Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 37. Pekerjaanku naik kasta


__ADS_3

.


.


.


"Aku mau bicara padamu, aku serius" ucap David pada jessika yang mulai jengkel kembali karena tingkahnya.


Mereka duduk di sebuah dudukan yang terbuat dari bambu sederhana namun bersih.


"Aku tidak tahu harus memulai dari mana, tapi yang jelas Papa , Leo dan terutama aku ingin meminta maaf padamu karena tidak mempercayaimu kemaren" ucap David serius.


"Maksudnya apa ini tuan? jawab Jessika bingung.


David menjelaskan semua secara detail, mulai dari mana ia bisa tahu tentang CCTV itu.


"Aku sudah berkata Yang sejujurnya, tapi tidak ada yang percaya. Apa kalian tahu aku sangat kecewa saat itu" ucapnya sendu.


Melihat Jessika yang tampah tertunduk lesu, David spontan menangkup wajah wanita di depannya itu.


"Maaf " ucap David sambil menatap mata Jessika.


Jantung Jessika sudah berdetak tidak karuan, ada perasaan aneh didalam dirinya saat itu.


"Tuan sebaiknya kita segera menemui pak Edy" ucap Jessika yang salah tingkah.


"Baiklah" jawab David singkat lalu beranjak.


Jantung Jessika masih belum bisa di kondisikan, ia tidak tahu kenapa dia bisa merasa ada desiran aneh saat berada di dekat David.


"Assalamualaikum" ucap Jessika tatkala memasuki rumah bersama David.


"Walaikumsalam, dari mana aja nduk lama sekali" ucap mbok yah.


"Maaf Wek, tadi sekalian kasih pakan ayam dulu" jawab Jessika.


"Iya sampai kakiku yang di patok ayam" ucap David kesal.


"Sudah sudah, Jess kamu pasti sudah di beri tahu David kan maksud dan tujuan kami datang kemari" tanya pak Edy.


"Iya pak sudah, saya senang akhirnya Tuhan menunjukkan semuanya. Meski saya tahu saya salah karena membuat bibir Putri terluka, tapi sungguh saya hanya ingin membela diri saya, saya tidak akan begitu jika putri tidak memulainya dulu" jawab Jessika.


Pak Edy lalu menjelaskan dan memberi informasi terkait Jessika yang di pindahkan ke gudang, jadi mulai besok ia sudah tidak perlu ke persawahan lagi, ia sudah bertugas di gudang.


Jessika cukup terkejut namun senang dengan apa yang di sampaikan pak Edy barusan, pasalnya kini pekerjaannya tidak perlu berpanas-panasan lagi.


"Terimakasih pak, saya tidak pernah membahayakan ini sebelumnya"ucap Jessika.


"Setelah ini saya minta kamu jangan keras keras lagi ya, mari kita sama sama perbaiki diri. Saya tahu kamu anak yang baik dan bertanggung jawab" jawab pak Edy.


Leo hanya diam sambil bertanya dalam hatinya, apa saja yang mereka lakukan berdua tadi. Lagi lagi Leo menaruh cemburu yang tidak beralasan.

__ADS_1


***


"Apa ja jadi, benar anak saya yang sudah memulainya dulu" ucap pak Sis terkejut karena melihat video yang baru saja ia lihat.


"Benar pak, maaf tapi ini benar adanya" jawab Adrian yang kini tengah berada dirumah pak Sis bersama Tomy.


Mereka datang kesana karena perintah dari Leo. Leo sengaja menelpon mereka saat masih berada dirumah Jessika tadi, mereka pergi kesana karena Leo ingin persolan ini segera beres.


Bagaimanapun juga, Putri ternyata juga bersalah meskipun ia telah menjadi korban.


Tomy hanya diam melihat perbincangan Adrian dan pak Sis.


"Putri!! Putri!!! " panggil pak Sis kepada anaknya dengan berteriak.


Bu Santi yang mendengar suara teriakan lebih dulu sampai" Ayah ini kenapa berteriak sih, Lo ada mas Adrian sama mas Tomy" ucap Bu Santi yang tidak mengetahui kedatangan para asisten tampan itu.


"Panggil putri kemari" titah pak Sis yang terlihat mulai meradang.


"Gak perlu, aku udah denger" jawab putri malas dengan telinga yang di sumpat headset.


"Duduk kamu!" perintah pak sis pada Putri sambil mengambil paksa handphone yang tengah tersambung dengan headset itu.


"Ayah apa apaan sih" jawab putri yang kesal pada tindakan ayahnya.


Adrian dan Tomy serta Bu Santi hanya terdiam melihat interaksi keduanya itu.


"Sejak kapan ayah mengajarimu menjadi orang yang pintar berbohong!" tanya pak Sis dengan nada tinggi


"Mungkin ini bisa menjawab kebingungan anda" ucap Tomy dengan menyerahkan sebuah handphon kepada putri.


Putri langsung membulatkan matanya saat ia melihat rekaman CCTV yang sudah di unduh di ponsel milik Tomy. Ia tak menyangka jika di rumah pak Edy terdapat kamera pengawas.


Lebih bodohnya lagi, kenapa ia tidak meng Crosscheck area sekitar terlebih dahulu. Keringatnya kini mulai mengucur, habis sudah kebohongannya kini telah terbongkar.


Ia fikir tidak akan ada yang bakal tahu tentang perbuatannya itu, ia merutuki kebodohannya karena tidak memastikan daerah itu, terdapat atau tidak sebuah kamera pengawas.


"A aku aku, " putri sudah gelagapan tidak tahu harus menjawab apa.


"Sebaiknya anda segera minta maaf pada nona Jessika" jawab Tomy sembari menyambar ponsel miliknya.


"Untuk apa aku minta maaf, dia yang sudah membuat bibirku berdarah" ucapnya penuh arogansi.


"Putri!! jaga sikapmu" ucap pak Sis yang sudah naik pitam karena anaknya itu sungguh tidak sopan pada kedua assisten bosnya.


"Kami pamit dulu pak, yang terpenting kami sudah menjalankan tugas untuk memberitahu kepada pak Sis terkait video ini" ucap Adrian.


"Baik mas Adrian, saya berterimakasih untuk ini semua. Saya akan datang ke tempat Jessika nanti untuk meminta maaf langsung" ucap pak Sis dengan sungkan.


"Yang terpenting bukan itu pak, tapi tolong ajari anak anda untuk bersikap lebih baik pada siapapun, dan jangan sesekali memulai berbuat sesuatu hal yang akan membuat dia menyesal nanti" ucap Tomy dengan penuh penekanan dan dengan wajah dinginnya.


"Baik mas Tomy terimakasih mas, saya minta maaf sekali lagi" Jawab pak Sis.

__ADS_1


Adrian dan Tomy langsung meninggalkan kediaman pak Sis saat itu juga. Tomy yakin jika putri akan berulah lagi nanti, dia sudah paham dengan model manusia seperti putri.


Putri pasti tidak akan terima dengan semua ini, apalagi jika ia tabu bahwa Jessika dipindahkan pekerjaannya ke gudang.


"Plak! " sebuah tamparan mendarat di pipi putri, pak Sis malu bukan kepalang. Kenapa anak perempuannya tidak bisa menjaga sikap bahkan tega memutarbalikkan fakta.


"Ayah jangan seperti ini" ucap Bu santi membela anaknya.


"Apa kau tidak berfikir untuk menjaga nama baik ayahmu? kau ini orang terpelajar putri, mengapa sikap dan sifatmu seperti itu.


"Gara gara ini, ayah tega nampar aku ya. Gara gara Jessika sialan itu!!!" jawab putri kesal.


"Putri! kamu harus sadar bahwa kamu sudah salah, kalau kamu gak mulai dulu gak mungkin Jessika berbuat begitu" ucap Bu Santi menyadarkan kesalahan anaknya.


Putri tak menjawab, ia langsung masuk kedalam kamarnya.


"Awas kau Jes, akan ku balas setelah ini" ucap putri sambil memegang pipi yang baru saja di tampar oleh ayahnya.


Menurut pak Sis putrinya itu sudah salah, pertama dia sudah menjegal Jessika tanpa tau alasannya. Kedua saat Jessika mengatakan yang sebenarnya, ia malah berbohong dan membuat drama sampai semua orang menyudutkan Jessika karena tak ada bukti.


Pak sis malu akan hal itu, bahwa yang membuat keributan di acara malam itu bukanlah Jessika, melainkan anaknya sendiri yang memulai.


***


Saat mobil pak Edy baru saja tiba dirumah, tak berselang lama mobil yang di bawa Adrian bersama Tomy juga tiba.


"Dari mana kalian" tanya David yang baru saja turun dari mobil.


"Apa adikmu tidak memberitahumu tentang tugas apa yang dia berikan pada kami" jawab Adrian sambil menutup pintu mobil.


"Aku memerintahkan mereka untuk memberitahu pak Sis, aku malas bertemu gadis pembohong itu" ucap Leo datar.


"Baguslah, tadi papa pikir papa akan menelpon pak Sis untuk datang kemari" jawab pak Edy sambil berjalan masuk.


Diluar tersisa empat pria tampan itu, mereka tidak langsung masuk kedalam. Mereka memilih untuk duduk di kursi yang berada di depan rumah itu.


"Bos, kapan kita akan pulang ke kota S" tanya Tomy pada Leo


"Besok pagi tom, aku sudah lama juga disini. Biar bang David temani papa disini dulu kalau dia mau" jawab Leo.


"Benar, kau kan masih butuh penyegaran tuan David yang terhormat, urusan kantor selain ada Leo aku juga akan mem-backup nya" Jawab Adrian menambahi dengan terkikik.


David yang mendengar penuturan adik dan para asistennya itu sedikit berfikir, mungkin lebih baik jika ia berada disini dulu.


.


.


.


.

__ADS_1


please like and comment 🙏


__ADS_2