
.
.
.
.
Ada berbagai jenis masakan yang sudah di masak oleh mbok yah yang di bantu Jessika dan para ibu ibu yang lain, mulai dari Rujak Soto, Pecel Pitek, Nasi Bakar Cumi, Nasi Tempong, Ikan bakar, dan aneka masakan lezat lainnya khas Kabupaten B.
Disana juga sudah tersedia berbagai jajanan dengan segala kearifan lokalnya, minuman dingin dan buah buahan yang sudah di tata semenarik mungkin oleh para ibu ibu mandor.
Dan sambil menikmati sajian tersebut, para tamu di suguhkan oleh kesenian lokal berupa tarian dan pertunjukan musik.
"Wah ikan maafkan aku ya, kamu harus ku makan malam ini" ucap Eka bar bar seraya mengambil ikan bakar yang ia bersihkan tadi siang bersama dengan Tomy.
"Dasar wanita aneh" ucap Tomy yang ternyata tengah berada di samping Eka turut mengambil makanan.
"Kau sengaja mengikuti ku ya, udah jarang bicara sekalinya bicara udah kayak cabe di sawah aja pedesnya" ucap Eka sewot .
"Ambilkan aku ikan itu" ucap Tomy pada Eka dengan wajah datarnya.
"Tadi menghinaku, sekarang kau minta tolong kepadaku. Am bil sen diri! " ucap Eka seraya mendekatkan wajahnya dihadapan wajah Tomy dan langsung berbalik".
Tomy yang di perlakukan seperti itu langsung menarik ujung rambut Eka yang ingin beranjak dari hadapannya" kubilang ambilkan!"
"Haaaiiissshhh menyusahkan sekali sih" gerutunya sambil membenarkan kembali rambut yang di tarik Tomy barusan.
"Ni ikan ! semoga dia gak hidup lagi karena kau yang memakannya" ucapnya setelah menaruh ikan dalam piring yang di pegang Tomy, lalu pergi meninggalkannya dan menuju meja tamu yang tersedia.
Tomy tersenyum puas bisa mengerjai wanita bar bar itu, menurut Tomy itu sangat lucu dan hiburan tersendiri untuknya.
****
Leo dan David juga terlihat tengah ikut bersama Jessika dan putri untuk mengambil makanan, jika bukan di desa tentu ia tak akan melakukan hal ini. David pasti akan di layani jika berada di kota, namun ia mengikuti saja jalannya acara di tempat papanya itu dengan segala tata cara yang ada.
Sementara itu Arin terlihat tengah mengambil minum dan beberapa kue juga buah terlebih dahulu .
Adrian yang awalnya mengajak mengambil makanan, justru kini ia tengah asyik berjoged di panggung mini bersama penari Gandrung dengan suara tabuhan yang membuatnya menari walau ngawur.😂
Menurutnya itu sangat menghibur dan unik, Adrian sangat menikmati hiburan itu. Membuat semua orang yang melihatnya tertawa terpingkal-pingkal karena tingkah Adrian yang konyol.
Sementara itu terlihat meja besar yang khusus di siapkan untuk para tamu dan sudah diisi oleh kedua anak dari pembuat acara itu bersama Jessika dan putri.
Mereka makan dalam diam, sementara David sesekali mencuri pandang ke arah Jessika. Jessika yang merasa ada yang memperhatikannya menoleh dan David segera menurunkan pandangannya.
"Apaan sih lihat lihat, apa ada yang aneh dari penampilanku" Jessika berbicara dalam hati.
"Em kak Leo disini terus apa kerja dimana?" tanya putri memecah keheningan.
"Perusahaan ku di kota S put, disini baru 2 mingguan nemenin papa, masih belum tahu pulang kapan" jawabnya sambil memasukkan makanan ke mulutnya.
"Mendengar kata perusahaan dia langsung takjub dan tersenyum senang, "mmmmmm kak nanti kalau aku magang boleh dong aku....."
Ucapan putri menggantung karena ada beberapa orang yang datang menghampiri meja mereka" aduh kalian aku cari cari dari tadi gak taunya di meja sini" ucap Eka sambil mendaratkan bokongnya di kursi samping Jessika.
Disusul Arin di samping Eka dan Tomy di dekat Leo.
"Ganggu aja lu kalau ada orang bicara!" ucap putri sinis pada Eka, karena dia telah membuat percakapannya bersama leo terjeda.
"Aku?" Eka menunjuk dirinya sendiri dan bertanya pada putri.
"Emangnya siapa lagi?" jawabnya ketus
"Heh biasa aja dong, lagian aku bicara bukan sama kamu juga" jawabnya tak mau kalah.
__ADS_1
"Sudah sudah kalian ini, pamali berantem di depan makanan" Arin mencoba menengahi.
David melirik sekilas putri, ia menjadi tak suka lantaran sikap putri yang kasar pada anak buahnya itu.
Tomy juga memperhatikan keduanya, entah mengapa ia menjadi tak rela melihat Eka yang di debat oleh putri.
Jessika hanya diam dan melanjutkan makannya. Karena jika ia ikut menjawab, sudah pasti akan berlanjut ke hal yang lebih dari sekedar adu mulut.
"Kamu tadi mau tanya tanya apa put?" tanya Leo sambil mendorong piring kosong ke arah depan setelah ia meletakkan sendok dan garpu, tanda ia telah selesai makan.
"Itu kak, nanti kalau aku magang boleh nggak aku ngajuin di perusahaannya kak Leo, soalnya kebetulan aku juga kuliah di universitas di kota S" jawabnya sambil menekan kata kuliah, menunjukkan pada Jessika bahwa ia bukanlah saingannya.
Putri ingin menunjukkan bahwa dirinya beruntung, selain anak dari mandor yang notabene tangan kanan pak Edy di desa itu kini ia bisa dekat dengan Leo.
Dia ingin membuat Jessika iri dan seolah mengatakan bahwa putri adalah orang yang tidak bisa di tandingi oleh wanita seperti Jessika.
"Memangnya kamu kuliah di jurusan apa?" Leo bertanya malas, karena makin kesini putri terlihat makin sombong. Dan Leo tahu 3 wanita yang ada disitu hanyalah wanita biasa sungguh ia menjadi tidak enak.
"Jurusan Akuntansi kak" jawab putri membanggakan dirinya.
"Gampang nanti, masih lama juga kan, nanti bisa di atur" jawab Leo.
Merasa mendapat lampu hijau putri tersenyum puas, ia seolah ingin menunjukkan pada Jessika dan kedua sahabatnya bahwa mereka bukanlah apa apa.
"Tring Tring"
Ponsel milik David berdering " aku angkat telepon dulu" pamitnya pada semua yang ada disana untuk menjawab panggilan.
"Ok bang " jawab Leo mewakili.
****
Leo sudah memberitahu pak Sis saat sebelum acara dimulai tadi untuk memanggil Jessika naik ke panggung setelah acara tari tarian selesai, hal itu dilakukannya agar Jesika menyanyikan sebuah lagu dengan sambil memainkan gitar.
"Baiklah hadirin sekalian, bagaimana anda pasti sudah sangat terhibur bukan? penampilan yang satu ini juga tidak akan kalah menghibur , saya panggilkan saudari Jessika Maheswari untuk maju ke depan dan menyanyikan lagu untuk kita semua, mari kita beri tepuk tangan" ucap pak sis sambil memimpin semua tamu undangan untuk memberikan tepuk tangan.
"Mas Leo kenapa aku" ucap Jessika pada Leo yang ada di depannya sambil menunjuk dirinya.
"Naiklah! Good luck ya" ucap Leo menyemangati.
Putri yang melihat interaksi kedua manusia beda jenis itu menatap tak suka dan kesal.
" Ayo ayo naik naik ayo ayo naik naik" suara dari para tamu undangan yang membuat Jessika mau tidak mau melangkahkan kakinya untuk maju kedepan.
"whuuuuuuuu Jessika Jessika Jessika ayo Jess," ucap Eka berteriak dengan sikap bar bar nya.
Tomy yang melihat Eka berteriak melemparinya dengan buah kelengkeng yang di bawa Arin tadi.
"Pleeetaaakk" suara kelengkeng yang landing di jidat Eka.
"Auwww, apa sih ini sakit duhhh!" rengek Eka yang tidak tahu siapa yang melemparinya dengan kelengkeng itu karena Tomy langsung membuang pandangannya ke arah lain.
Sementara yang lainya masih fokus pada Jessika, akhirnya Eka diam sambil menggosok-gosok jidatnya yang sakit itu.
Kemudian Jessika menoleh pada Arin dan di balas anggukan oleh sahabat dengan pembawaannya yang tenang itu.
Akhirnya ia naik dan di berikan sebuah gitar oleh panitia dan ia mulai duduk di kursi khusus dan dihadapannya sudah tersedia mic untuk menampung suara indahnya itu.
Jessika nampak tenang, ia sudah sering tampil di acara sewaktu sekolah dulu. Ia mencoba memikirkan lagu apa yang akan dia nyanyikan ,dengan menarik nafasnya dalam dan memejamkan mata sejenak.
"Selamat malam semua, sebuah lagu untuk menemani kebersamaan kita malam ini. Semoga bisa menambah kehangatan suasana dimalam ini untuk kita semua" ucapnya sambil mulai memainkan intro lagu, memetik senar senar gitar dengan jarinya yang lentik.
Dan dalam hitungan detik ia mulai membuka bibirnya dan bernyanyi sambil memainkan gitar itu dengan piawai.
Suatu hari
__ADS_1
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang
Ombak dilautan yang kian menepi
Burung camar
Terbang bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita
Membuat suasana kian menghangat, bahkan tak sedikit yang turut larut mengalunkan lagu itu.
Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu
Lagu pilihan Jessika ini, benar benar syarat makna, juga tepat di bawakan saat ini.
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Ingin kukenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram disampingmu
Hatiku damai
Jiwaku tentram bersamamu
Riuh tepuk tangan memenuhi tempat itu, semua orang senang apalagi kebanyakan yang hadir kaum diatas 40 an tahun, tentu sudah familiar dengan lagu tersebut.
Lagu milik penyanyi legendaris itu membuat suasana menjadi hangat dan sangat cocok menggambarkan suasana yang di inginkan disana.
Pak Edy sangat takjub, ia tak menyangka satu dari banyaknya pegawai yang bekerja padanya ternyata ada yang memiliki bakat yang luar biasa.
Suara Jessika mampu menghipnotis setiap pendengarnya, ia mengcover atau menyanyikan lagu tersebut dengan versinya di tambah gitar yang di petik oleh jari jari lembut milik Jessika membuat semua yang hadir ikut bernyanyi bersama.
.
.
.
.
__ADS_1
Please like comment dan jangan lupa vote ya🙏🙏🙏