Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 67. Aku juga jatuh cinta kepadanya


__ADS_3

.


.


.


"Maaf tuan ada apa ini" tanya perawat yang melihat Leo membopong Jessika dan berlari bersama Tomy.


"Apa matamu buta, cepat tangani wanita ini" ucap Leo yang marah.


Seketika perawat itu takut dan segera mengambil brankar, kemudian meletakkan tubuh Jessika diatasnya.


Mereka mendorong Jessika melewati lorong rumah sakit menuju ruang tindakan.


"Silahkan tunggu disini tuan" ucap perawat itu, kemudian menutup pintu ruangan itu.


"Kau harus selamat Jessika, apa yang terjadi" Leo mengusap wajahnya dengan kasar.


Tomy yang melihat bosnya frustasi hanya bisa diam, ia tidak mau mengganggu bos yang tengah panik itu. Akan sangat menjadi masalah nanti jika ia membuat kesalahan, disaat situasi hati Leo tengah tidak baik.


Kondisi Leo sudah sangat acak acakan, bajunya pun sudah bersimbah darah, ia sudah tidak bisa lagi menyembunyikan kekhawatirannya terhadap Jessika, pada banyak orang.


Ia mendudukkan tubuhnya di kursi rumah sakit itu dengan lesu, "Tomy perintahkan orang mu untuk mecari tahu penyebab semua ini, kau harus pastikan dia harus merasakan apa yang Jessika rasakan.


Leo bertitah kepada Tomy dengan murka, Tomy yang paham itupun menganggukkan kepalanya tanda mengerti, jika Leo sudah seperti ini maka semua yang di inginkan oleh bosnya itu harus terealisasikan.


****


Saat David tiba di Rumah sakit milik keluarga Bella itu, ia teringat dengan handphone milik Leo yang jatuh karena terburu buru saat menolong Jessika di cafe tadi.


Ia membuka handphone milik Leo, " bisa bisanya dia tidak memberikan sandi atau kode pengaman apapun di ponselnya" David berkata sendiri, dengan posisi masih di depan kemudi.


Entah mengapa ia menjadi kepo dengan isi ponsel milik adiknya itu, ia lantas membuka galeri yang ada disana, betapa terkejutnya David yang mendapati ada banyak foto Jessika di ponsel Leo.


"Duaaaarrrr" bagai tersambar petir, David amat terkejut melihat isi galeri ponsel milik Leo.


Disana ada banyak sekali foto foto Jessika, mulai dari foto saat Jessika masih bekerja di persawahan, saat ia tersenyum bersama Eka dan Arin saat memetik cabai, saat dirinya tampil di acara tasyakuran papanya beberapa bulan yang lalu semua ada disana.


David makin terkejut saat melihat nomer Jessika yang dia beri nama CALON ISTRI


David benar benar tak percaya, ia juga tidak peka dan tidak mengerti bahwa adiknya selama ini menyukai wanita yang sama, wanita yang juga menjadi pusat perhatian David beberapa hari ini.


"Jadi selama ini...." David memejamkan matanya sesaat, ia menghembuskan nafasnya kasar.


Ia lantas turun dan mencari keberadaan Leo yang ia yakini pasti tengah berada di dalam.


Tap,,tap ,,tap,,,

__ADS_1


Suara langkah sepatu terdengar berjalan ke arah Leo dan Tomy, yang masih menunggu kabar dari dalam ruangan gawat darurat itu.


"Tomy apa kau tau ponselku ada dimana" tanya Leo yang bingung, sambil meraba saku celananya.


"Saya tidak mem....." ucapan Tomy terjeda karena David lebih dulu menyelanya.


"Apa kau mencari ini?" tanya David pada Leo sambil memegang ponsel itu, dan mengangkatnya ke udara.


"Apa itu ponselku, dimana bang David menemukannya?" tanya Leo sambil meraih benda pipih itu.


"Kau terlalu mencemaskan Jessika, sehingga barang berharga mu pun kau tidak mempedulikannya" ucap David ironi.


Leo yang mendengar ucapan kakaknya itu, sedikit paham arah pembicaraannya menuju kemana.


"Jangan jangan bang David membuka ponselku tadi" batin Leo berbicara.


"Kenapa kau tidak jujur padaku sedari awal Leo!!!!" David berteriak dengan keras kepada Leo, Tomy langsung terkejut bukan main.


"Apa maksud bang David, dan jujur untuk hal apa" Leo menatap tajam kakaknya yang baru saja membentaknya itu.


Tomy akhirnya menyadari jika mungkin David sudah mengetahui bahwa Leo telah menyukai Jessika, ia juga yakin bahwa David juga menyukai wanita yang sama.


"Astaga apa mereka akan bertengkar disini" ucap Tomy dalam hati.


"Kau menyimpan perasaan kepada Jessika kan, kenapa kau tidak mengatakan hal itu kepadaku" ucap David sambil mencengkram kerah baju adiknya itu.


"Jika bang David tahu pun, apa yang akan kau perbuat? membuat dirinya untuk mau kepadaku? atau kau malah ingin merebutnya dariku" ucap Leo tak kalah keras dari David.


"Setidaknya aku tidak akan menaruh rasa kepadanya Leo!!!!" ucap David yang meninju dinding itu dengan keras, melampiaskan kekesalannya.


David merasa tak karuan saat itu, dia mulai jatuh cinta pada Jessika. Tapi saat keadaan krusial seperti ini ia justru malah mengetahui jika adiknya menyukai gadis yang sama.


Jika saja dirinya tau dari awal bahwa Leo menyukai Jessika, ia pasti akan menepis semua perasaannya sebelum terlanjur seperti saat ini.


Jika orang lain yang menaruh rasa pada Jessika, David tidak akan keberatan dia pasti akan bersaing secara sehat.


Namun kali ini, ia bingung harus bagaimana. David sudah terlanjur jatuh cinta pada Jessika, namun ia juga tidak ingin mematahkan hati Leo.


Bagaimana caranya agar dia tidak menyakiti hati Leo, namun ia juga bisa mendapatkan cinta dari Jessika. David merasa lemas, ia beringsut kelantai dengan keadaan yang kacau.


"Pantas saja beberapa waktu yang lalu sikapmu berubah kepadaku Leo" ucap David dengan suara lirih.


"Aku bahkan sudah menyatakan perasaanku kepadanya, tapi dia menolakku" ucap Leo mensejajarkan tubuhnya dengan David yang masih berada di lantai.


David hanya menoleh pada Leo, melihat wajah adiknya itu yang terlihat sedih.


"Kau tahu, hatiku sakit saat melihatmu bersama Jessika sewaktu dia tampil di acara papa, aku juga cemburu saat melihatmu bersamanya saat di acara ulang tahun Bella, sepertinya dia lebih menyukaimu dari pada aku bang" ucap Leo sambil menangis.

__ADS_1


Tomy menatap mereka berdua heran, seorang CEO Darmawan Group beserta adiknya yang juga masuk dalam jajaran orang penting di kota ini, bisa terlihat sangat kacau hanya karena seorang wanita.


"Jadi kau tau malam itu" David bertanya sambil menoleh kepada Leo.


"Kau sering bersamanya, kau lebih beruntung dariku" ucap Leo dengan tatapan kosong.


Tiba tiba terdengar suara pintu terbuka, " keluarga pasien" tanya perawat itu.


Seketika mereka berdua berdiri dan menuju ke ruangan itu.


"Gimana sus, kami orang yang bertanggungjawab" ucap Leo masih dalam mode panik.


"Anda diminta ke ruangan dokter, karena ada beberapa hal yang perlu di sampaikan" ucap perawat itu.


Sesampainya di ruangan dokter,


"Mohon maaf anda siapanya pasien?" tanya dokter itu.


"Kami orang yang bertanggungjawab, dia karyawan rekan saya" jawab Leo.


"Jadi begini tuan, pasien banyak mengeluarkan darah dan harus segera mendapatkan transfusi darah.


Pasien memilik golongan darah O, dan kebetulan stok darah O kami sedang kosong" ucap dokter menerangkan.


"Anda bisa mengambil darah saya dok, saya bergolongan darah O" ucap Tomy dengan wajahnya yang datar.


David dan Leo menatap ke arah Tomy, mereka merasa lega.


"Baiklah anda bisa ikut saya untuk proses donor" ucap dokter


*****


Vera yang mendapat kabar jika teman baiknya itu di bawa ke rumah sakit ,segera bergegas menuju tempat dimana Jessika tengah dirawat.


Saat sampai dirumah sakit, ia bertemu dengan Bryan dan Bu Maya. Akhirnya mereka bersama sama mencari keberadaan Jessika.


Bryan yang sudah menghubungi Leo, segera menuju ke tempat dimana mereka berada.


"Leo bagaimana keadaan Jessika" Bryan bertanya dengan wajah panik, saat ia sudah bertemu dengan Leo.


"Dokter berkata jika ia banyak kehilangan darah, Tomy saat ini sedang di transfusi darahnya untuk di donorkan kepada Jessika" ucap Leo memberi penjelasan.


"Tuan kenapa teman saya bisa mengalami kejadian ini" tanya Vera cemas.


"Aku juga belum tahu pasti, Adrian sedang mengurus semuanya. Kau tenanglah, sebaiknya kita berdoa agar Jessika bisa segera mendapat penanganan terbaik" jawab David menenangkan Vera.


Tinggalkan jejak dengan like and comment 🙏

__ADS_1


__ADS_2