
.
.
.
Kicauan burung dan hangatnya sinar mentari pagi memberikan energi positif bagi para insan dunia yang tengah sibuk dengan berbagai kegiatan yang bervariasi itu.
"Nduk kamu antar ini ke tempat pak Edy ya, sekalian kamu berangkat nanti" ucap mbok yah memberitahu Jessika.
Mbok yah sengaja membuat masakan untuk pak Edy sekeluarga, ia melakukan hal itu karena kebaikan pak Edy yang memberinya upah yang begitu banyak selepas ia memasak untuk acara tasyakuran tempo hari.
Jessika saat itu sudah tidak memakai baju khas persawahan lagi, ia lebih memilih menggunakan baju casual yang sopan.
Karena mulai hari ini dia akan bertugas di gudang, tempat dimana cabai di timbun setelah di petik untuk kemudian di packing, di timbang dan di beri label untuk selanjutnya di kirim ke berbagai kota bahkan di ekspor.
"Wah kamu terlihat cantik nduk, semoga lancar dan berkah ya" ucap mbok yah menyemangati cucunya.
"Amin Jessika berangkat dulu ya wek, assalamualaikum" ucapnya seraya mencium punggung tangan neneknya itu.
****
Di sebuah rumah besar milik pak Edy, beberapa pria tampan tengah duduk di meja makan untuk menunggu sarapan di hidangkan oleh bik Darmi.
"Assalamualaikum" terdengar suara wanita yang mengucapkan salam dari luar.
"Walaikumsalam" jawab mereka kompak, kemudian Adrian berjalan keluar untuk melihat siapa yang datang kerumah bosnya pagi itu.
"Eh mbak cantik, silahkan kedalam mau cari siapa" ucap Adrian yang kaget melihat penampilan Jessika yang beda.
"Boleh saya kedalam, saya disuruh nenek saya buat mengantarkan ini" ucap Jessika ramah sambil memperlihatkan rantang yang dia bawa.
Akhirnya Jessika masuk dengan mengekor di belakang Adrian, membuat semua yang ada disana melihat ke arah Adrian.
"Loh Jessika ada apa kemari" tanya pak Edy yang melihat Jessika berjalan di dibelakang Adrian.
"Selamat pagi pak, saya kemari untuk mengantar makanan ini dari nenek saya" ucap Jessika sopan.
"Wah kebetulan kami pas mau sarapan ini, repot repot sekali" ucap pak Edy senang melihat rantang yang di bawa Jessika, ia menjadi ingat dengan kenangan masa kecilnya dulu.
David melihat Jessika berpenampilan cantik pagi itu tentu saja kembali terpesona, Leo pun sama. Hanya Tomy yang diam dengan wajah datarnya.
"Kamu sekalian aja ikut sarapan bersama kamu Jes" ucap Leo menawari.
"Emm tidak usah mas, saya mau langsung ke gudang saja tadi saya sudah sarapan dirumah. Saya permisi dulu" tolaknya dengan halus.
"Oh iya Jes mengenai kedua temanmu, saya sudah memerintahkan pak Eko untuk memberitahu mereka terkait kepindahannya ke gudang bersama kamu, dan sampaikan terimakasih untuk makannya pada nenekmu " sahut pak Edy yang lupa memberitahu Jessika.
"Terimakasih banyak pak, kalau begitu saya berangkat dulu, assalamualaikum" ucapnya.
__ADS_1
Setelah menjawab salam dari Jessika, mereka semua membuka rantang berisikan makanan lezat itu, Adrian sangat antusias melihat makanan khas desa itu yang menggugah selera.
"Kalau setiap hari aku makan makanan seperti ini, aku pasti bisa menjadi seperti Giant( salah satu tokoh berbadan gemuk di serial kartun anak anak )" ia berucap sambil mengunyah makanan.
Pak Edy hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya, ia bahagia meski Tomy dan Adrian bukan anaknya tapi kehadiran mereka menjadi pelengkap, mereka sudah seperti anak kandungnya.
"Telan dulu makananmu, baru bicara" ucap David.
"Maaf habis ini lezat sekali" jawab Adrian.
Setelah menuntaskan sarapan pagi itu, Leo Adrian dan juga Tomy sudah bersiap untuk kembali ke kota S, namun sebelum ia berangkat ia ingin menemui Jessika dulu karena tadi ia lupa untuk berpamitan.
"Pa kami berangkat dulu, papa baik baik disini bersama bang David ya" ucap Leo seraya memeluk tubuh sang papa.
"Hati hati Leo jaga diri kamu juga dan jangan telat makan" ucap pak Edy pada putra bungsunya.
"Om kami pamit, terimakasih banyak om atas semuanya selama kami disini" ucap Adrian bersalaman pada pak Edy.
"Terimakasih banyak tuan untuk semuanya" ucap Tomy penuh hormat.
"Sama sama, kalian juga jaga diri " ucap pak Edy menjawab.
"Bang kamu mau bareng kita atau berangkat sendiri, aku mau ke gudang dulu mau pamitan dengan pak sis" tanya Leo yang berasalan, sebab ia ingin berpamitan dengan Jessika.
"Aku bawa mobil satunya saja, nanti bagaimana caraku pulang jika bersama kalian" jawab David.
****
"Aku udah di ceritain Eka tadi kalau si Putri emang yang salah, terus semua itu membawa hikmah buat kita Jes" ucap Arin kembali penuh kebahagiaan.
"Iya aku juga kangen banget, alhamdulilah ini rejeki kita, emm semoga kita belajarnya cepet nanti ya" ucap Jessika tak kalah bahagia.
"Tapi kalian jahat kenapa tadi malam aku tidak di ajak, aku iri pada kalian" ucap Arin merajuk.
"Udah itu bukan sengaja, jangan marah dong lain kali habis gajian kita kesana bertiga ya hihihi " ucap Eka.
Arin sudah tahu semuanya dari Eka, mereka cuma belum tahu jika Jessika saat ini sudah memiliki handphone baru dari Leo.
Mereka bertiga menunggu sambil beres beres tempat, tak berselang lama terlihat mobil pak Sis datang, namun ia tak sendiri ia datang bersama putri.
"Assalamualaikum" ucap pak Sis yang baru saja tiba.
"Walaikumsalam" jawab mereka bertiga kompak.
Putri hanya diam dan tetap dengan sikap sombongnya, bahkan ia tidak mau menyapa Jessika dan dua sahabatnya.
"Wah kalian sudah datang duluan rupanya" ucap pak Sis.
"Iya pak, kami masih menunggu arahan katanya nanti kamu mau di ajari sistem di komputer" ucap Arin menjawab.
__ADS_1
"Iya nanti kalian diajari oleh Den David" ucap pak Sis yang membuat ketiga wanita itu terperanjat, pasalnya kenapa harus David sih.
Tak berselang lama terlihat dua mobil memasuki area gudang itu, David membawa mobilnya sendiri sementara Leo bersama dua asistennya bersama satu supir ,namun bukan pak Umar, pak Umar sudah di standbykan di rumah besar di desa untuk membantu pak Edy.
Putri yang melihat Leo turun dari mobil langsung membenarkan penampilannya, ia senang akan kedatangan Leo, padahal ia tidak tahu jika Leo datang kesana karena ingin berpamitan.
"Selamat pagi Den" ucap pak sis mengangguk hormat pada David dan Leo.
"Pagi pak" jawab David dan Leo.
"Halo Kak Leo kak David selamat pagi, ucap putri yang ganjen namun tidak dibalas oleh David maupun Leo.
Leo merasa muak dengan Putri, apalagi David ia sama sekali tidak suka. Mereka terpaksa bersikap manis seperlunya saja karena menghargai pak Sis sebagai tangan kanan papanya di desa itu.
"Pak sis saya mau minta maaf kalau ada salah salah, saya bersama Tomy dan Adrian akan kembali ke kota S, saya titip papa dan persawahan ya" ucap Leo berpamitan.
"Loh sekarang Den, astaga tahu begitu saya bisa bawakan oleh oleh dulu" ucap pak Sis dengan sopan.
"Tidak perlu pak, saya nanti akan kemari lagi jika ada waktu longgar" ucap Leo.
Putri yang mendengar Leo berpamitan merasa sedih, baru saja ia ingin menarik simpatinya lagi sekarang sudah harus kehilangan kesempatan.
Putri tau pasti Leo sedikit marah padanya terkait CCTV yang membuktikan bahwa dirinya yang menjegal kaki Jessika dan berbohong pada semua orang.
Tapi putri berfikir, nanti saat dia kembali ke kota dia akan mencari Leo dan dengan segala cara ia akan mendekati Leo kembali.
"Kak Leo akan pulang, emm nanti jadi kan kak Leo bantu putri buat magang di perusahaannya kak Leo" tanya putri manja.
Tomy memperhatikan interaksi itu dengan wajah datar, namun dalam hatinya sungguh malas menyaksikan drama yang di buat Putri.
"Iya tenang saja, masih lama juga kan nanti bisa diatur" ucap Leo yang sebenarnya malas dengan gadis itu, dia hanya sungkan pada pak Sis selaku ayahnya.
Tak lupa Leo juga pamit kepada Jessika dan dua wanita yang menjadi sahabat setia Jessika itu.
"Aku mohon maaf jika ada salah selama aku disini ya, kalian kerja yang benar" ucap Leo pada mereka bertiga.
Leo sebenarnya tidak rela jika melihat Jessika akan bersama David selama beberapa hari, pasalnya David lah yang akan menjadi tutor mengenai sistem untuk cargo cabe.
"Wah Den Leo yang ganteng beneran mau ninggalin kiat" ucap Eka yang bar bar, dan membuat putri tidak suka dengan kata katanya itu.
"Tenang saja, nanti aku juga akan kembali kesini kalau ada waktu senggang" ucapnya sambil tersenyum lalu menatap Jessika penuh arti.
Ingin rasanya Leo memeluk tubuh sintal Jessika, namun apalah daya ia bukanlah siapa siapa bahkan cintanya di tolak semalam.
"Semoga selamat sampai tujuan mas, dan terimakasih untuk semuanya" jawab Jessika yang canggung setelah Leo menyatakan perasaannya tadi malam.
"Kalian baik baik ya, jangan kangen dengan kita yang tampan" ucap Adrian terkikik.
Mereka semua tertawa karena Adrian, asisten tampan satu itu memang selalu sukses membawa keceriaan di tengah-tengah mereka.
__ADS_1
Ada rasa sedih di hati Eka saat tahu Tomy juga akan pergi, ia tidak tahu perasaan apa itu. Namun sebisa mungkin ia menutupinya, ia juga sadar diri akan siapa dirinya dan siapa Tomy.
Please like and comment 🙏