Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 172. Jack Terkena Damprat


__ADS_3

.


.


.


3 Bulan kemudian


Hari ini acara Tiga bulanan Deo, mengikuti acara di desa itu mereka mengadakan selamatan dengan mengundang para tetangga dan juga semua karyawan pertanian cabai yang berada di bawah naungan Darmawan Group.


Kebanggaan serta kebahagiaan sekaligus dirasakan oleh Pak Edy di usia senjanya. Meski putra bungsunya, Leo telah kembali ke kota S. Namun, keberadaan Jessika dan kehadiran Deo dalam kehidupannya sungguh membuat hidupnya lengkap.


Kedua netra pak Edy menerawang. Ia teringat dengan mendiang istrinya yang sudah berada di pangkuan sang khalik.


Ma, anak- anak sudah bahagia. Cucu kita sudah dua ma. Papa bahagia saat ini.


Semoga mama disana juga merasakan apa yang papa rasakan ma.


Sebulir air mata menetes dari netra sendu pak Edy. Pria itu rindu dengan istrinya. Andai nasib masih mengijinkan istrinya untuk tetap hidup, tentulah mereka akan menjadi orang yang paling bahagia saat ini.


" Pa, ayo para tamu sudah datang!" David mencari papanya sedari tadi. Rupanya ia menemukan pak Edy tengah duduk menatap ke arah jendela kamarnya. Namun agaknya, David tahu bila papanya tengah merenung.


Merasa di pergoki, Pak Edy langsung menyusut sudut matanya dengan cepat. Namun David keburu melihat hal itu.


" Papa kenapa pa?" David seketika cemas.


" Enggak Vid, papa cuma bahagia aja. Papa rindu sama mama kamu!" pak Edy menepuk bahu kokoh putranya.


David tertegun sejenak. Ia tahu bila papanya tengah menangis.


" Udah, ayo kita kedepan!" pak Edy meninggalkan David yang masih diam mematung. Mendengar ucapan pak Edy bila papanya itu rindu dengan mendiang mamanya, membuat David merasakan sesak di hatinya.


***


Jack dan Victor masih harus mengurusi Gudang utama di persawahan pagi itu.Ya, meski ia tahu ada acara besar di rumah David, namun tugas mereka juga tak kalah penting. Kedua pria itu kini lebih cenderung menggantikan posisi Tomy sewaktu dulu.


Jack yang memiliki kepribadian sopan kepada orang lain rupanya banyak membuat kaum hawa disana tertarik. Sementara Victor yang lebih kaku, tentu saja membuat banyak wanita lebih segan kepadanya.


" Vic, jangan lupa hari ini elu cek kiriman ke MDC ( singkatan dari Manado).


" Ok aman untuk yang itu, untuk karyawan baru elu udah lapor belum ke bos?" tanya Victor kepada Jack.


Ya, kian melebarnya usaha percabaian di desa itu membuat Darmawan Group harus merekrut banyak pekerja baru.Terutama di bagian devisi produksi, dari pabrik sambal di desa itu.


Dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun saja, pak Edy sudah bisa melebarkan sayap Darmawan Group di bidang produksi hasil cabai. Terutama produk sambal kemasan, dan sambal original dengan rasa kearifan lokal yang kentara.

__ADS_1


Membuat nama perusahaannya, kian dikenal seantero Kabupaten B, juga luar kota.


" Pak, ini kopinya!" terang Sindi salah seorang karyawan perempuan, yang berusia 21 an tahun itu. Wanita itu baru bekerja selama lima bulan disana. Selalu gencar mendekati Jack yang berparas tampan dan selalu bersikap sopan terhadap orang lain.


" Taruh saja disana!" Jack berucap biasa saja. Namun kesopanan Jack, rupanya di salah artikan oleh Sindi. Wanita itu ingin seperti Eka dan Jessika, yang dari ceritanya dulu adalah karyawan disana, dan di persunting oleh para petinggi perusahaannya.


" Emmm, Pak mau makan siang bareng gak?" dengan tidak tau malunya, Sindi menawari Jack yang tengah sibuk dengan beberapa berkasnya.


Semua orang besutan David dan Leo adalah pria dengan segala kecerdikan dan kelebihannya. Mampu menguasai segala macam bidang, dan persenjataan. Bahkan kepandaian mereka, diatas rata-rata. Semua itu karena kepiawaian Adrian dan Leo dalam merekrut pekerja di lingkup Darmawan Group.


Jack menatap wajah Sindi yang senyam senyum tak jelas.


" Saya sibuk, maaf ya!" dengan senyum yang di paksa, Jack menjawab ucapan Sindi. Membuat wanita itu langsung berengut dan melesat pergi.


Dan saat Sindi sudah hengkang dari tempat itu, Victor tertawa terbahak-bahak. " Ciee yang dibuatkan kopi ayangnya!!" cibir Victor.


" Iri lu ya, nih buat elu aja...siapa tahu dia balik ngejar elu!!" Jack mendengus kesal. Dan hal itu justru membuat Victor kian terbahak-bahak.


****


" Ayo Pak, Bu ..nambah lagi!" Jessika menyapa para karyawan suaminya yang pagi menjelang siang itu sengaja di undang untuk menghadiri acara tiga bulanan Deo , putra sulungnya.


Sebenarnya hanya sebagai sarat saja acara itu di gelar, nasi kulup dengan jenang abang sebagai tradisi wajib tak boleh di lewatkan. Menandai bila bayi Deo yang telah genap berusia tiga bulan.


Banyaknya karyawan David di sektor percabaian itu, kini menginjak di angka seribuan lebih. Dan belakangan ini, David bersama Tomy juga tengah merancang perusahaan Ground Handling . Perusahaan penyedia jasa layanan untuk pengurusan penumpang dan pesawat di Bandara Kabupaten B itu.


" Bik, nanti tolong semuanya di bagikan ya!" ucap Jessika kepada Bik Darmi. Ya, Jessika sengaja memberikan beberapa hampers bagi karyawannya yang akan bertukar sift itu.


" Mas, nanti kamu kasih tau Jack sama Victor buat kasih tau karyawan yang lain , yang udah selesai jam kerjanya buat kemari. Makanannya masih banyak!" tukas Jessika.


" Aman, habis ini aku laksanakan titah dari mama Deo!" David mencium pipi istrinya.


" Papa Deo kok selalu gak ingat tempat ya?" Jessika berengut kesal. Suaminya itu main sosor saja saat berada di antara orang lain.


" Aman gak ada yang lihat!" David terkekeh.


****


Jelang pergantian sift, Victor memberikan pengumuman kepada pak Eko yang masih menjabat sebagai kepala mandor disana, untuk menginformasikan kepada para pekerja untuk segera menuju kerumah besar pak Edy.


Sesuai permintaan Jessika, para karyawan menyambut riang himbauan dari kepala mandor itu. Mereka teramat bersyukur diberikan atasan yang sesuai dengan nama perusahaan yang mereka tempati. Darmawan yang berarti pemberi.


" Udah selesai belum, kita balik dulu ke Bu Jessika yuk. Aku gak enak dari tadi ditelpon sama beliau terus. Suruh makan siang disana!" terang Jack kepada Victor yang masih sibuk dengan laptopnya.


" Bentar nanggung!" sahut Victor.

__ADS_1


Ya, kedua pria itu agaknya kini merasa sungkan dengan kebaikan bosnya. Mereka yang masih membujang di usia 25 an tahun itu, nampaknya lebih senang dalam urusan menenggelamkan diri ke kesibukan pekerjaan.


" Lu yang bawa!!" ucap Jack seraya melemparkan kunci mobil, kehadapan Victor.


" CK, selalu aja!!" gerutu Victor.


Lokasi rumah besar pak Edy dan gudang utama memang tak jauh, hanya berkisar sepuluh menitan saja.


Namun saat di perjalanan, Victor menyetir sambil membalas pesan teman dekatnya. Membuat pria itu yang tak melihat jika ada wanita yang memanggul sebuah rumput dengan jumlah banyak, seketika mengentikan remnya mendadak.


" Anjing ni orang, lu kenapa sih!!" sungut Jack yang kesal karena Victor menginjak pedal remnya secara mendadak.


" Gue nabrak orang Jack, sialan!!" Victor dengan gusar melepas sabuk pengaman yang ia kenakan, sejurus kemudian ia membuka pintu dengan tergesa-gesa.


Jack memanjangkan lehernya melihat keadaan di depan. Pria itu tak melihat bila ada manusia yang mendadak menyebrang di depan mobilnya karena tengah memejamkan matanya sebentar.


Kini Jack juga turun dari mobil. Dan benar, ia melihat seseorang yang beringsut ke tanah dengan rumput gajah yang sudah berserakan.


" Maaf saya tadi tidak..!" Victor merasa bersalah sekali. Ia sadar telah lalai saat mengemudi di jalan desa itu. Jalanan yang biasanya banyak orang dengan segala aktivitasnya, untuk berlalu lalang.


" Matane !!" rupanya yang memanggul setumpuk besar rumput gajah itu, adalah seorang wanita.


" Wong sugih mesti sak penak' e dewe, jancok!!( Orang kaya selalu seenaknya sendiri, jancok!!)


Wanita itu mengumpat seraya berdiri, dan membenarkan letak topinya yang miring. Wanita itu berengut kesal seraya menatap bengis wajah Jack dan Victor secare bergantian.


Jack yang memang bisa bahasa Jawa itu, seketika membulatkan matanya karena terkejut. Wanita yang tak senagaja mereka tabrak itu, agaknya bukan wanita lemah.


.


.


.


.


Dear pembaca, maaf jika author agak lama up dalam novel ini . Tapi setelah ini, insyaallah akan up rutin.


Seperti kebiasaan mommy, mommy akan mengisahkan semua kisah cinta para pemain yang berada di dalam novel sebagai pengiring kisah tokoh utama.


Yang belum baca karya kedua ku, yuk cuss.


Dijamin bakal suka.


Salam sehat selalu

__ADS_1


__ADS_2