Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 30. Tasyakuran


__ADS_3

.


.


.


David yang keluar dari kamar bersama Leo segera mencari keberadaan sang papa, sejak ia tiba tadi ia bahkan belum menemui sang papa.


"Sepertinya papa diluar bang, mungkin masih ngobrol sama pak Sis" jawab Leo sambil sesekali menengok kanan kiri depan belakang😁, untuk mencari sosok wanita yang kini bersemayam di hatinya itu.


David yang melihat tingkah adiknya itu angkat bicara" Ngapain lu clingak clinguk kaya orang tersesat aja" tanya David sambil berjalan beriringan dengan Leo.


"Owh ga ada bang, itu sepertinya pekerja papa udah pada pulang dulu, tadi rumah kita ramai sekrang agak sepi"


Leo masih tidak berani memberitahu pada siapapun perihal isi hatinya itu.


Akhirnya setelah obrolan singkat itu, David mendapati ayahnya di halaman depan tengah duduk santai bersama pak Sis dan Adrian.


"Tu om anak om baru bangun tu" ucap Adrian pada pak Edy.


Pak Edy segera menoleh ke arah David dan Leo yang sedang berjalan" Astaga David darimana saja, kenapa kamu baru muncul".


"Aku habis tidur pa, ga tau berasa capek banget tadi" ucapnya sambil memeluk sang papa.


Pak Edy juga memeluk anaknya erat, meskipun hanya waktu sepekan lebih tidak berjumpa, namun manusiawi jika ia rindu pada sang anak.


"Papa bahagia hari ini kalian semua bisa datang kemari, katanya kamu mau bawa calon mu? kenapa tidak jadi kau ajak kenari David, Hem?"


Saat David hendak menjawab tiba tiba Tomy muncul dari arah belakang dan terlebih dahulu menyapa pak Edy sebagai orang tua dan sedari tadi ia belum bertemu "Selamat sore tuan apa kabar?" ucap Tomy sambil membungkuk hormat dan menjabat tangan pak Edy.


"Huft untung saja Tomy datang, aku akan bicara 4 mata ke papa nanti" batin David.


"Halo Tom saya baik terimakasih selalu setia pada anak anak saya, kamu dari mana kenapa kalian bertiga tidak bersama" ucap pak Edy.


"Dan itu juga, kenapa kau sudah ganti baju Tom" tanya Adrian yang melihat Tomy sudah tidak menggunakan pakaian yang Adrian lihat saat mereka baru keluar kamar tadi.


"Saya baik om, tadi saya bantu bersihkan ikan di belakang om" ucapnya datar.


Hahahaha mereka semua terkikik geli, pasalnya bagaimana bisa pria sedingin Tomy bisa dengan cepat akrab apalagi sampai membantu orang lain untuk membersihkan ikan.


Leo tertawa geli, ia menduga pasti Tomy bertemu dengan Eka. Karena pada saat Leo di depan tadi melihat Eka turun dari mobil dan membawa kantong besar berisikan ikan.


Tapi bagaimana ceritanya sampai Tomy bisa membantu Eka itu masih jadi misteri buat Leo.


****


Bu Santi selaku istri kepala mandor disitu turut memberikan komando bagi para istri mandor yang lain.


Mereka bahu membahu menyelesaikan pekerjaan yang hampir beres itu.


"Bu Ayu tolong itu di tata di sebelah sana, Buah- buahan nya juga tolong di tata yang bagus ya, kalau es nya biarkan saja disana" ucap Bu Santi pada Bu Ayu yang juga terlibat kegiatan itu.


Setelah semua beres, tempat sudah siap, makan dan kue juga minuman sudah selesai di tata untuk jamuan selepas magrib nanti mereka bergegas untuk pamit dulu.


Putri mengekor di belakang bundanya, dan saat ia di sampai ditempat dimana ayahnya berada ia terkejut karena banyak lelaki tampan disana.

__ADS_1


"Duh nyesel aku dari tadi gak ikut ayah dan siapa lagi tu kenapa semua ganteng , emmmmmm" ucap putri dalam hati.


Pak sis yang melihat istri dan anaknya yang berjalan kearahnya angkat suara " Sudah selesai Bun?"


"Sudah yah semua sudah beres, tadi ada bik Darmi di belakang yang nungguin" ucap ya pada suaminya itu.


Sementara putri melihat satu persatu wajah pria tampan selain 3 orang yang dia kenal, Leo, pak Edy dan ayahnya.


"Oh iya nak Putri ini kenalkan kakaknya Leo, namanya David. Dan david kenalkan ini putri, anaknya pak Sis" ucap pak Edy memperkenalkan.


Putri yang merasa namanya disebut itu mengulurkan tangannya terlebih dahulu kepada David " Putri" ucapnya, " David" balas David tanpa berkata lagi.


"Kedua putra pak Edy sangat tampan, aku harus bisa mendekati salah satu dari mereka" batin putri dengan senyum liciknya.


Kemudian pak Edy saling memperkenalkan orang yang disan, Bu Santi, Adrian dan juga Tomy. Sehingga mereka saling jabat tangan.


"Dimana Devan yah? tanya Bu Santi pada suaminya.


"Dia di depan tadi bermain bersama teman-temannya"


" Baiklah pak, kami pamit dulu mau membersihkan diri dulu, sudah mau magrib rupanya" ucap pak sis sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


****


Selepas Maghrib terlihat rumah pak Edy sudah penuh dengan orang, acara tasyakuran atas keberhasilan usaha pertanian milih pak Edy di desa itu sungguh membuat hampir semua warga disana menjari repot.


Pegawai, para mandor dan juga orang orang sekitar semua di undang untuk acara makan bersama dengan keluarga pemilik Darmawan Group.


Disana juga sudah hadir beberapa tokoh masyarakat, juga tokoh agama. Pak Edy terlihat sumringah bisa menggelar acara seperti itu, ia ingin berbagi kebahagiaan bersama orang-orang di desa itu.


Semua sudah hadir tak terkecuali Jessika dan dua sahabatnya, mereka terlihat sangat cantik dengan make up mereka yang natural.


Inilah alasan mereka selalu menutupi seluruh badan mereka dengan baju panjang, untuk menghindari sengatan matahari.


"Wah Jes, kamu cantik banget duh beda banget sama kalau pas lagi di sawah" ucap Eka yang selalu bar bar.


"Ya kali aja dia mau pakek Capil kesini ka, aneh aneh aja" Arin menimpali dengan memutar bola matanya malas.


"Aku ga ada duit receh buat kalian" ucap Jessika pada kedua sahabatnya karena memujinya.


Mereka bertiga mengobrol asyik sampai tidak menyadari kedatangan para pria tampan dibelakang mereka,


"Ehem ehem" Leo sengaja berdehem membuat tiga wanita itu menoleh ke sumber suara.


David, Leo, Adrian dan juga Tomy mereka terlihat tampan dengan gaya mereka masing masing, membuat siapa saja yang melihat berdecak kagum dibuatnya.


"Wah Den Leo, anda tampan sekali" ucap Eka sembari menaruh tangannya di dada yang dia genggam , langsung tanpa sensor karena terkagum pada mereka dan sukses membuat Arin menyenggol lengan sahabatnya itu.


"CK mulutmu ka, jangan buat malu dong! ucap Arin berbisik.


Leo yang mendapat pujian itu hanya tersenyum, "terimakasih kalian juga cantik" ucapnya pada mereka bertiga sambil melihat Jessika yang malam itu terlihat sangat cantik.


Bahkan David tak berhenti memandangi pemandangan indah di depannya itu.


Eka yang melihat Tomy ada di barisan para petinggi kerajaan itu sontak membulatkan matanya, " loh kok dia ada sama rombongannya den Leo, astaga jangan jangan dia orang penting lagi, aku kira tukang sound system haduh gimana kalau dia lapor ke den Leo kejadian tadi siang, bisa malu aku" ucapnya di dalam hati .

__ADS_1


Jessi juga larut dalam pikirannya sendiri karena melihat David berdiri disana tengkuknya tiba tiba merinding, karena ia teringat kejadian tadi siang yang begitu menggelikan itu.


Arin memandangi wajah kedua sahabatnya itu secara bergantian, mereka berdua sama sama diam terpaku karena larut dalam lamunannya memikirkan kejadian tadi siang " Woy! malah ngelamun " ucapan Arin dan di barengi senggolan tangannya itu sukses membuat Jessika dan Eka kembali pada kesadarannya.


"Kami memang ganteng jadi biasakan mata kalian ya di beberapa jam kedepan hahahaha" ucap Adrian pada mereka dan membuat para pria tampan tersenyum, kecuali Tomy.


David bingung mau berbicara apa, pasalnya ia juga teringat saat sepekan yang lalu dia berkata kurang enak pada Jessika saat jaketnya tanpa sengaja terkena tumpahan es


milik Jessika.


Sementara Tomy hanya diam menyimak perbincangan mereka sambil sesekali membalas chat di ponselnya, karena dia selalu berkoordinasi dengan bawahannya terkait perusahaan milik David dan Leo di kota.


****


Suasananya begitu ramai, selain para mandor dan pekerja persawahan, di rumah itu juga terlihat Kepala Desa dan para tokoh masyarakat dan pastinya masyarakat sekitar persawahan juga tokoh agama yang sudah hadir.


Pekarangan rumah pak Edy yang luas itu semakin memudahkan penataan tempat diadakannya acara tasyakuran itu.


"Selamat malam para hadirin sekalian, yang kami Hormati Bapak Edy Darmawan selaku Dirut Darmawan Group, Bapak kepala desa, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat para karyawan yang kami cintai.........." dan seterusnya.


Pak sis di dapuk menjadi pemandu jalanya acara malam itu, ada beberapa rentetan acara yang di jabarkan.


Selain acara makan besar bersama disana, pak Edy rupanya memberikan beberapa kata sambutan yang berisi ucapan terimakasihnya atas dedikasi para pekerja selama ini, para masyarakat dan dukungan dari pemerintah setempat yang memberikan ijin untuk didirikannya usaha milik pak Edy di desa tersebut.


Di kesempatan itu pula, pak Edy memberikan sejumlah bantuan untuk perbaikan jalan, pembangunan fasilitas tempat ibadah dan penerangan lampu jalan serta tak lupa untuk orang yang tidak mampu.


Dan di tengah tengah acara sebelum acara makan makan dimulai tak lupa ustadz yang sudah di undang tadi memimpin doa untuk keselamatan Pak Edy sekeluarga serta para pekerja saat bekerja di tempat itu, dan supaya hasil yang di dapatkan bisa berkah untuk semuanya.


Seluruh warga sangat merasa senang dan tentunya sangat mengapresiasi kebaikan pak Edy, sosok yang kaya namun begitu bersahaja.


Mereka semua beruntung karena kehadiran pak Edy bersama keluarga dan usahanya itu membuat roda perekonomian di desa itu menjadi lebih baik, selain menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal pak Edy adalah orang yang dermawan, sesuai dengan mamanya Edy Darmawan yang dalam bahasa Jawa berarti Baik dan mudah memberi.


****


Putri yang sudah hadir disana menatap tak suka pada Jessika yang diketuai tengah bersama Leo, David dan dua asistennya itu.


Kemudian dia berjalan dan mendekat ke tempat mereka berada" Hai kak Leo" sapa putri yabg membuat semua yang disana menoleh pada sumber suara.


"Hiiiisss nenek lampir kok ada disini, sejak kapan dia datang? ucap Eka spontan dengan suara pelan sehingga putri tidak mendengar namun Tomy dan Adrian bisa mendengar ucapan Eka itu.


"Eh putri sudah dari tadi kamu datang?" Leo menjawab biasa.


"Iya kak, tadi bunda kebelakang bantuin ibu ibu" Jawabnya seraya memandang sinis Jessika.


Adrian yang melihat suasana menjadi canggung segera memecah keheningan "Hey, apa kalian tidak ingin mencicipi masakan disana? sepertinya enak enak".


"Iya ayok emmm itu juga sudah sepi yang antri" ucap Arin menambahi.


Setelah acara seremonial usai, juga para petinggi kerajaan yang saling memberikan sambutan juga sudah selesai, tiba saatnya mereka untuk makan jamuan bersama secara prasmanan.


.


.


.

__ADS_1


.


Dukungan author dengan memberi like comment dan vote ya, biar makin semangat nulisnya🙏


__ADS_2