Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 78. You're my Saviour


__ADS_3

.


.


.


Dua mata indah Jessika sudah menganak sungai seraya mengguncang tubuh berotot David, yang terus mengeluarkan cairan kental berwarna merah dari dalam punggungnya.


"Tuan David bangun tuan" lirihnya pada David yang kepalanya masih berada di pangkuan dirinya.


Vera juga ikut menitikan air mata, tak kuasa menahan lagi. Bryan sedang mencoba menghubungi Bella untuk meminta bantuan medis sebisa mungkin.


Jessika merasa hancur, takut kehilangan, penuh penyesalan dan masih banyak lagi kata kata yang mewakili dirinya.


Ia bahkan ingat, sosok di pangkuannya ini sudah lama tidak bersua dengannya.


"Hey, ja ngan bersedih a ku a kan baik ba ik sa ja" ucap David menahan rasa sakit, dengan menatap wajah Jessika yang sudah basah karena air matanya.


Ia masih bisa berkata-kata, mencoba memberikan ketenangan bagi insan yang bersedih di dekatnya


Pemandangan itu pun tak luput dari mata Leo,yang sudah kembali dari jurang dimana Sherly terperosok.


Leo melihat pancaran mata Jessika yang benar benar takut kehilangan kakaknya itu, ia benar benar terlihat begitu bersedih.


Tak ingin larut dalam lamunannya, ia segera berlari kecil ke arah David yang tergeletak lemah di pangkuan Jessika.


"Bertahanlah bang, semua sudah berakhir" ucapnya seolah memberitahu David jika mitigasinya kali ini sudah berakhir.


Polisi yang sudah datang juga menangkap beberapa anak buah Jessika yang masih tersisa, Tomy dan Adrian juga sudah menyerahkan bos preman itu pada polisi.


Tentu saja, ia harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya yang sudah terorganisir itu.


Mereka ternyata juga terlibat kasus penyalahgunaan obat terlarang.


Hal yang tentu saja melanggar hukum di negara ini, dan bisa saja hukuman berat akan menjerat mereka yang masih hidup.


Sementara dengan langkah tergesa gesa, Bella sudah datang bersama ambulans atas info dari Bryan.


"Apa yang terjadi" ucap Bella panik melihat David yang tergeletak, dengan cepat Bella menyuruh rekan medisnya untuk mengangkat tubuh kekar David menuju ambulan, dan membawanya ke rumah sakit.


Jessika dan Vera ikut dalam ambulan itu, mereka seperti tak ingin melewatkan David , Bryan ikut ke kantor polisi untuk menjadi saksi dan di mintai keterangan oleh pihak berwajib.


Sementara Adrian dan Leo membawa kendaran bosnya yang mereka gunakan untuk misi penyelamatan.


Bela bersama Leo , kali ini Bella yang memegang kemudi bersama lelaki yang begitu ia harapkan cintanya itu.


****


"Vera, kenapa semua ini harus terjadi. Tuan David telah menyelamatkanku, dan sekarang dia..." ucapnya masih berurai air mata.


"Tenanglah Jes, aku yakin semua akan baik baik saja" ucap Vera menenangkan, padahal ia sendiri juga tak kalah cemas terhadap kondisi David.


Jessika terus memandangi wajah tampan yang kini terdapat banyak luka di sana sini, tanpa sadar ia terus memegangi tangan David.


Bahkan Vera memperhatikan dirinya, namun Jessika tidak menyadari. Vera melihat jika temannya itu merasa sangat takut, rapuh, dan juga penuh penyesalan.


Sirine itu terus berbunyi, membuat segala macam kendaraan lain memberikan prioritasnya untuk mobil putih bertuliskan AMBULANCE itu untuk melaju.


****

__ADS_1


Dirumah sakit,


David langsung di bawa ke ruang penanganan, dokter terbaik terlihat sudah bersiap untuk melakukan operasi pengambilan proyektil yang bersarang di punggung itu.


Sementara Leo kini tengah bersama Bella, Leo tidak sadar jika buku buku tangannya juga terluka akibat perkelahian tadi.


Bella membersihkan tangan Leo dan mengobati luka itu dengan cermat. Dan dengan telaten pula ia membalut tangan kekar itu.


Tatapan Leo masih saja kosong, ia menerawang kejadian beberapa menit yang lalu saat Jessika mengeluarkan air mata kesedihannya untuk David.


Sangat terlihat kecemasan disana, sangat terlihat rasa takut kehilangan disana. Leo menjadi menarik nafasnya dalam, dan membuangnya kasar.


Ia tidak menafikan jika saat ini, wanita yang membuat dirinya tertarik untuk memilikimu itu, bisa saja sudah memiliki perasaan yang lebih. Entahlah.


"Minumlah" ucap Bella memberikan Leo segelas air, setelah ia selesai merawat luka di tangan Leo.


Adrian dan Tomy juga sudah terlihat tiba di rumah sakit itu, ia melihat Vera yang menenangkan Jessika.


Adrian yang melihat dahi Vera terluka, segera menarik lengan wanita muda itu dan memperhatikannya lekat.


Ia juga melihat beberapa goresan di lengan putihnya, membuat Adrian jadi tidak nyaman.


"Sebaiknya kau obati lukamu, nanti bisa infeksi aku akan mengantarmu" ucap Adrian, namun terdengar seperti sebuah perintah yang tidak boleh di tolak.


"Nanti saja, ini luka kecil" ucap Vera.


"Pergilah Ver, aku menunggu disini" ucap Jessika dengan wajah lesunya.


Vera yang di paksa Adrian akhirnya terpaksa menuruti perintah laki laki itu, Tomy yang memandang punggung manusia beda jenis itu, mengembuskan napasnya.


Tiba tiba ia teringat dengan Eka, gadis cerewet yang beberapa bulan lalu sempat merepotkan dirinya.


"Nona Anda tidak apa apa" tanya Tomy memandangi Jessika.


Ia melihat sudut bibir dengan luka yang sudah kering dan nyaris tidak terlihat, ya itu adalah luka akibat tamparan Sherly.


Adrian nampaknya hanya fokus pada Vera,


sampai Jessika yang menjadi sebab musabab mereka menjalankan misi ini tidak menjadi perhatiannya.


"Sebaiknya anda ikut saya nona, luka anda harus segera di tangani" ucap Tomy, padahal Tomy sendiri juga banyak mengalami luka akibat aksi saling serang beberapa jam yang lalu.


Meskipun Tomy memiliki sifat yang dingin, tapi entah kenapa ia begitu mencemaskan Jessika.


Ia juga tahu, jika dua bosnya itu tengah memiliki ketertarikan yang sama pada wanita de depannya ini


"Secepatnya kita akan kembali kemari, sebaiknya nona menurut pada saya. Tuan David tidak akan senang jika melihat kondisi nona masih seperti ini" ucapnya kembali karena tidak mendapat jawaban.


Baru kali ini Tomy berbicara dengan kata yang cukup banyak, biasanya ia adalah orang yang sangat irit dalam bicara.


Mempertimbangkan ucapan asisten dingin itu, membuat Jessika akhirnya mau menuruti ucapnya.


Tomy mengantar Jessika ke ruangan Bella, " permisi" ucap Tomy membuka pintu.


Ia sudah tahu jika bosnya itu ada disana, Leo terperanjat saat melihat Jessika yang datang bersama Tomy.


"Astaga aku bahkan sampai melupakan wanita ini" gumam Leo dalam hati.


Sadar diri, kosong, kalah telak, mungkin itu kata yang bis menggambarkan kondisi perasaannya saat ini .

__ADS_1


Jessika berjalan menuju ranjang di ruangan itu dengan tatapan kosong, baju yang di kenakan Jessika pun sudah sangat acak acakan.


"Astaga, sebentar akan ku bersihkan lukamu" bela berucap sembari memindahkan perkakas yang baru saja ia gunakan untuk mengobati Leo, menuju tempat Jessika.


"Are you Ok" tukasnya karena melihat Jessika yang bengong.


"Iya nona" ia berusaha mengulum senyum, berusaha menguatkan dirinya.


Mata Leo menatap lekat wanita itu, wajah cantiknya kini dihiasi beberapa lebam dan luka. Terlihat rambut yang tidak rapi terpajang jelas di depan matanya.


"Kasihan" satu kata yang muncul dari dasar hati Leo.


Rumah sederhana, pekerjaan yang di desa dulu, wajah neneknya yang keriput disana sini.


Semua hal itu seolah menambah poin rasa keprihatinannya.


Jessika sesekali terlihat meringis kesakitan, saat Bella menempelkan kapas yabg mengandung cairan pembersih anti bakteri ke luka yang terpajang di wajah dan tangan Jessika.


"Auw" ucapnya seraya merasakan perih yang mirip seperti sebuah sengatan.


"Tahan" Bella dengan telaten merawat luka itu, sama seperti saat dirinya merawat Leo.


"Aku permisi dulu" pamit Tomy, ia berinisiatif membelikan makanan untuk semua yang disana, ia meyakini jika perut mereka semua pasti tengah dalam keadaan kosong.


"Baiklah" hanya Bella yang menjawab , sedang dua orang lainnya masih sibuk dengan pikiran mereka.


"Apa kau baik baik saja saat ini" Leo tak bisa menahan diri untuk tak bertanya.


Ia menarik nafasnya panjang, " insyaallah baik".


Leo melirik jam tangannya, menunjukkan pukul 22.07 waktu setempat.


"Mau ku antar pulang setelah ini?" tanya Leo.


Bella berusaha menenangkan dirinya, ia mencoba untuk berpositif thinking, pasalnya Jessika memang sedang membutuhkan orang lain saat ini.


Bukan saat yang tepat untuk cemburu, begitu pikirnya.


"Leo benar, istirahatlah besok kau bisa menemui kak David" ucap Bella yang terlihat memasukkan beberapa peralatan medisnya ke dalam tempatnya.


Jessika juga merasa tak ada kewajiban baginya untuk terus berada disana,status yang masih tidak jelas antara mereka juga menjadikan alasan untuk sebaiknya undur diri dari sana.


"Aku tadi mencarimu, ternyata disini" Vera yang muncul tiba tiba, membuat obrolan mereka terhenti.


"Sebaiknya kalian pul...." Leo berkata namun terjeda.


"Akan ku antar, kau tetaplah disini menunggu kabar dari David" ucap Adrian yang tahu Leo akan mengatakan apa.


*****


"Nona, kalian akan kemana" Tomy bertanya saat berpapasan dengan tiga orang itu, di lorong rumah sakit.


"Aku akan mengantar mereka, biar mereka beristirahat" Adrian mewakili menjawab.


"Bawa ini, sedari tadi kalian belum makan apapun" ia menyerahkan tiga kotak makanan dengan cap tempat makan yang lumayan terkenal itu.


"Biar aku bawakan" lagi lagi Adrian yang mewakili menjawab.


"Boleh aku makan disini, aku sudah lapar"

__ADS_1


Tinggalkan jejak dengan beri like and comment 🙏


__ADS_2