Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 142. Beraksi


__ADS_3

.


.


.


Rombongan Mayang berhasil membuat pergerakan Tomy dan Vera lumpuh.


"Breng sek!! kali ini Vera mengumpat, demi menyadari jika ia tengah terkepung.


"Turun!!" Mayang menggebrak kaca mobil yang di tumpangi oleh Vera, Tomy dan dua orang anak bua mereka.


Mau tidak mau, mereka berempat harus turun seraya mengangkat kedua tangan mereka. Pasrah akan kekalahan.


Bahkan Tomy dengan kaki pincang harus turun dengan susah payah.


Mayang beserta anggotanya, melucuti senjata yang dibawa oleh Vera dan Tomy.


Namun perasaan dalam kemenangan Mayang, hanya bersifat fana. Mereka tidak tahu, bila anggota dari anak buah Tomy juga sudah mengikuti mereka.


"Wiuwuwuuwwu" suara sirine mobil anak buah Tomy.


Raut wajah Mayang seketika berubah menjadi pias, lantaran melihat berkompi- kompi pasukan yang datang.


"Si al!!" Mayang mejadi ciut nyali, demi melihat berpuluh-puluh orang yang turun dari mobil itu.


Membuat Tomy juga Vera menarik sudut bibirnya, senyum penuh kemenangan, dan sejurus kemudian,


Bought


Vera dengan gerakan cepat menendang perut Mayang, membuat wanita itu mundur kebelakang.


Membuat semua senjata yang di rampas oleh Mayang, berhamburan ke tanah.


Mayang menatap tajam Vera, yang berani mengusiknya.


"Beraninya kau!" Mayang tentu saja tidak terima.


"Majulah!, women to women!" ucap Vera bersiap.


Sementara pasukan Mayang yang tak seberapa itu sudah pasti kalah telak dengan serbuan anak buah Tomy.


"Kalian bereskan kacung kacung itu!, aku akan menonton aksi seru!" ucap Tomy.


"Baik bos!!" dengan sigap, anak buah Tomy menghajar, mematahkan, bahkan tak segan menembak anak buah Mayang.


Mayang yang melihat anak buahnya berjatuhan, menjadi semakin geram.


"Beraninya kalian!!!" Mayang kini bangun dari aksi jatuhnya, sehabis di tendang oleh Vera.


"Wow, aku akan jadi penonton saja. Sepertinya sangat seru!"


Dug


Bought


Kraaaak


Vera tak segan menendang wanita itu dengan gaya Capoeira, meninju wajahnya, serta memiting tangannya hingga terdengar bunyu yang ngeri.


Benar benar diluar dugaan.


"Breng sek!!!" bibir Mayang sampai mengeluarkan darah segar.


Ia kini kembali terjerembab ke tanah, seraya menatap penuh permusuhan kepada Vera dan Tomy.


Mayang kini bangkit, berusaha melakukan perlawanan.


Dhuaaag!! Kali ini pukulan Mayang mengenai lengan Vera, membuat kekasih Adrian itu meringis kesakitan.


Bough


Pukulan kedua berhasil membuat sudut bibir Vera sobek.

__ADS_1


Vera menyusut sudut bibirnya yang basah, menatap Mayang penuh kebencian. Aura disana makin mencekam.


Mereka saling mengepalkan tangan, bersiap melayangkan pukulan.


Bought


Vera meninju pipi wanita itu," itu untuk kekurangajaranmu, karena berani menyakiti sahabatku!!" ucap Vera dengan nafas memburu.


"Arrrrggghhh" Mayang merasa kesakitan.


Dan ini, chlaaaaggghhh


Vera membanting tubuh wanita itu ketanah," dan ini untuk sikapmu yang tidak manusiawi, terhadap temanku!"


Vera menyerang Mayang dengan membabi buta, tak memberikan kesempatan barang sejenak bagi Mayang untuk membalas pukulannya.


Mayang tengah memejamkan matanya, meringis kesakitan yang luar biasa.


"Wow, Adrian. Seharusnya kau melihat ini!" Tomy lagi lagi kagum dengan ketangkasan Vera.


Ia bahkan berseloroh sendiri.


Lagi lagi Vera menendang, membuat wanita itu nyaris saja mati.


"Cukup Ver, biarkan dia hidup. Dia masih harus membersihkan nama Tuan David kepada nona Jessika!!"


****


Jack, Victor tengah berhasil menumpas para penjahat yang menyerangnya. Termasuk pria berwajah bopeng tadi.


Jack memiting leher pria itu, hingga patah.


Entah tewas, atau hanya sekedar tak sadarkan diri. Ia tak tahu, dan tidak mau tahu.


Yang jelas mereka berdua meninggalkan tubuh beberapa pria sialan disana tadi, dengan keadaan mengenaskan. Kacau balau.


.


.


Bought Bough Bough


Leo meninju wajah salah satu anggota pria jahat itu, hingga darahnya muncrat.


Benar-benar manifestasi dari luapan amarah dan kekesalan. Bella pasti sudah pingsan, bila mengetahui kekejaman suaminya saat menghadapi musuh.


Dor dor dor


Adrian lebih memilih mengakhiri pertempuran itu dengan tangan bersih, tembakannya melesat tepat mengenai perut musuhnya.


Entah pingsan, atau bahkan tewas. Adrian melenggang begitu saja, Melawai tubuh tak berguna yang tumbang karena ulahnya.


Leo dan Adrian sudah selesai dengan musuh mereka, dengan nafas yang kembang kempis mereka berusaha berlari guna mencari rekan mereka yang lain.


***


"Bos!" ucap Jack yang tengah bersama Victor berlari ke arah Leo dan Adrian.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Leo.


Jack dan Victor mengangguk," aman bos, hanya saja kita tidak tahu nasib Tomy dan Vera" ucap Victor dengan raut khawatir.


Namun sejurus kemudian, terlihat sorot lampu mobil yang datang ke arah mereka.


Membuat mereka menutup wajahnya dengan tangan mereka, guna menghalau silau yang di timbulkan oleh lampu.


"Sayaaang!!" ucap Adrian berlari dan berniat menghambur ke pelukan Vera, namun saat sudah berada di dekat Vera, ia justru menghindari Adrian.


Dan, bruuk


Adrian jatuh tersungkur ke pasir, membuat semua yang disana tertawa.


"Hahahaha" suara Jack kini lebih kencang dari pada yang lain, membuat Leo menutup kedua Indra pendengarannya.

__ADS_1


"Sayang, kau tega sekali!" Adrian merajuk, ia mengerucutkan bibirnya.


"Kau ini, benar-benar!" Tomy menggelengkan kepalanya.


Mereka menggunakan mobil, dengan bak yang kosong di bagian belakang.


"Mayang sudah berhasil kami ringkus!" Vera berucap kepada Leo.


Leo memanjangkan lehernya, guna melihat tubuh Mayang yang sudah di borgol double, dengan wajah yang sudah di tutup lakban.


"Buka lakbannya!" titah Leo.


Krakkk


Tomy menarik lakban itu, dengan kasar.


"Ups sory!!" ucap Tomy sengaja.


"Auuww" Mayang merasa kesakitan, saat tarikan kuat dari lakban itu seolah menguliti bibirnya.


Wajah Mayang sudah babak belur, hasil karya Vera yang mengajar habis habisan wanita licik itu.


"Ini semua hasil karya kesayangamu! ucap Tomy pada Adrian, dengan terkik geli.


"Astaga, benar begitu sayang?" Adrian sungguh merasa khawatir.


Adrian kini sudah berada di samping Vera, menangkup wajah kekasihnya.


"Astaga, kau terluka sayang" ucap Adrian khawatir.


"Mulai lebay" Jack seolah muntah, dengan sikap Adrian yang lebay.


"CK, ini tak berarti apa apa!" Vera menurunkan tangan kekar kekasihnya itu.


Leo terlihat mendekat ke arah Mayang, yang memberikan tatapan permusuhan.


"Siapa yang menyuruhmu!" tanya Leo.


Mayang tak mau menjawab, ia masih diam seribu bahasa.


"Katakan siapa yang menyuruhmu!!" Leo berteriak keras, dengan bola mata yang hampir saja keluar.


Membuat semua yang disana takut, bos-nya itu saat ini benar benar marah.


"Kenapa kau tidak mencari saja kakak dan papamu, barangkali kau akan tahu jawabannya"


Mayang menatap tajam Leo.


"Atau lebih baik kau segera cari keluargamu, sebelum mereka menjadi mayat!" ucap Mayang dengan berani.


Membuat Leo geram tak tertahankan.


"Wanita kurang ajar!!!"


"Jangan Bos!!" Tomy menahan tangan Leo, yang sudah akan menampar mulut wanita ja lang itu.


"Jangan!" Tomy menggelengkan kepalanya.


"Kita masih membutuhkan dia, untuk membersihkan nama Tuan David!" ucap Tomy mengingatkan.


"Arrrrggghhh!" Leo meluap kekesalannya dengan menggebrak kaca mobil itu.


"Pastikan wanita sialan ini tidak kabur!"


"Jack, Victor ikut aku!!"


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2