Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 12. Tabir yang sedikit terbuka


__ADS_3

.


.


.


Dering telepon membuyarkan lamunan Leo, pria itu memang tengah menunggu sebuah panggilan sedari tadi.


"Hallo, selamat malam bos". ucap seorang pria di telepon itu.


"Ya , gimana apa sudah ada kabar?" tanya Leo.


"Barusan saya kirim visual foto dan videonya ke email bos, ini bahkan lebih dari yang kita duga bos."


" bagus kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu"


"baik bos, selamat malam*"


Tut......


Leo mematikan sambungan telepon dan memasukan benda pipih itu ke sakunya.


Leo merasa jenuh, kemudian dia mecari David dan juga papanya.

__ADS_1


" Bik lihat bang David sama papa nggak?"


tanya Leo kepada bik Darmi.


"Tadi saya lihat tuan ada di depan den, kalau den David bibik belum lihat dari pulang kerja tadi". bik Darmi menjawab sopan.


Kemudian Leo segera mencari keberadaan sang papa di depan, ia mengedarkan pandangannya dan menemukan papanya tengah berbincang dengan pak Sis.


" Pak Sis, sudah dari tadi?" tanya Leo pada bawahannya itu.


"Baru aja den, soalnya mau minta tanda tangan bapak den. itu buat pembelian lahan yang di timur toko". jawab pak sis ramah.


selain menjadi kepala mandor, pak sis juga merangkap sebagai tangan kanan pak Edy disitu. Tak heran semua urusan pak Sis selalu telribat.


"Papa juga berfikir begitu Leo, kita jadi bisa bantu warga sini buat buka lapangan pekerjaan." ucap pak Edy menimpali.


" Pa, dari tadi Leo gak lihat bang David semenjak balik dari persawahan tadi, kemana tu orang?" tanya Leo pada papanya.


"Oh den David, saya tadi lihat beliau lagi telponan di depan den". jawab pak sis memberi informasi.


" Makasih pak, saya mau susul dia coba."


"Gak usah nyusul, ada apaan sih baru di tinggal bentar udah kangen ya". sahut David dari arah depan yang mengagetkan Leo.

__ADS_1


"Sialan Lo bang, lagian Lo telpon pakek sembunyi-sembunyi kayak mafia aja". jawab Leo tak mau kalah.


" Itu si Adrian, dia tanya kapan gue balik. katanya ada masalah di kantor." jawab David


"Masalah apa bang, ada ada aja padahal masih betah disini aku Lo". jawab Leo.


"Gak tau, tapi besok gue mesti balik ke kota S". jawab david pada adiknya itu.


Leo sejenak berfikir, masalah apa yang terjadi sampai David sendiri yang harus turun tangan. biasanya si Adrian lah yang bisa membereskan masalah saat David keluar kota.


"Malam ini ada pasar malam Den, barangkali ingin jalan-jalan. Disana ada banyak street food Den. besok kan Den David sudah pulang, dan kesini lagi belum tahu kapan kan". ucap pak Sis sambil memberi sedkit masukan pada majikannya itu.


"Dimana pak tempatnya, boleh juga tuh kebetulan ini malam Minggu ya?" jawab Leo antusias.


" Dekat kok den di lapangan depan sana, tokonya mbak Nanik terus sedikit. tadi waktu saya perjalanan kesini udah banyak warga yang pada jalan kesana. kalau mau kesana mending jalan kaki saja, biar sehat den hehehe". jawab pak sis sambil tertawa kecil.


"Papa kira kamu masih seminggu lagi disini, tapi ya sudah gimana lagi,pekerjaanmu disana juga penting". ucap pak Edy sedikit mellow.


Akhirnya David iku dengan Leo menuju pasar malam. David sebetulnya malas, apalagi bukan level dia berkunjung di tempat seperti itu. akan sangat membosankan pastinya berada di tempat ndeso seperti itu.


*************


Please like and comment 🙏

__ADS_1


__ADS_2