
.
.
.
Sore itu juga pak Sis bersama Bu Santi datang ke kediaman Jessika, mereka meminta maaf atas nama pribadi dan juga Putri.
Putri tidak mau ikut meski dipaksa, akhirnya hanya pak Sis dan Bu Santi saja yang kesana karena mereka sudah malu.
Pak Edy juga sudah menelepon pak Sis, beliau memberitahukan tentang kepindahan pekerjaan Jessika besok pagi bersama Eka
dan Arin.
Mbok yah dan Jessika sudah memaafkan putri dan pihak Jessika pun juga meminta maaf karena telah membuat putri terluka.
Akhirnya masalah itupun clear, mungkin putri saja yang masih menyimpan dendam. Namun tanpa kejadian ini pun, putri memnag suka menaruh rasa tak suka pada Jessika semenjak sekolah dulu.
***
Sore berganti menjadi malam yang dingin, angin malam pun seolah menjadi saksi kegundahan hati seorang Leo Prawira Darmawan .
Laki laki itu hatinya tengah gundah, di satu sisi ia masih betah di desa, di sisi lain ia juga sudah lama meninggalkan kantornya yang berada di kota S.
Bagaimanapun juga ia telah jatuh hati pada Jessica, si gadis desa dengan segala kelebihannya yang mampu membuat hati Leo menjadi tergila-gila
Ia berinisiatif untuk mengajak Tomy malam itu untuk mencari rumah Eka dengan suatu maksud.
"Tom ikut aku, temui aku di depan" perintah Leo lewat sambungan telepon.
Tomy kini sudah tiba di samping bosnya itu, ia terlihat tampan meskipun tetap dengan wajah datarnya, begitu juga dengan Leo ia juga terlihat tampan malam itu.
Mereka sudah berada di dalam mobil, tujuan mereka adalah kerumah Eka terlebih dahulu. Leo ingin mengajak merek berdua pergi ke sebuah tempat makan.
Mereka pergi tanpa sepengetahuan David dan Adrian, untung saja saat Tomy keluar Adrian sedang tidak ada, entah kemana dia.
Tidak sulit bagi Leo menemukan rumah Eka, ia sudah bertanya pada mandornya dimana alamat rumah Eka.
Mobil itu terparkir di sebuah rumah sederhana, namun terlihat bersih. Rumah khas pedesaan dengan terdapat dua buah kursi dan sebuah meja tertata rapi di depan rumah.
"Ini rumah siapa bos" tanya Tomy yang memang tidak tahu itu rumah milik siapa, ia hanya ikut dan seperti biasa ia hanya diam saat di mobil.
"Nanti kau akan tahu" ucap Leo sembari membuka handle pintu mobilnya.
Saat tiba di depan rumah Eka, Leo langsung duduk di kursi yang ada di depan rumah Eka, pertanda Tomy lah yang harus mengetuk pintunya.
"Baiklah kau bosnya" ucap Tomy dalam hati sambil melihat Leo duduk sambil memainkan handphone nya.
*****
Tok Tok Tok
__ADS_1
Tomy mengetuk pintu sebuah rumah, yang ia sendiri tidak mengetahui siapa pemilik rumah itu.
"Eka buka pintunya itu" ucap ibunya Eka yang mendengar suara pintunya di ketuk.
"Iya Bu " jawabnya ,lalu ia beranjak turun dari ranjang kamarnya menuju pintu depan.
Saat pintu terbuka, mata mereka berdua membulat karena sama sama terkejut akan sosok yang berdiri di hadapan merek.
"Kamu" ucap mereka berdua secara bersamaan.
"CK kalian kompak sekali" suara Leo menyahut yang membuat Eka menoleh ke samping pintu, tempat dimana Leo duduk.
Saat itu Eka hanya memakai kaos pink ketat dan menggunakan celana jeans selutut, pakaian khas rumahan yang bisa Eka gunakan saat dirumah.
Pakaian Eka yang seperti itu benar benar menunjukkan lekuk tubuh Eka, kaos ketat itu menutupi dua benda kenyal yang terlihat padat berisi. Membuat Tomy untuk pertama kalinya menelan salivanya dengan susah.
"Sialan" umpat Tomy dalam hati karena tidak tahan melihat pemandangan itu.
"Eh Den Leo, em silahkan masuk den" ucap Eka mempersilakan Leo untuk masuk.
Kemudian Leo beranjak dan langsung masuk kedalam ruang tamu, "apa kau mau berdiri disana saja" ucap Leo yang melihat asistennya itu bengong.
Akhirnya Tomy pun iku masuk dan duduk di samping Leo, ia merasa bosnya itu mengerjainya.
"Siapa nduk yang datang" tanya Bu Wati , ibunya Eka.
"Eh ini Bu, ini namanya Den Leo anaknya pak Edy" ucap Eka memperkenalkan.
"Hehe iya Bu, kenalkan saya Leo dan ini Tomy asisten saya" ucap Leo ramah.
"Wah assisten Den Leo juga gak kalah gantengnya" puji Bu Wati yang membuat Tomy malu namun masih dalam mode datarnya,ia sak sekali tidak bergeming.
"Terimakasih pujiannya Bu, maaf kebetulan saya ada perlu sama Eka dan sekaligus saga mau minta ijin ke ibu, saya pinjam Eka sebentar ada urusan kerjaan" ucap Leo kikuk.
"Ha saya Den, malam malam begini? emmm kemana? " tanya Eka bingung.
"Hey Eka, kamu jangan membantah apa kata bos. Udah cepat sana ganti baju" ucap Bu Wati dengan tingkah konyolnya.
"Ya sudah, tunggu sebentar ya Den" ucap Eka yang dibalas anggukan oleh Leo.
Saat mereka sudah berada di dalam mobil, Eka kembali bertanya pada mereka. Pasalnya ia masih belum tahu tujuannya, kenapa dia harus sendirian.
Akhirnya di jalan Leo menghentikan mobilnya, lalu dia menceritakan semua kejadian terkait rekaman CCTV yang menunjukkan putri yang menjegal kaki Jessika, hingga tujuannya mengajaknya untuk menemui Jessika sekaligus mengajak mereka berdua untuk keluar.
"Apa jadi beneran si kampret itu yang jegal kakinya Jessika, awas aja besok kalau ketemu!" ucap Eka emosi setelah mendengar penuturan dari Leo.
"Kau ini bisa tidak jangan bertingkah konyol seperti itu, dasar wanita bar bar!" ucap Tomy pada Eka
"Biarin bar bar, dari pada jadi manusia es kayak sampean, weeeeek" ucap Eka meledek.
"Sudah sudah kenapa kalian malah jadi bertengkar, jadi gimana Eka besok aku akan pulang , dan malam ini aku mau berbicara beberapa hal dengan Jessika" ucap Leo pada Eka.
__ADS_1
"Kenapa cuma ngajak aku aja, kok Arin enggak? " tanya Eka pada Leo.
Eka yakin bahwa Leo menaruh rasa pada sahabatnya itu, jika tidak untuk apa ia repot repot mengajaknya keluar.
"Aku gak kepikiran, ingatnya nama kamu tadi pas tanya pak Eko. Udah cepetan cari ide kenapa kamu malah bicara keluar dari topik" Jawab Leo kesal.
"Iya iya bos, duh kenapa sih Den Leo ngebet banget ketemu Jessika besok kan juga bisa di sawah, atau kalau enggak datang aja sendiri kerumahnya. Atau jangan jangan Den Leo suka ya hahahahaha" ucap Eka panjang lebar juga meledek.
Leo bingung mau menjawab apa, di sampingnya juga ada asistennya yang super cuek itu sama sekali tidak bisa diajak berdiskusi tentang cinta.
"Bukan, aku hanya ingin meminta maaf" ucap Leo yang sama sekali tidak masuk akal.
"Halah Den, ngaku aja mana ada wong Den Leo itu bos nya kok Sampek takut kerumahnya, ada ada aja" ucap Eka nyerocos.
"Kamu mau bantu gak jadinya ini, atau aku turunin disini" jawab Leo mulai kesal.
"Iya iya, duh susah banget kalau berhadapan dengan bos ini" ucap Eka yang membuat Tomy tersenyum.
Di dalam mobil mereka merembukkan tentang rencana apa yang mereka susun, agar Jessika mau untuk diajak keluar bersama mereka.
Akhirnya mereka bertiga sampai di depan rumah Jessika, mereka berencana mengajak Jessika untuk ikut bersama mereka tentunya dengan sedikit kebohongan Eka.
****
"Assalamualaikum" ucap Eka
"Walaikumsalam" jawab Jessika yang kebetulan ada di ruang tamu.
Saat membuka pintu ia kaget," Loh Eka malam malam kesini ngapain?" ucapnya
Akhirnya Eka memberitahunya, jika ia ingin meminta Jessika untuk menemaninya ke kota yang berjarak kurang lebih 20 km dari desanya.
"Mau ngapain, terus sama siapa?" tanya Jessika.
"Itu si Tomy pingin jalan jalan, dia minta aku nemenin dia. Aku takut kalau sendirian kamu temenin aku ya"
"Tomy? maksud kamu asistennya Den Leo?" tanya Jessika kembali.
"Iya , udah cepat sana ganti baju dulu" ucap Eka.
Eka terpaksa berbohong sesuai rencana mereka di mobil tadi, agar Jessika mau. tadinya Eka menolak karena takut Tomy keberatan, ternyata selain Tomy takut pada Leo ia dengan sukarela mau bersandiwara.
Setelah berpamitan pada neneknya Jessika dan Eka kemudian menuju mobil yang berada di seberang jalan rumah Jessika.
.
.
.
.
__ADS_1
Please like and comment 🙏