Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 19. Tabir gelap yang terungkap


__ADS_3

.


.


.


Suara alarm berdering dengan keras membuat sang pemilik berdecak.


"CK, cepet banget perasaan baru aja tidur", oceh David yang masih mengantuk sehabis perjalanan dari desa tadi.


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 15.00 waktu setempat, kemudian dia bergegas menuju kamar mandi dan menenggelamkan badannya di bathup.


Setelah 15 menit David sudah selesai dengan ritual mandinya, ia keluar dari dalam kamar mandi hanya berbalut handuk di pinggangnya dengan tubuh bertelanjang dada.


Kemudian ia mengenakan pakaian santai khas rumahan, sebuh kaos berwarna hitam dan celana pendek berwarna krem.


Dia terlihat sangat tampan dan tentu saja siapapun pasti terpesona melihatnya.


Ia sudah rindu dengan kekasihnya itu, baru 3 hari mereka tidak bertemu gelora di dada David kian membuncah.


Rencana David akan memberikan kejutan pada Sherly nanti malam, ia sengaja tidak memberitahu kepulangannya pada Sherly.


tok tok tok


Terdengar suara ketukan dari luar, dan kemudian terlihat bik Asih ART yang berada dirumah David menuju keluar untuk membuka pintu.


"Mas Adrian, silahkan masuk mas", ucap bik Asih mempersilahkan sekretaris David untuk masuk kedalam.


"David ada bik?", tanya Adrian sopan


"Ada mas, sepertinya den David baru saja mandi", Jawab bik Asih kembali.


Tanpa banyak bicara Adrian langsung masuk dan menuju ruang keluarga tempat dimana david berada saat itu.


"Lo kemana aja sih si telpon dari tadi gak di angkat", ucap Adrian dengan nada kesal.


Adrian adalah sekretaris David, ia adalah orang yang profesional. Saat berada di lingkungan kantor dia bersikap hormat pada David selaku atasan, namun saat diluar dia lebih bersikap Friendly dan santai.


"Gue aja baru bangun", jawab David sambil melahap camilan di toples.


"Lu tidur apa mati sampai suara telpon nggak dengar", balas Adrian masih kesal.


"Gue tadi kan udah telpon Lo, langsung kerumah kalau kerjaan dah kelar ngapain telpon telpon gue lagi, gak jelas lo", balas David tidak mau kalah.


"Iya iya pak bos Anda bosnya, siap salah", ucap Adrian sambil memperagakan sikap tangan hormat bak prajurit.


Adrian lalu melaporkan beberapa masalah yang terjadi di kantornya, dan juga indikasi adanya karyawan yang korupsi.


"Huft! padahal gue pingin sejenak refresh, udah Lo bawain kabar kayak gitu", ucap David dengan sebal.


"Tapi tenang aja bos, sebagian udah gue atasin tinggal beberapa aja", jawab Adrian.


"Gue pusing, biasanya obatnya harus ketemu Sherly biar gue bisa bercocok taman di lahannya dia", ucap David dengan tawa mesumnya.

__ADS_1


"Nikahin sana bos jangan cuma di kawinin aja", ucap Adrian dengan cekikikan.


David hanya melirik sekretarisnya itu, mungkin memang sudah waktunya David untuk mencari pendamping hidup.


*********************************


Jam kini sudah menunjukkan pukul 20.00 waktu setempat, David sudah tidak sabar menemui kekasihnya itu, ia ingin memberikan kejutan untuk kekasihnya malam ini.


Ia mengendarai mobil miliknya, memecah jalanan kota S hingga sampailah dia di apartemen milik Sherly.


1


2


3


4


5


Ting


Bunyi lift terbuka saat ia sudah sampai di lantai 5 tempat apartemen Sherly berada.


Dia segera menekan password di pintu apartemen Sherly, tentu saja David tahu karena selama ini dialah yang sering memberi Sherly uang untuk kebutuhannya, sehingga segala sesuatunya David harus tahu.


Setelah pintu terbuka di berjalan pelan-pelan, bahkan nyaris tidak terdengar langkah David di lantai itu.


"Lebih cepat sayang", ucap si lelaki itu.


"Aku sudah gak t*h*n sayaaaaang", ucap Sherly setengah meracau seperti hendak mencapai *******.


David mengepalkan tangannya, dan karena sudah tidak tahan lagi mendengar suara suara laknat , itu David menendang pintu kamar itu dengan keras.


Braaaak!!!


Dua manusia berbeda gender itu sontak terkejut tatkala mendengar suara pintu yang di tendang, bahkan lebih terkejutnya lagi saat biji mata Sherly menatap sesosok yang dia kenal berdiri di tengah pintu.


Darah David seperti mendidih, membuat wajahnya menjadi merah dan rahangnya mengeras menahan amarah yang sudah di ubun ubun.


"Breng sek kau wanita sialan!! ",pekik David dengan keras dan mencoba menarik paksa wanita bertubuh polos itu.


"Da David tolong dengarkan penjelasan ku dulu", ucap Sherly terbata - bata karena takut dengan David.


Tanpa berkata apapun lagi David mendorong tubuh Sherly hingga tersungkur ke lantai, dan saat itu juga David menghajar pria di depannya itu yang sudah memakai ****** ********.


Bough... Bough .. ia menghajar lelaki itu tanpa ampun, bahkan mukanya sudah babak belur karena amukan David.


Remuk redam, hancur.


Melihat David masih sibuk menghajar selingkuhannya itu, membuat Sherly memiliki kesempatan untuk mengenakan pakaiannya yang tercecer di lantai dekatnya.


"Hentikan David hentikan, dia bisa mati David", pekik Sherly yang berhasil membuat David menghentikan aksinya itu.

__ADS_1


Akan menjadi merepotkan kalau sampai dia membunuh ba ji ngan ini, David menatap Sherly dengan penuh kebencian.


David yang dikuasi amarah itu akhirnya meluapkan emosinya dengan meninju kaca dikamar itu hingga pecah.


"PRAAAANNNNGGGGGG" suara pecahan kaca.


"Kau dan aku, kita sudah berakhir", ucap David sambil menunjuk Sherly dengan penuh kehinaan.


"Tolong David maafkan aku, aku khilaf aku salah", ucap Sherly dengan berlinang air mata, seraya memelas.


"hahahaha" suara tawa David menggema di ruangan itu, terdengar begitu mengerikan.


Sherly sangat ketakutan dan kondisi selingkuhannya itu sudah kacau balau tidak karuan bentuknya.


"Aku tidak sudi melihat mukamu wanita murahan! wanita si alan kau!" teriak David kepada Sherly dan berlalu meninggalkan mereka berdua dengan keadaan mengenaskan.


"Dan kau, jangan pernah injakkan kakimu di apartemen ini lagi", imbuhnya


David keluar dengan emosi bergemuruh di dadanya, ia tidak menyangka selama ini dia telah di khianati oleh perempuan yang dia cintai.


"Temui aku di club X", titah David kepada salah seorang di telepon dan kemudian dia mematikan panggilannya sepihak.


Ia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju club X.


***************************


Di malam yang sama namun di tempat yang berbeda terlihat Leo sedang mengecek pesan dan laporan yang masuk ke email pribadinya.


"Benar benar wanita murahan", kata itu lolos dari mulut Leo saat dia membuka email yang berisikan foto dan video bukti kebejatan Sherly dari salah seorang pria suruhannya yang dia tugaskan untuk membuntuti Sherly.


"bang semoga engkau bisa melihat kebenaran setelah ini", Leo bergumam dalam hati.


Di Club X


David sudah sampai dulu dari pada Adrian di club itu, ia bakan sudah menenggak minuman beralkohol dengan banyak, ia ingin melampiaskan masalahnya.


Selang beberapa menit Adrian memarkirkan mobil di parkiran club tersebut, saat turun pandanganya menyapu area itu dan menemukan mobil David sudah terparkir di sebelah barat .


"Ada apalagi ini si bos, sepertinya terjadi sesuatu" Adrian bermonolog dalam hatinya.


Ia langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam club itu, ia mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dia kenal.


"itu dia", ucap Adrian saat menemukan sosok yang dia cari sambil berjalan menuju ke meja David.


Ia cukup terkejut melihat bosnya itu sudah dalam keadaan kacau balau dan setengah mabuk, entah sudah berapa banyak minuman yang David tenggak.


Adrian langsung menelpon Tomy, rekan kerjanya sekaligus asisten Leo.


"Tom Lo dimana?", tanya Adrian pada Tomy lewat sambungan telepon.


"lu sekarang datang ke club X dan bawa satu orang buat bawa mobilnya Bos David, udah jangan banyak tanya cepetan ya gue tunggu", ucap Adrian kembali sambil memutus sambungan y secara sepihak.


Ini novel pertamaku, mohon maaf jika masih banyak typo ya. please like and kasih Krisan ya makasih🙏

__ADS_1


__ADS_2