Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 14. Tidak Ada yang mudah untuk orang miskin sepertiku


__ADS_3

.


.


.


Arin dan Eka mengejar Jessika yang sudah melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu, Jessi masih di selimuti emosi.


Mengapa hanya karena Ia menumpahkan es ke jaket David, itupun dengan tidak sengaja dan dia sudah meminta maaf, dia malah mendapat penghinaan seperti itu.


"Jess, tunggu dulu jangan kamu kalau lagi marah jalanmu kayak setan". ucap Arin yang kesal dengan nafas ngos-ngosan.


akhirnya mereka bertiga berhenti dan kali ini pertahanan Jessika sudah tidak bisa ia bendung lagi.


Ia menangis sambil menutup matanya, untuk kesekian kalinya ia merasa sedih lantaran selalu saja kemiskinan membuat dia menjadi rendah dimata orang lain.


"hiks...hiks...hiks ....aku tahu dimanapun orang kaya selalu sama, memandang sebelah mata orang orang sepertiku." ucap Jessika sambil mengusap air mata yang membasahi pipi mulusnya.


"Udahlah Jes, kamu harus sabar. Kalau dia bukan anak juragan udah aku Jambak tadi. Mulutnya itu loh, hiiihhh ngganteng-ngganteng lambene kok ngelarani ati ( ganteng-ganteng kok mulutnya menyakitkan hati)". ucap Eka mengusap punggung Jessika, memberikan kekuatan untuk sahabatnya itu.


Entah mengapa Jessika sangat sensitif apabila menyangkut persoalan kasta.


Akhirnya mereka bertiga pulang, untung saja tadi sebelum tragedi pertumpahan es mereka sudah menaiki beberapa wahana, jadi mereka gak rugi rugi amat datang kesana.


***************************************


"Bang, Lo kenapa sih? Jessika itu gak sengaja Lo, dan dia juga udah minta maaf. Tapi kenapa sih Lo itu malah berkata kayak gitu ke dia?" ucap Leo dengan kesal, karena ada rasa nyeri di hatinya saat melihat Jessi menangis.


David hanya terdiam seribu bahasa, lidahnya kelu tak bisa menjawab. ia tidak bermaksud melukai hati perempuan itu, namun karena sifat arogansinya itu, tanpa sadar David sudah menanamkan benih kebencian di hati Jessika.


" Gue gak ngerti ngerti sama jalan pikiran Lo bang, ini di desa bang gak semua orang bisa menerima sifatmu yang kayak gitu". Tambah Leo, seolah mewakili Jessika meluapkan kekesalan.


"Udah ngomongnya?, mending pulang ayo. Gue malu disini baju gue berantakan kayak gini". bukannya menjawab, David malah berkata seperti itu, dan membuat Leo sungguh kecewa kepada abangnya.


Bukannya memberi teladan yang baik sebagi saudara tertua, ia justru malah bertingkah seolah Leo lah kakaknya.


akhirnya mereka berdua pulang tanpa mencicipi satu jenis pun makanan yang dijual di tempat itu, mereka langsung pulang tanpa berbica sepatah katapun. Mereka hanyut dalam fikirannya masing masing.

__ADS_1


"Bik, bik Darmi! " panggil Leo kepada ART nya itu sesampainya Ia dirumah.


"Loh den, kok uda pulang? apa pasar malamnya gak ada?", Leo di cecar pertanyaan oleh ART nya itu, karena baru saja mereka berangkat, namun sudah kembali secepat ini.


"Buka bik, tapi karena ada kejadian hujan es jadi kami pulang. minta tolong buatin Indomie kasih sayur Ama telor ya, telornya dobel". ucap Leo menyindir abangnya itu, karena hanya karena bajunya yang ketumpahan es ia merusak mood empat manusia disana tadi.


"hah hujan es den? dimana?" jawab bik darmi bingung karena setelah menjawab Leo langsung menuju kamarnya.


Sementara David yang merasa dirinya disindir memilih untuk segera mengganti bajunya ke dalam kamar.


di dalam kamar selepas dia mengganti bajunya dengan baju rumahan, Ia merebahkan dirinya ke kasur empuknya.


pikirannya menerawang, sungguh dia menyesal telah melontarkan kata-kata itu. Dia merasa bersalah, tapi gengsinya jauh lebih tinggi dari rasa bersalahnya itu.


Sebenarnya David cukup kagum saat melihat Jessika tadi, dia lelaki normal yang pasti terpesona saat melihat wanita cantik.


"Tapi kenapa wanita itu bisa terlihat berbeda ya, dia kelihatan jelek sekali waktu bekerja di sawah", David bermonolog sendiri.


****************************


"Walaikumsalam", wes pulang nduk? mana Arin sama Eka kok gan mampir dulu?" tanya mbok yah pada cucunya itu.


"Enggak wek, katanya udah pada ngantuk", jawab Jessika singkat


melihat ada hal yang tak biasa mbok yah merasa bahwa cucunya sedang tidak baik baik saja, namun ia lebih memilih diam dulu, besok pagi dia akan bertanya kepada cucunya.


Jessika segera menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu, karena ia belum melaksanakan shalat isya.


Dalam doanya ia mencurahkan segala kesedihannya itu, ia berdoa kepada sang khalik karena dia yakin, Tuhanlah yang bisa memberikan kekuatan serta pertolongan kepadanya.


"*Ya Allah ya Tuhan kami


ampunilah segala dosa dan kesalahan kami


sungguh, hamba hanyalah manusia biasa


yang tidak dapat menahan segala kesedihan

__ADS_1


Ya Allah, berikanlah kekuatan untukku


serta mudahkanlah jalanku dalam mencari Rizki


berilah nenekku kesehatan dan juga perlindungan Mu


Ya Allah ya Tuhan kami


hamba berserah padaMu


berikanlah hamba hati yang selalu sabar


serta hati yang mudah memaafkan orang lain


seperti engkau yang selalu mengampuni hamba mu yang penuh dosa ini


Sebab Engkau maha mengetahui


sedang kami tidak*"


Dalam doa doanya ia juga selalu mendoakan almarhum kedua orangtuanya, dan juga mendoakan agar nenek yang selama ini merawatnya selalu di berikan kesehatan.


Ia tidak akan sanggup menjalani hari harinya tanpa sang nenek, bagaimana tidak sejak duduk di bangku sekolah dasar Jessi sudah hidup berdua dengan neneknya itu.


Mbok yah adalah ibu dari ayahnya Jessika, sementara nenek dan kakek dari pihak ibunya sudah lama meninggal. Hanya ada lek Soleh satu satunya saudara ibunya yang masih ada.


selepas menunaikan shalat dan berdoa, hati Jessi kini lebih tenang. Jessi selalu percaya bahwa apa yang di kehendaki oleh Allah pasti selalu akan membawa kebaikan baginya.


Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kekuatan hambanya.


Di tengah sulit dan kerasnya hidup yang dia jalani, dia selalu tetap ingat kepada pencipta. Tempat dia segala mengadu, Ia yakin suatu saat dia akan menemui kebahagiaan.


Ia adalah wanita normal yang mendambakan kehadiran laki laki yang bisa membimbingnya kelak, namun hidupnya saat ini memaksa dia untuk tidak memikirkan hal itu.


************************************


Please kasih like comment dan tip nya kakak seklaoan yang baik hati🙏, biar author makin semangat.

__ADS_1


__ADS_2