Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 21. Jangan pernah bermain api jika tidak ingin terbakar


__ADS_3

.


.


.


Jika David sudah terhenti fikirannya karena matanya sudah terpejam dan mimpi sudah jauh membawanya, berbeda dengan dua anak manusia yang tengah kalut dan di selimuti kegundahan.


"Alex! kenapa kamu tidak melawannya tadi heh?", kata Sherly kepada kekasih gelapnya itu dengan keadaanya yang kacau.


"Apa kau buta? dia menyerangku tanpa ampun bahkan aku saja tidak sempat memakai pakaianku", jawab Alex tak mau kalah sembari mengobati wajahnya yang sudah babak belur.


"CK, aaaaaarggggghh kenapa aku sampai kecolongan, aku sudah mengecek handphone ku, dia bahkan tidak memberitahuku kalau dia akan pulang", ucap Sherly frustasi.


"Sudahlah Sher, semua sudah terjadi dan untuk apa juga kau masih mengharapkannya?, jika dia memang mencintaimu dia pasti sudah menikahi mu, tapi apa kalian sudah 3 tahun berpacaran, tapi apa?"


jawab Alex yang membuat Sherly terdiam karena memang begitulah keadaanya.


Padahal mereka tidak tahu jika kepulangan David dari desa kali ini dia ingin memberitahu Sherly bahwa dia kan menikahinya.


Sherly adalah wanita dengan gairah yang tinggi ia tidak bisa melepaskan gaya Free *** nya itu, apalagi David sering meninggalkannya keluar kota.


Pertemuannya dengan Alex secara tidak sengaja saat dia berbelanja bersama teman-temannya di sebuah pusat perbelanjaan di kota itu, berujung skandal yang saat ini telah terbongkar.


Alih-alih mendapat kesenangan tambahan karena Alex juga sering memberinya uang dan kenikmatan sesaat ,kini Sherly justru di pusingkan lantaran setelah ini ia pasti kehilangan David dengan segala atribut kekayaannya.


Bagaimanapun juga taraf hidup dan kondisi keuangan Alex masih jauh di bawah David, namun karena Sherly tidak bisa menahan gairahnya terlalu lama ,apabila areal persawahannya tidak di cangkul dia akan merasa stress.


Ya, bisa jadi ia memilik kelainan seksual.


"Aku harus mencari cara untuk kembali pada David, aku harus menjadi nyonya David", batin Sherly sambil menghisap sebatang rokok.


*******


Sementara itu di rumah mewah nan megah, cahaya matahari menembus kaca kamar berukuran luas dengan warna monokrom dan dengan segala perabotan berharga mahal.


"eeeuuugggghhhhh", lenguh David yang mencoba mengembalikan kesadaran ya dengan kepala yang masih agak terasa pusing.


"Astaga, pusing sekali kepalaku", keluh David sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kasur king size nya.


Tak berselang lama, Adrian dan Tomy masuk ke kamar David tanpa mengetuk pintu, mereka nyelonong saja mengira David masih tertidur.


Saat Tomy membuka pintu ia melihat David yang penampilannya sangat berantakan.


"Bos, benarkah ini bos David? mengapa penampilanmu seperti Wewe gombel begini", ucap Andrian yang sedikit tertawa karena rambut David yang acak acakan.


Tomy hanya diam mengawasi percakapan mereka berdua, ia menunggu sampai David berbicara.


"Suruh orang untuk mengeluarkan Sherly dari apartemenku", titah David kepada dua pria tampan di hadapannya itu.

__ADS_1


David masih enggan untuk menceritakan kejadian itu, Adrian dan Tomy memahami. Mungkin saja bosnya itu masih di selimuti aura emosi.


"Sebaiknya aku saja yang pergi, kau temani saja bos David", ucap Tomy pada Adrian dan di balas anggukan olehnya.


Saat itu juga Tomy langsung menuju ke apartemen milik David yang di tempati Sherly, tak lupa dia juga sudah menghubungi beberapa anak buahnya untuk mengawalnya.


Tersisa David dan Adrian saja di ruangan yang mewah itu, mereka hanya diam sampai suara Adrian yang lebih dahulu memecah keheningan karena penasaran.


"Apa yang membuatmu menjadi seperti ini David?", tanya Adrian penuh selidik kepada sahabat sekaligus bosnya itu.


"heeeeehhh", David membuang nafasnya kasar, tatapannya kosong. Ia masih belum terima dengan apa yang terjadi.


"Sherly tega menghianatiku Adrian, Bahkan aku menyaksikannya sendiri dengan mata kepalaku dia sedang bercumbu dengan laki laki brengs*k itu", imbuhnya dengan wajah yang penuh kebencian.


"David dengar, bukankah dari dulu adikmu sudah seringkali memperingatkan kamu akan hal ini hem?," jawab Adrian kemudian mencoba mengingatkan David tentang usaha Leo saat memberi peringatan bahwa Sherly bukan wanita baik baik.


David menjadi teringat beberapa hari yang lalu kalau Leo sudah memperingatinya sebelum mereka berangkat ke desa.


"Entahlah Adrian wanita di manapun sama saja, mereka tak ada yang tulus", ucap David dengan nada putus asa.


"Sudahlah David, mungkin ini cara Tuhan membuatmu terhindar dari petaka sejak dini. Jika tidak jangan sampai kau sudah terlanjur menikahi wanita itu dan kau dibuat begini", ucap Adrian memberi nasehat.


David hanya diam, mencerna kata demi kata yang di ucapkan sekretarisnya itu, ada benarnya juga yang di ucapkan Adrian.


Untung saja Tuhan membongkar tabiat asli wanita itu sekarang, jika tidak mungkin David akan lebih terpuruk lagi.


"Sebaiknya kau mandi agar pikiranmu jauh lebih baik aku menunggumu dibawah, kau juga belum makan sesuatu dari semalam", ucap Adrian sambil menepuk bahu bosnya itu.


David benar benar belum bisa menerima kenyataan sepenuhnya, rasa cinta yang dulu ia berikan kepada Sherly kini berubah menjadi kebencian dan rasa jijik yang teramat dalam.


Cukup lama David menenggelamkan dirinya dalam bak besar berisi air hangat itu, dan setelah dirasa cukup ia segera memakai kimono putih yang sudah tersedia disitu dan memakainya.


Terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga, kini David sudah terlihat lebih segar dan setelah ia membersihkan diri dan tetap terlihat tampan meskipun mengenakan pakaian santai.


"Sarapan dulu bos, kasihan bik Asih yang sudah masak dari tadi menunggu bayi beruang bangun", ucap Adrian sambil terkikik geli mencoba mencairkan suasana.


"Bayi beruang apa maksudmu sialan!", jawab David kesal karena dia merasa di ejek oleh Adrian.


"Kau lihat saja rekaman CCTV di kamarmu, aku tidak mau susah susah menjelaskannya padamu bos, kau sedikit tulalit jika sedang galau", ucap Adrian kembali dengan tambah mengejek.


Karena penasaran David segera membuka ponsel pintar miliknya dan membuka rekaman CCTV dari kamarnya yang sudah tersambung dengan ponsel miliknya.


Seketika mata David membulat karena menyaksikan bahwa dirinya seperti bayi beruang yang tidak berdaya serta meracau tidak jelas dan di papah oleh dua asistennya itu sambil muntah muntah.


"Sialan kau Adrian", ucap David yang kesal karena Adrian tertawa makin kencang saat melihat David membulatkan matanya karena terkejut dengan rekaman di ponselnya.


"Bagaimana kata orang jika tahu seorang David ternyata bisa selemah itu, hanya karena wanita murahan itu", ucap Adrian sambil mengunyah nasi goreng buatan bik Asih.


David terdiam sembari menguyah sarapannya, semua yang dikatakan Adrian benar. Mengapa ia bisa selemah ini, untuk apa dia sampai stress berlebihan macam ini.

__ADS_1


"Aku sudah selesai, kau pergilah ke kantor dulu dan cari tahu siapa lelaki yang bermain main denganku itu", titah David sambil berlalu meninggalkan Adrian.


Sikap David yang seperti itu sudah biasa bagi Adrian, semua orang punya kelebihan dan juga punya kekurangan begitu pikirnya.


****************************************


"Bruuuaaaaakkk", suara pintu apartemen yang di buka paksa oleh anak buah Tomy.


Sherly yang tengah duduk santai di depan tv sontak terkaget mendengar suara keras dari depan.


"Hey mau apa kau, dan siapa kau masuk tanpa ijin ke apartemenku?", tanya Sherly pada ke empat orang berpakaian serba hitam di depannya itu.


Tomy dengan wajah devilnya langsung maju kearah Sherly dan mencengkeram lengan wanita itu.


"Apa telingamu sudah tuli, kurasa tuan David sudah berkata padamu kemaren untuk segera angkat kaki dari tempat ini", ucap Tomy tanpa belas kasihan.


Tomy memang selalu bersikap dingin dan tak banyak bicara saat menjalankan tugasnya.


Sherly menjadi ciut nyalinya, bagaimana tidak pria di hadapannya itu sangat menakutkan. Ia bahkan menyakiti dirinya.


Tomy langsung mendorong tubuh wanita itu hingga membuatnya terjerembab ke lantai.


"Aaauuuuwwww", pekik Sherly dan langsung menatap Tomy tidak suka.


"Keluarkan barang barang wanita ini!", titah Tomy pada para bodyguardnya itu.


Tanpa menunggu lama semua barang milik Sherly di keluarkan secara paksa, pakaian dan perkakas lainya kecuali furniture dan barang barang milik David.


"Kau tidak bisa melakukan ini padaku, hentikaan!!!!!", teriak Sherly makin frustasi karena melihat semua bajunya berserakan dan dibuang di depan pintu masuk apartemen milik David itu


Ia baru ingat bahwa pria di hadapannya ini adalah asisten Leo, adik dari David.


Tomy yang sudah tidak sabar langsung mencengkeram dagu wanita itu dan kemudian ia menyeret wanita itu keluar dari apartemen itu.


sesampainya di luar sudah ada security yang sudah standby disana.


"Pastikan wanita ini tidak menghuni tempat ini lagi", Titah Tomy tegas kepada security disana.


Kini Sherly di tendang dari apartemen milik David itu dengan penuh kehinaan, betapa tidak lelaki yang dulu selalu menuruti segala kemauannya karena kebodohannya sendiri kini dia menjadi orang yang paling dibenci David.


Setalah Tomy mengunci pintu apartemen dan mengganti pass code yang baru, ia dan para bodyguardnya meninggalkan Sherly tanpa memperdulikannya lagi.


Sungguh keadaannya sangat menyedihkan, sambil menangis ia mengambil ponselnya dan men-dial nomer seseorang


.


.


.

__ADS_1


.


mohon maaf jika masih banyak typo bertebaran, ini novel pertama saya. Mohon saran dan kritiknya dan jangan lupa like ya......


__ADS_2