopongnya dengan panik, saat dirinya mengalami penusukan.


"Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika aku tidak datang saat itu Jes, dan untuk wanita yang menyerang mu ia sudah berada di tempat yang seharusnya" ucap Leo menerangkan.


"Mbak citra dimana mas" tanya Jessika yang ingin mengetahui keberadaan wanita yang menyerangnya itu.


Leo menceritakan segala rinci tentang pengakuan Citra dan Karin saat Adrian dan Tomy menginterogasi mereka. Ia juga menjelaskan jika Bryan sudah memecatnya.


"Aku tidak tahu mas, mengapa mereka benci kepadaku. Aku bahkan tidak pernah berbuat salah pada mereka" ucap Jessika sedih.


"Mereka iri padamu, pada wanita secantik dan sebaik dirimu" ucap Leo menatap Jessika lekat, seolah di dunia ini hanya dirinya dan Jessika.


"Ehem ehem" Vera berdehem membuat Leo kembali ke mode sadar.


"Maaf tuan, saya permisi keluar dulu. Bolehkah saya titip Jessika sebentar saja" ucap Vera pada Leo.


"Tentu saja, pergilah aku akan menjaganya" jawab Leo tersenyum.


Di ruangan itu masih ada Tomy sebagai orang ketiga disana, Leo menatap tajam Tomy seperti memberitahu bahwa dia harus memberi waktu bagi Leo dan Jessika untuk berdua.


Tomy yang paham tatapan penuh arti itu, segera bersandiwara kepada Jessika.


"Bos saya permisi sebentar, ada telepon" ucapnya memulai drama.


"Pergilah" ucap Leo singkat.


"CK dasar, kenapa kau tidak menjadi pemain sinetron saja bos" gerutu Tomy.


Tomy akhirnya keluar ruangan itu, ia memilih pergi ke kantin untuk ngopi disana.


" Apa masih sakit" tanya Leo pada Jessika.


"Iya mas, tapi Vera menjagaku dengan baik. Bos Bryan mengijinkannya untuk libur beberapa hari" ucap Jessika.


"Baguslah, kau tahu Jes, saat melihatmu kemaren aku benar benar tidak bisa berpikir jernih. Aku takut kehilanganmu" ucap Leo menggenggam tangan kanan Jessika .


Jessika merasa tidak enak dengan perlakuan Leo, ia tau jika Leo sangat peduli padanya. Ia tidak ingin Leo terus berharap kepada-nya.


Jessika tidak bisa membohongi perasaannya, jika ia hanya menganggap Leo sebagai orang baik yang senagaja Tuhan kirimkan untuknya.


Apalagi dia juga ingat dengan Bella, wanita yang sepertinya sangat menyukai Leo. Menurutnya Leo sangat pantas bersanding dengan Bella, wanita yang baik dan sederajat dengannya.


Tiba tiba pintu terbuka, "Cekleeeek"

__ADS_1


"Nona Bella..........."


Tinggalkan jejak dengan beri like and comment 🙏


__ADS_2