Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 60. Bubur Jessika


__ADS_3

.


.


.


David sore itu bergegas pulang lebih cepat, karena saat menghubungi bik Asih ART nya itu mengatakan jika Leo masih demam dan tidak mau di periksa.


Adrian saat itu mengantar David pulang ke rumahnya, ia juga ingin melihat kondisi Leo.


Namun saat memasuki pintu gerbang, Adrian melihat sosok wanita yang ia kenal.


"Nona Jessika" ucap Adrian sambil memberhentikan mobilnya saat gerbang baru saja di buka.


David yang mendengar ucapan Adrian, langsung melihat ke arah depan.


"Wanita itu sepertinya benar benar mengikuti ku" ucap David.


David akhirnya turun dari dalam mobil, dan menghadang langkah Jessika.


"Kau senang sekali mengikuti ku, apa kau sekarang benar benar ingin terus bersamaku" ucap David pada jessika.


Jessika yang melihat kedatangan David sungguh merasa sial, dia sudah berusaha untuk cepat pulang namun naas kini ia kembali bertemu dengan David.


Kalau saja tadi ia tidak menyuapi Leo, pasti dia sudah pulang dan tidak bertemu dengan David. Tapi Jessika tadi kasihan melihat Leo, hanya itu bantuan yang bisa ia berikan, ya ,, bantuan menyuapi Leo agar perutnya bisa terisi oleh makanan.


"Maaf saya harus pulang" ucap jessika melangkahkan kakinya, tanpa memandang David.


"Wah wah setelah kau masuk rumahku tanpa ijin dariku, kini kau juga tidak menjawab pertanyaan dariku ya? berani sekali kau" ucap David.


"Tuan David yang terhormat, saya baru saja mengantarkan makanan kemari atas perintah bos saya, dan sekarang saya mau pulang, permisi" ucap Jessika kesal.


"Pulang, memangnya kau pulang kemana" tanya David.


Jessika tidak menjawab, dan terus fokus pada ponselnya mencari taxy yang online di aplikasinya namun ia tak kunjung menemukannya.


David masih diam disana sambil melihat wanita itu, ia sampai gemas sendiri. Dan bisa bisanya saat semua orang menghormati dirinya bahkan mengejarnya, Jessika malah memperlakukan David seperti musuhnya.


David yang gemas langsung saja menggendong tubuh wanita itu, dan memasukkannya ke dalam mobil mewahnya.


"Hey apa apaan kau tuan, lepas lepas" ucap Jessika sambil memukul dada bidang David.


"Diamlah" ucap David yang berhasil memasukkan serta mendudukkan Jessika ke dalam mobilnya.


"Kunci semua pintunya Adrian" perintah David kepada Adrian.


Adrian hanya menggelengkan kepalanya, apa yang akan di lakukan bos sekaligus sahabatnya itu pada Jessika.


Jessika mencoba membuka handle pintu mobil itu, namun Adrian sudah menguncinya.


Jessika lalu menatap tajam David, " keluarkan aku dari sini!" Jessika berucap pada David yang berada di sampingnya.


"Katakan dimana tempat tinggalmu, akan ku antar kau" ucap David sambil meletakkan kedua tangannya di belakang kepalanya, lalu menyenderkan tubuhnya ke kursi mobil itu.

__ADS_1


"Aku bisa pulang sendiri, cepat buka" ucap Jessika.


Adrian hanya diam sambil menikmati drama yang berada di belakang kemudinya, menurut Adrian David tidak seperti biasanya, ia tak mengerti jalan pikiran David.


"Katakan atau kau tidak akan pulang" ucap David kembali.


Jessika akhirnya diam, jika ia tidak pulang ia takut jika vera akan khawatir , mengingat hari sudah semakin sore.


Ancaman dari David, sukses membuat ia menurut dan terpaksa mengikuti ucapan David.


Akhirnya ia mengatakan alamat kost yang ia tinggali bersama Vera, di dalam mobil Jessika kembali pusing dan merasa mual namun ia tahan.


Ia tidak berbicara sama sekali pada David maupun Adrian, pandangannya mengarah keluar jendela. Dahinya sudah di penuh keringat dingin, bibirnya juga sudah pucat menahan rasa mualnya.


Sungguh ia lebih senang naik motor bersama Vera dari pada naik mobil seperti ini, kenapa orang orang bisa senang jika naik mobil. Rasanya saja membuatnya seperti orang sakit jika menaikinya, begitu yang ada dipikiran Jessika.


David yang tidak tahu jika Jessika tidak bisa nak mobil itu hanya diam dan sesekali melirik Jessika. Ia begitu senang saat ini karena Jessika ada bersamanya, apalagi sikapnya yang marah marah itu sungguh membuat David senang.


"Apa kau tidak punya mulut" singgung david pada Jessika karena ia hanya membisu.


Jessika sengaja diam, karena saat ini sungguh ia sudah lemas karena menahan gejolak dalam perutnya.


Lampu sen mobil itu sudah menyala dan berbelok ke arah kost Vera. Vera yang sudah sampai di kost itu ,kaget dengan adanya mobil sedan mewah yang berhenti di depan kostnya.


"Sudah sampai apa kau tidak mau berbicara sesuatu padaku?" tanya David.


Jessika benar benar tidak tahan lagi, menahan sesuatu yang ingin segera kuat dari dalam perutnya itu.


"Hey apa kau tidak pu...." ucap David pada jessika sambil menarik tangan wanita itu untuk menoleh ke hadapannya ,namun terhenti karena Jessika menyemburkan semua isi perutnya ke jas milik David.


"Heyyyyy kurang ajar sekali kau!!!!!" pekik David yang marah karena Jessika mengeluarkan bubur itu dan mengenai jas milik David hingga tembus ke kaos dalamnya.


"Astagaaaaa tuan David" ucap Vera yang tahu ternyata mobil yang ada di depan kostnya itu adalah mobil milik orang nomer satu di Darmawan Group saat ini.


Tapi mengapa temannya itu bisa ada bersamanya, dan mengapa sampai di antarkan olehnya, semua itu masih menjadi tanda tanya besar buat Vera.


"Tuan apa yang ter...." ucap Vera yang terhenti saat melihat David turun dan jas miliknya sudah bersimbah bubur expired milik Jessika.🤣


"Astaga tuan sebentar" ucap Vera berlari ke dalam mencari handuk untuk David.


"Hey kemana kau, jangan lari issssshhhhh " David meneriaki Vera yang ikut lari kedalam, kemudian David segera melepas jas kotornya itu dan membuangnya ke tanah.


Kini David hanya memakai celana panjangnya saja, sementara bagian atas tubuh kekar itu, kini bertelanjang dada. Ia tepaksa membuka semua bajunya, karena semua sudah terkontaminasi bubur kadaluarsa milik Jessika 🤣.


*****


Sementara itu di belahan bumi lain, ada seorang yang memakai pakaian serba hitam tengah menyerahkan beberapa lembar foto hasil jepretan yang ia kerjakan barusan.


"Sejauh ini, hanya wanita ini yang tengah dekat dengan tuan David bos" ucap pria itu.


"mmmmmm Seperti pelayan, apa kau yakin jika ini benar David" tanya pria yang menyuruhnya, sambil melihat foto di mejanya.


"Benar bos, wanita yang memakai seragam pelayan itu terlihat di gendong dan di masukkan ke dalam mobil tuan David lalu mereka pergi.

__ADS_1


"Bagus, kau pantau terus dan laporkan semua kepadaku" titah pria misterius itu.


"Baik bos" jawab orang suruhan itu.


"Bersenang senanglah dulu David, sebelum kau rasakan kepedihan hahahahaha" tawa menakutkan dari pria misterius itu, menggema di ruangan gelap itu.


******


"Pakai ini"Jessika berucap sambil memberikan kaos hitam polos yang agak besar untuk David, kaos itu adalah kaos miliknya.


Setelah tragedi bubur tumpah di pakaian milik David tadi, Jessika lantas mandi dan mengganti pakaiannya dengan baju santai. Kini ia terlihat lebih segar dan cantik.


"Apa ini" tanya David.


"Pakai saja, dari pada masuk angin. Memang bukan baju mahal, kau bisa membuangnya jika kau sudah tiba dirumah mu nanti" ucap Jessika cuek.


David terpaksa mandi di kost Vera lantaran tubuhnya penuh dengan cipratan bubur dari dalam perut Jessika. 😁


"Cih, baiklah aku terpaksa memakainya. Kau harus tanggung jawab untuk membersihkan mobilku" ucap David sambil memakai kaos itu.


Jessika hanya melirik malas pada David, Adrian hanya terkikik geli melihat interaksi dua makhluk beda usia di depannya itu.


"Muat juga, sepertinya kau lumayan gemuk" ucap David pada Jessika.


"Kau.." ucap Jessika terhenti saat melihat Vera membawa nampan berisi 4 cangkir teh.


"Silahkan tuan diminum, maaf hanya ada teh" ucap Vera sambil menghidangkan minuman itu.


"Seharusnya kau tidak usah repot repot Ver" ucap Jessika yang kesal pada David.


"Hus, jangan gitu Jes. Maafkan teman saya tuan" Vera berucap sambil menyenggol lengan Vera.


"Tidak apa apa, selain kampungan karena muntah di mobil mewah,dia juga tidak punya sopan santun" ucap David menyindir Jessika.


Jessika menatap David kesal karena ia telah dihina seperti itu," sudahlah Ver , aku mau masuk dulu" ucap Jessika yang marah karena ia meras dihina.


"Woy mau kemana kau Jes, CK ihhh" Vera bertanya sambil berdecak kesal kenapa Jessika berani beraninya bersikap tidak sopan pada orang seperti David.


"Maaf tuan, teman saya memang dari sekolah dulu selalu saja tidak bisa jika naik mobil. Dia selalu pusing dan pasti mual" ucap Vera menjelaskan.


David hanya heran, kenapa Jessika bisa seperti itu." Pantas saja dia tadi minta turun dan hanya diam saja si mobil" David bergumam dalam hati.


"Tidak apa apa, oh iya terimakasih tehnya. Kami pulang dulu, bilang pada temanmu itu untuk membersihkan mobilku besok" ucap David lalu pergi dari kost Vera .


Ia juga tidak akan mungkin menyuruh Jessika untuk membersihkan mobilnya, mana mungkin ia tega melakukan hal itu.


David tadi mengantarnya karena kasihan, apalagi ia tau Jessika pasti belum familiar dengan jalan di kota ini.


David juga tidak tahu kalau Jessika bahkan sudah menyuapi adiknya, ia hanya tahu jika Jessika baru saja mengantarkan makan di rumahnya.


karena Jessika pula, David bahkan melupakan tujuan awalnya untuk pulang lebih awal.


__ADS_1


Mohon maaf jika typo masih bertebaran


please like and comment 🙏


__ADS_2