Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 8. Amplop dari Juragan


__ADS_3

.


.


.


Hari itu cuaca cukup terik, dengan membawa sepeda motor khas persawahan yang mirip dengan KLX mereka mengendarai dengan berboncengan agar lebih cepat dan lebih mudah tentunya melewati medan yang jalannya sudah seperti sungai yang kering.


"Bang pelan pelan bawa motornya, nyeri juga bokongku ini" oceh Leo sembari dia mengusuk bokongnya karena sedari tadi David melewatkan laju motornya agak ngawur.


Ya, itu merupakan kesenangan sendiri bagi David karena menurutnya itu asyik, namun ia melupakan jika membonceng dan di bonceng itu berbeda.


"Cerewet sekali kamu Leo, ini juga udah pelan" David menjawab tak kalah kesal.


Leo terus saja menggerutu hingga mereka tiba di warung sederhana mbok Narti, ternyata para pegawai persawahan sudah datang semua.


Biasanya ketika mereka datang dan sudah absen mereka langsung bekerja, namun hari itu berbeda karena mereka menantikan janji dari sang big bos terkait bonus yang telah di janjikan di hari sebelumnya.


"Loh kok ada mandor baru ya rek" Arin berkata sambil melongo melihat pak Edy yang di bonceng pak sis, serta dibelakang mereka ada David dan Leo yang berboncengan mengenakan seragam kebesaran mandor.


"Wah mereka siapa ganteng banget rek" ucap Eka heboh sambil matanya berbinar menatap dua pria berwajah rupawan tersebut.


Tak hanya mereka, bahkan semua ibu ibu juga saling berbisik. Siapakah gerangan yang dibawa oleh pak Edy itu, apakah mandor baru.


Memang sebagian warga disana sudah ada yang mengenal David dan leo, namun masih banyak juga yang belum pernah melihat mereka berdua. Hal ini karena saat mereka datang belum sempat dia keliling kampung.


"Jes, coba kau lihat aduh kalau mandornya kayak gitu semangat banget aku unduh lomboknya ( petik cabainya)". Arin kembali berkata dengan hebohnya.

__ADS_1


Namun Jessika justru sibuk mencongkeli sepatu bututnya yang kemasukan lumpur menggunakan kayu.ya,,, dia sangat tidak peduli dengan apapun itu, baginya sekeren apapun dan seganteng apapun mereka , pasti mereka juga gak akan berselera dengan gadis bau lombok kayak mereka.


"Hey! Kamu malah njumuki endot ( ngambili lumpur kering) di sepatu" ucap Eka gemas, lantaran sahabatnya ini sama sekali tidak menggubris pembicaraan dua sahabatnya itu.


Ternyata hari itu pak Edy menepati janjinya, dia akan membagikan sendiri amplop berisikan lembaran rupiah sebagai bonus bagi pegawainya.


"Saya harap kalian bisa lebih giat bekerja setelah ini, dan tolong di terima ini bonus dari saya. Buka saja dirumah nanti ya, kalian bisa lanjut bekerja setelah ini." Ucap pak Edy kepada seluruh pegawainya.


Akhirnya mereka berbaris dan bergiliran menerima amplop dan tak lupa mereka membubuhkan tandatangan di form yang sudah pak sis bawa, form itu adalah daftar nama para pegawai di persawahan itu.


Namun saat mata Leo menyapu seluruh pegawai disana, ia mendapati sosok yang tidak asing baginya, namun ia belum bisa memastikan apa benar yang dilihatnya itu.


Ya, Jessika lah yang menjadi perhatian Leo, namun berbeda sekali saat bertemu semalam, gadis itu terlihat berbeda.


"Seperti Jessika, tapi kenapa sekarang dia terlihat seperti tidak terawat begitu" gumam Leo dalam hati


Baginya tidak masalah, yang terpenting itu bisa menjaganya dari sengatan ultraviolet.


Karena penasaran, Leo kemudian mengambil kertas itu dan membacanya dan benar saja, Leo melihat ada nama Jessi di list nomer 27 di form itu. seulas senyum terbit di bibir Leo.


"Mohon maaf, saya lupa sesuatu" ucap pak Edy tiba tiba sehingga membuat kegiatan tersebut berhenti, dan membuat semua mata memandang pak Edy.


"Saya lupa, saya mau memperkenalkan dua anak lelaki saya dan kalian semua biar kenal, sekaligus merekalah yang akan meneruskan usaha saya ini" ucap pak Edy yang membuat semua orang disana menatap ke arah dua orang muda yang mereka kira itu adalah mandor baru.


Kemudia pak Edy mendekat kepada David, " ini anak saya yang pertama namanya David Syailendra Darmawan, dan ini anak saya yang bungsu namanya Leo Prawira Darmawan, mereka mungkin akan belajar disini beberapa hari." Ucap pak Edy kepada semua yang ada disitu.


"Halo semua saya David salam kenal" ucap David singkat

__ADS_1


"Selamat pagi, salam kenal saya Leo. Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik ya". Ucap Leo lebih panjang yang membuat hati para wanita disana seperti porak poranda karena terpesona akan ketampanan dua mahkluk rupawan itu.


Kemudian acara pemberian bonus itu berlanjut hingga tiba giliran Jessika, saat akan maju tiba tiba Leo mengambil alih amplop yang di pegang pak sis dan sontak membuat David mengernyitkan dahinya.


" Apa apan anak ini, mengapa tiba tiba main samber aja". Batin David karena secara on the spot Leo meraih amplop itu


" Ini terimalah, gimana kakimu masih sakit gak?" Tanya Leo pada Jessi dan sontak Jessika menatap sekilas pada juragannya itu.


"Mas Leo, emmm i i iya mas, matur nuwun dan kaki saya sudah mendingan." Jawab Jessika terbata- bata karena ia terkejut, ternyata pria yang memberinya plester semalam adalah anak dari big bossnya.


"jadi dia berbohong, semalam dia bilang padaku kalau dia saudaranya pak sis. wah Ra beres tenan cah iki ( wah gak beres beneran ni anak)". gumam Jessika dalam hati.


Ia merutuki kebodohannya kenapa dari tadi dia tidak menyimak, malah sibuk dengan lumpur kering yang bersarang di sepatunya itu.


Alhasil membuat semua yang disana pemasaran, sejak kapan cucu bakul cenil itu akrab dengan anak dari juragan besar itu.


Sadar akan tatapan semua orang seperti mengintimidasi, Jessika segera pergi dan antrian di belakangnya terus berlanjut hingga seluruh pegawai mendapatkan amplop itu .


.


.


.


.


Please like comment nya ya para pembaca yang budiman.

__ADS_1


 


__ADS_2