Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 71. Perhatian David


__ADS_3

.


.


.


Adrian dan Vera yang sudah berada dalam satu mobil hanya diam, mereka sama sama canggung akibat kejadian tadi.


Vera memandang kaca jendela di sampingnya, sementara Adrian fokus dengan kemudinya.


"Apa kau ingin makan sesuatu" tanya Adrian memecah keheningan, karena saat di rumah sakit tadi bahkan sehabis mandi dan mengambil beberapa barang yang ia butuhkan tadi, Adrian belum melihat Vera makan.


"Tidak aku sudah kenyang" jawab Vera cuek.


"Kruuukkkk" perut Vera sepertinya berkhianat pada dirinya, hal itu membuat Adrian tersenyum penuh kemenangan.


"Sepertinya aku mendengar sesuatu" ucap Adrian.


"Mmmmmm" Vera hanya diam, ia bahkan melupakan dirinya sendiri saking fokus mengurus Jessika.


Akhirnya Adrian memarkirkan kendaraannya di sebuah tempat makan, " kau makanlah dulu, jangan sampai kau merepotkanku nanti" ucap Adrian lalu turun dari mobil.


Mau tidak mau Vera ikut turun dari mobil itu, ia mengekor di belakang Adrian.


"Mau makan apa mas" tanya orang yang punya tempat makan itu.


"Yang paling enak pak" jawab Adrian.


"Itu pacarnya gimana, disamain aja atau bagaimana?" tanya orang itu.


Vera membulatkan matanya, kenapa bapak bapak itu manggilnya pacaran Adrian. Adrian hanya diam, ia terlihat tidak keberatan dengan


ucapan pemilik tempat makan itu.


"Kau mau makan apa" tanya adrian


" Terserah tuan aja, aku tidak terlalu paham dengan menu disini" ucap Vera.


Mereka lantas duduk berhadapan, Vera memburu waktu dengan memainkan ponselnya, sementara Adrian hanya memandangi Vera dengan wajah datar.


Vera yang merasa Adrian memandanginya, bergantian menatap Adrian. Namun seketika Adrian mengalihkan pandangannya.


Dan hal itu terjadi seterusnya, sampai makanan yang mereka pesan datang.


"Kau tidak akan kenyang jika terus memandangiku" ucap Vera yang memulai menyantap makanan di depannya.

__ADS_1


Adrian seketika salah tingkah, ia kemudian mengambil sendok dan garpu, kemudian ia memulai makan bersama Vera disana.


****


"cekleeeek" pintu kamar Jessika terbuka, disana terlihat Bella dan David ada di bibir pintu.


"Nona Bella" ucap Jessika hendak bangun dari posisi tidurnya.


"Stop jangan bergerak, kau tidurlah" ucap Bella seraya mendekat kepada Jessika.


"Anda disini?" tanya Jessika yang melihat Bella masih dengan jas putih kebesarannya.


"Kenapa tidak ada yang memberitahuku jika kau dirawat disini, untung aku tadi bertemu kak David." ucap Bella lembut.


Jessika melirik David yang ada di belakang Bella, ia meyakini pasti David yang memberitahu Bella jika ia mengalami musibah ini.


"emmmm maaf nona, apa nona Bella bekerja disini" tanya Jessika polos.


"Dia bahkan yang memiliki rumah sakit ini" David menjawab dengan nada datar.


"Benarkah itu nona" tanya Jessika polos.


"Orang tuaku yang punya" jawab Bella merendah.


Jessika merasa takjub, selain cantik dan memiliki karir yang bagus Bella ini benar benar kaya raya.


Jessika tentu saja kaget, ia bingung dari mana uang yang harus ia bayar jika harus pindah ke kamar lain.


Untuk saat ini saja, ia sudah bingung akan membayar dengan meminjam ke siapa.


"Emm tidak usah tuan, saya disini saja besok saya juga akan lebih baik" tolak Jessika gelisah.


David sudah paham, pasti ini masalah biaya yang membuat wanita muda itu menolak.


"Kau pindah saja, aku tidak akan memintamu untuk membayarnya" ucap David.


"Jes, tuan David sudah melunasi biaya perawatanmu. Sebaiknya kau ikuti saja perintah dia" ucap Bella lembut, memberitahu Jessika.


Jessika kaget, untuk apa David melakukan hal itu. Ini bukan tanggung jawabnya, begitu pikir Jessika.


Jessika di pindahkan ke ruangan VVIP, dengan kekuatan uang David bisa dengan mudah melakukan apapun sesuai kehendaknya.


"Jes aku pergi dulu ya, malam ini aku ada jadwal operasi. Besok aku akan menemuimu lagi" ucap Bella berpamitan setelah mengantar Jessika pindah ke ruangan yang lebih bagus, bersama David.


"Terimakasih nona, Anda sangat baik" ucap Jessika.

__ADS_1


"Kak aku pergi dulu ya" pamit bela pada David.


David membalas dengan menganggukkan kepalanya, "Terimakasih Bel" ucapnya menambahi.


Setelah kepergian Bella, kesunyian di ruangan itu lagi lagi terjadi. David mendudukkan tubuhnya di sofa dekat ranjang Jessika, sambil memainkan ponselnya.


Sementara Jessika masih dengan posisi berbaring," tidurlah dan tidak usah mikir macam macam" ucap David tanpa memandang Jessika.


"Kalau boleh tahu, kenapa anda melakukan semuanya ini untuk saya" tanya Jessika.


"Sudah aku katakan, tidak usah banyak pikiran" jawab David.


Jessika memanyunkan bibirnya, bukan itu jawaban yang ia harapkan. Tapi Jessika tidak memungkiri ia merasa senang dan nyaman jika David ada di sampingnya.


*****


Pukul 21.00 lebih Adrian dan Vera baru tiba di rumah sakit, Adrian sudah tahu jika Jessika di pindahkan ke kamar yang lebih baik.


"Loh tuan, kenapa kita kemari? kamar Jessika ada di sebelah sana" ucap Vera yang bingung kenapa Adrian berjalan terus menuju arah lift.


Ting


Suara lift terbuka, Adrian kemudian masuk dan menekan tombol lift itu, entah mengapa Vera ikut saja dengan Adrian. "Temanmu sudah di pindahkan ke kamar VVIP" jawab Adrian dalam lift.


"Kenapa kau tidak memberitahuku" ucap Vera.


"Lah, kan barusan aku sudah memberitahumu" jawab Adrian.


"CK ihhhh" Vera berdecak kesal.


"Ceklekkk" pintu kamar itu terbuka, terlihat dia manusia di dalam kamar itu sibuk dengan handphonenya masing masing.


"Jess, kamu kok belum tidur" ucap Vera yang membuat David menoleh ke arah Jessika, wanita itu ternyata sedari tadi tidak tidur.


David tidak mengetahui karena ia fokus dengan ponselnya.


"Sepertinya dia tidak bisa tidur jika aku disini. baiklah aku pulang dulu kau istirahatlah juga" ucap David pada Vera.


"Terimakasih banyak tuan" ucap Vera sopan.


Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk pulang, David ingin Jessika agar bisa beristirahat.


"Kita kembali ke apartemen atau ke rumah besar bos" tanya Adrian.


"Kita pulang kerumah saja" jawab David datar.

__ADS_1


Makin hari perasaan David pada Jessika makin tidak terkendali.


please like and comment 🙏


__ADS_2