
.
.
.
Leo berjalan lesu saat kembali ke meja tamu, Adrian yang juga baru saja kembali itu menatap adik bosnya itu heran" lu dari mana? balik balik muka lu udah kayak bekicot kena garam aja, kusut banget".
Saat Leo berinisiatif hendak mencari Jessika tadi ia memang tidak memberitahu siapapun, dia berasalan ingin ke toilet.
"Enggak cuman kekenyangan aja aku, hehe" ucapnya berbohong, ia tak ingin ada yang tahu tentang apa yang dia rasakan setelah melihat Jessika yang bersama David.
Leo sudah salah paham, padahal yang terjadi sebenarnya bukan seperti yang ia lihat.
"Eh iya bener banget makanannya enak enak banget, aku tadi udah cicipin semua. Pasti ngundang chef terkenal ya" ucap Adrian.
Arin yang mendengar Adrian berbicara seperti itu kemudian mengangkat suara "bukan tuan yang masak semua itu neneknya Jessika".
Arin dan Eka memanggil kedua asisten itu dengan sebutan tuan karena menghormati, mengingat mereka belum pernah bertemu sebelumnya, dan ia tahun bahwa Adrian Tan Tomy adalah orang penting di jajaran usaha bisnis pak Edy.
"Wow yang mana orangnya, kalau dia buka usaha tempat makan pasti ramai pengunjungnya" ucap Adrian membalas Arin.
Putri yang sedari tadi memperhatikan raut wajah Leo yang berubah masam mencoba mencari jawaban, "tadi dia pamit ke toilet tapi pas balik seperti orang kesal dan kecewa" batin putri sambil mengamati dengan lekat wajah Leo yang masih sibuk dengan pikirannya itu.
Acara itu terus berlangsung hingga larut malam, masih ada banyak hiburan yang tersaji. Terlihat pak Edy juga masih mengobrol dengan para pemangku kepentingan yang usianya sama dengan beliau.
***
Jessika akhirnya memutuskan untuk menemui neneknya saja, sejak awal acara ia belum bertemu.
"Loh nduk, kok kamu disini?
"Iya Mak wek sudah makan belum, atau aku ambilin"
"Sudah lah, ngapain ngambil diluar disini juga masih ada stok makanan"
"emm Wek, apa nanti kita langsung pulang?
"Nanti bantuin beresin perlengkapan masak dulu bentar ya, biar besok kita gak balik lagi kesini" jawab mbok yah menerangkan.
Jessika sengaja pergi menemui neneknya dulu, agar sahabat dan para orang yang disana tidak menaruh curiga. Ia sengaja mengulur waktu agar David bisa kembali ke meja terlebih dahulu.
Ia yakin saat ini David juga langsung kembali ke meja tamu disana tadi, Jessika tidak mau Sampai ada yang salah faham karena melihat mereka berjalan berdua dari arah yang tidak seharusnya.
Apalagi kalau harus berurusan dengan Eka, bisa di cecar pertanyaan sampai subuh dia.
Namun Jessika salah mengira, David rupanya kembali ke kamarnya terlebih dahulu untuk mengambil sesuatu.
Dan saat Jessika hendak kembali ke meja tamu dari ruangan berbeda David juga hendak keluar, akhirnya saat di depan pekarangan mereka bertemu dan berjalan beriringan seolah mereka sedari tadi sudah bersama.
Eka yang sudah melihat mereka berdua langsung heboh, " Astaga Jessika jangan jangan dari tadi hilang dia ngilang sama tuan David ya" ucapnya yang membuat semua orang di meja itu menoleh ke arah Jessika dan David.
__ADS_1
Putri menatap tidak suka, bagaimana bisa saingannya itu selalu beruntung bisa bersama anak anak dari pak Edy.
"Kenapa muncul barengan sih, duh bikin repot aku aja" gerutu Jessika.
David tidak bergeming, ia justru senang bisa melihat wajah Jessika yang tengah kesal itu. Menurut David itu adalah hal yang mengemaskan.
****
Saat hendak melangkah Jessika yang tengah lewat di samping putri itu tiba-tiba jatuh tersungkur ke tanah, hal itu terjadi karena kaki putri sengaja ia palang kan untuk membuat Jessika terjatuh.
"Mampus Lo" batin putri sambil langsung menarik kakinya di sela kursi, dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.
Jessika yang terjatuh itu langsung tersulut emosinya, ia tau bahwa putri lah yang sengaja menjegal kakinya.
Seketika ia langsung bangun dan langsung menempeleng wajah Putri meluapkan kekesalan dan emosinya.
Ia sudah tidak bisa lagi mentolerir perbuatan putri itu, Jessika bukanlah tipe orang yang lemah, dia akan berani jika itu memang sebuah kebenaran.
"Plllllluuuuuaaaakkk" Suara keras tangan Jessika yang mendarat di pipi mulus putri dan sukses membuat sudut bibir itu berdarah.
"Auwww" ucap putri yang menahan kesakitan.
Semua orang disana terperanjat melihat adegan itu terutama David dan Leo. Ia tak mengira bahwa Jessika bisa berbuat seberani dan sekasar itu.
"Maksud kamu apa put! kamu sengaja buat aku celaka?" ucap Jessika yang masih dikuasai emosi
Eka dan Arin langsung berlari kearah Jessika dan berdiri di sampingnya mencoba menjadi penengah kalau kalau putri kembali membalas, sementara Leo masih berdiri di belakang putri.
"Kamu jangan asal bicara ya, aku tahu kamu itu gak suka sama aku, tapi kamu jangan asal nuduh Jes" ucap putri sambil menahan sakit di pipinya.
Semua orang disana hanya diam karena masih terkejut dengan kejadian yang mendadak sambil mendengar kedua orang itu saling adu mulut.
Para tamu undangan pun akhirnya melihat kejadian perkelahian antara Jessika dan putri termasuk pak Edy dan pak Sis ,yang terjadi di meja yang di isi oleh para anak dari pemilik rumah besar itu.
"Aku salah apa sih put sama kamu ha ? dari sekolah kamu selalu gak suka sama aku, kamu itu keterlaluan" ucap Jessika sambil hendak menyerang kembali putri dan ingin menjambak rambutnya karena ia sudah begitu dikuasai emosi.
Putri langsung mundur dan bersembunyi di belakang badan Leo. Leo langsung menahan tangan Jessika yang hendak menyentuh kepala Putri.
"Lepasin mas, dia pikir aku akan diam terus, dia pikir aku takut ha!!! " ucap Jessika dengan emosi menggebu-gebu.
"Stop Jes, stop!" David mencoba melerai Jessika yang kalab itu dengan nada tinggi karena Jessika tidak mau berhenti menyerang meski kedua sahabatnya sudah memegangi tangannya.
"Kalian apa apa apaan sih! Lihat! semua orang sedang menonton kalian, kalau mau di lanjut lanjutkan ! sekarang biar kami yang menonton" ucap David yang emosi karena perkelahian dua wanita itu.
"Kamu kenapa langsung main tangan sih Jes? jangan jangan kamu tersandung kursi , kenapa langsung emosi ini lagi banyak orang Lo" ucap Leo menambahi sedikit meninggikan suaranya karena dia memang dia tidak tahu jika putri memang yang membuat Jessika terjatuh.
Jessika yang mendengar David dan Leo membentaknya itu hanya bisa menangis, dengan posisi yang masih berdiri ia mengibaskan tangan kedua sahabatnya yang masih memeganginya itu.
"Dia sengaja mau buat keluarga mas Leo malu, gadis kampungan sukanya main anarkis!" ucap Putri mengolok Jessika tanpa kasihan.
"Cukup put, kami lebih percaya pada sahabat kami, kami tahu kamu yang pasti sengaja melakukan ini kan" ucap Arin yang geram dengan ucapan putri.
__ADS_1
"Kamu ada bukti gak? kalau gak ada mending tutup mulutmu, sama aja kamu ikut fitnah aku" jawab putri kembali.
Dan dari arah lain mbok yah berlari tergopoh-gopoh .
Flashback On
"Mbok itu cucumu lagi berkelahi sama anaknya pak Sis" ucap mbak Dewi ngos- ngosan karena habis berlari, yang juga salah seorang pekerja itu.
"Apa berkelahi, bagaimana bisa? lawong dia barusan dari sini" ucap mbok yah panik sambil menoleh ke arah mbak Dewi.
"Duh udah cepet ayo kesana mbok" jawab mbak Dewi seraya menggandeng tangan mbok yah dan membawanya menuju tempat Jessika berada"
Flash back Off
"Ada apa ini Nduk" tanya mbok yah sambil meraih tangan cucunya.
"Lain kali ajari cucu mbok yah sopan santun, main nampar pipi orang. Dia yang jatuh karena dia yang bodoh, kenapa jadi aku yang di salahkan! ucap putri dengan nada kurang ajarnya itu pada orang tua.
"Hey ! jaga mulutmu put, bicara orang tua kayak gitu" jawab Eka yang ikut gregetan pada anak pak Sis itu.
Tomy dan Adrian menjadi ikut tegang, tapi mereka hanya diam menyimak jalannya pertikaian antar betina itu.
Jessika menarik nafasnya dalam, mencoba menetralisir emosi yang membara di dadanya.
"Sudahlah Wek, mereka bener kita ini cuma orang bodoh yang gak akan pernah diakui oleh orang orang pintar seperti mereka Wek, ayo kita pulang" ucap Jessika penuh kekecewaan.
Ia yang disalahkan karena menampar pipi putri padahal putri lah yang bersalah kepadanya, naasnya tidak ada yang melihat kejadian saat kaki milik Putri sengaja ia rentangkan untuk membuat Jessika terjatuh.
"Saya mohon maaf karena membuat kekacauan disini, tapi cucu saya tidak mungkin melakukan hal seperti itu kalau tidak ada sebab yang jelas" ucap mbok yah membela cucunya.
Pak Edy dan pak Sis akhirnya mendekat ke arah mereka.
"Alasannya karena dia gak suka aku lah mbok, dia iri sama aku bisa dekat dengan anaknya pak Edy, makanya dia fitnah aku" ucap putri yang makin jahat .
"Ada apa ini " suara berat pak Edy membuat semua orang menoleh ke arahnya .
"Ini om saya di tampar Jessika, dia nuduh saya menjegal kakinya padahal dia jatuh sendiri mungkin tersandung, tapi saya yang di tuduh karena saya duduk disitu" ucap Putri berbohong dan dengan akting khas antagonisnya.
Jessika benar benar tidak habis pikir, putri benar benar lebih jahat dari yang dia pikirkan.
selain dia membuatnya terjatuh, ia bahkan tega memfitnahnya.
Pak Edy yang melihat sudut bibir Putri berdarah sedikit terkejut" kenapa bisa sampai seperti ini".
"Saya tidak suka jika ada anak buah saya yang main kasar, apalagi wanita! " ucap pak Edy yang marah karena melihat anak dari tangan kanannya itu terluka.
.
.
.
__ADS_1
to be continue