Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 44. Seragam


__ADS_3

.


.


.


Saat siang hari Leo sudah tiba dirumah besarnya di kota S, bik asih berlari tergopoh-gopoh menyambut tuan mudanya itu.


"Den Leo " sapa bik asih penuh hormat.


"Apa kabar bik, gimana rumah selama aku tinggal" tanya Leo sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.


"Saya baik den, rumah juga aman hanya saja kemaren lusa ada wanita bernama Sherly yang kemari, sehari setelah den David berangkat ke desa" jawab bik asih menerangkan.


"Lalu apa yang dia lakukan" tanya Leo sambil mendaratkan bokongnya di sofa empuk miliknya.


"Den David sudah berpesan kepada pak Amir untuk tidak menerima tamu siapapun den, jadi wanita itu disuruh pergi begitu saja. Bahkan dia sempat maki maki pak Amir den" ucap bik asih menceritakan kejadian tempo hari.


"Ya sudah bik, terimakasih aku mau istirahat dulu". ucap Leo


Rumah besar nan mewah itu kini menjadi sepi, lantaran pak Edy kini lebih senang tinggal di desa, sementara Leo dan David juga sering keluar kota untuk urusan bisnisnya.


Leo berhenti pada sebuah foto keluarga, disana masih ada mamanya yang turut berada dalam foto itu. Ada rasa nyeri di hati Leo, ia rindu pada mamanya ,sehebat apapun Leo ia tetaplah seorang anak yang juga ingin merasakan kasih sayang dari sang mama, walau takdir harus merenggut semuanya.


"Ma, aku saat ini sedang suka pada wanita, wanita itu seperti mama. Ia begitu cantik dan juga sederhana, ia juga berasal dari desa seperti mama dulu, tapi Leo ditolak ma" Leo berbincang pada foto yang terpajang di tembok Kokoh rumahnya itu dengan mata berkaca kaca.


Bik asih yang melihat majikanya berbicara sendiri ikut merasa sedih, ia merasa sangat kasihan. Leo adalah orang yang baik, sifatnya berbeda dengan David, Leo lebih periang dan sering mengajak ngobrol bik Asih.


Leo merendamkan tubuhnya pada air hangat yang sudah memenuhi bathup yang berada di kamar mandinya, ia ingin sejenak merilekskan tubuhnya yang lelah luar dalam.


Jangan ditanya dimana keberadaan Adrian dan Tomy saat ini, mereka sudah berada di kediaman mereka masing-masing.


***


"Ih kamu saja lah, kamu saja, ihh kamu saja" ucap Eka dan Arin yang saling melempar karena tidak berani mengetuk pintu ruangan David.


Tok Tok Tok


Akhirnya Jessika lah yang mulai mengetuk pintu, membuat perdebatan kedua sahabatnya terhenti.


Tanpa menunggu lama pintu itu terbuka, menampilkan sosok tampan dengan wajah tidak bersahabat nya.


"Berani sekali kalian membuatku menunggu" ucap David dengan arogansinya.

__ADS_1


"Tadi kan kami sudah bilang mau ke mushola dulu" ucap Eka tidak terima namun dengan nada sopan.


"Ih orang ini, seenaknya saja kalau tidak mau dia kan bisa pergi" batin Arin.


"Ya sudah cepat masuk" ucap David sambil membuka pintu ruangannya lebar tanda mempersilakan mereka untuk masuk.


Mereka bertiga takjub dengan ruangan itu, ruangan besar ber-AC dengan tertata satu set sofa lengkap dengan lemari pendingin minuman dan juga televisi, serta terlihat ada kamar untuk beristirahat dan juga kamar mandi didalamnya, tentunya dengan desain futuristik dan mewah khas kepunyaan bos.


Untuk pertama kalinya mereka bertiga makan bersama bos mereka, biasanya kalau di sawah mereka akan makan bersama para mandor.


Mereka membuka menu makanan dimeja besar sebelah meja kerja David, David agak risih melihat Eka bolak balik menggulung bajunya ke siku yang kebesaran.


"CK kenapa kau memakai baju seperti itu, mengganggu saja" ucap David pada Eka.


"Makanya tua beri kita seragam dong, kerja udah ganti lokasi masa bajunya masih sama. Kita kan bajunya itu itu saja" ucap Eka sambil makan makanan dan bicara apa adanya.


Arin dan Jessika saling menatap, berani sekali si Eka menjawab dengan santainya pada bosnya itu.


"Akan ku pertimbangkan nanti" ucap David cuek.


"Harus dong bos, biar aku makin kelihatan cantik" jawab Eka langsung tanpa basa basi.


David hanya menggelengkan kepalanya, anak buahnya yang satu itu benar benar bar bar, ia juga berani berterus terang dan bersikap apa adanya.


"Emmm untuk tuan saja" ucap Jessika yang menarik tangannya kembali lantaran lauk itu tinggal tersisa satu.


"Tidak kau ambil saja" ucap David datar.


"Tidak aku sudah kenyang" ucap Jessika kembali.


"Aku juga sudah kenyang" jawab David tak mau kalah.


"Heh biar aku saja sini" ucap Eka sambil mencaplok makanan yang menjadi perdebatan mereka itu tanpa sungkan.


David, Jessika dan juga Arin menatap Eka dengan tatapan yang sulit di artikan, bagaiman bisa dia mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Eeeeek alhamdulilah" ucapnya bersendawa pelan.


"kau ini jorok sekali" ucap David.


David sebenarnya senang bisa makan bersama karyawannya yang natural itu, sangat berbeda dengan karyawan yang ada di perusahaannya di kota S.


Mereka juga terlihat baik tanpa mencari muka, apalagi sebenarnya David senang jika bersama Jessika hanya saja dia belum menyadari perasaannya.

__ADS_1


"Baiklah tuan, kami sudah selesai terimakasih sudah mengijinkan kami makan di ruangan anda" ucap Arin penuh hormat pada bosnya itu.


"Hem" David hanya menjawab dengan berdehem.


Padahal David lah yang harusnya berterimakasih pada mereka bertiga.


****


"Den, den Leo" bik asih memanggil Leo dari balik pintu kamar Leo.


"Iya bik, ada apa" jawab Leo yang terlihat lebih segar sore itu setelah ia mandi dan mengganti pakaiannya dengan baju khas rumahan.


"Den Leo makan dulu, pasti dari tadi belum makan itu sudah bibik siapin di meja makan" ucap bik asih sopan.


"Oh baiklah bik, setalah ini aku akan turun terimakasih bik" ucap Leo menjawab.


Leo mencoba men-dial nomer ponsel Jessika namun masih belum bisa tersambung.


"CK ada apa ya, kenapa ponselnya tidak bisa di hubungi apa sampai sekarang handphonenya belum di aktifkan" gumam Leo.


Akhirnya Leo pergi ke meja makan setelah ia mengirim pesan pada papanya jika ia sudah sampai, ia membulatkan matanya saat melihat story' milik David ,yang memperlihatkan David tengah makan siang bersama Jessika dan juga dia sahabatnya.


Ada rasa cemburu pada hati Leo, padahal ini yang diharapkan Leo untuk melihat abangnya itu bisa move on, tapi di satu sisi kenapa harus Jessika yang dilibatkan disana.


Memang belum ada bukti terkait kedekatan Jessika dan David, namun tiap Leo tahu Jessika sedang bersama David dadanya begitu bergemuruh.


"Apa karena kakak ku kau menolakku Jes" ucapnya yang tiba tiba kehilangan selera makannya.


Akhirnya ia memakan sedikit saja sajian yang sudah di siapkan oleh bik Asih.


****


"Jadi kalian harus sering membaca buku panduan ini, besok aku akan buatkan Kalian sign untuk masuk di sistem ini, jadi kalian bisa bertanggungjawab sesuai nama kalian saat log in di sistem" ucap David memberikan arahan pada ketiga wanita itu.


David merubah segala hal manual mencari lebih sistematis, ia juga sudah bekerjasama dengan maskapai penerbangan terutama pesawat cargo untuk pengangkutan komoditi miliknya yang termasuk dalam jajaran "perishable cargo", atau barang mudah busuk.


Ketiga wanita yang tengah belajar itupun sangat kagum dengan kecakapan David, jika sedang mengajar begitu aura ketampanannya makin terpancar. David juga terlihat sangat pintar, terlihat dari bahasanya yang komunikatif saat mengajari mereka.


"Masalah seragam aku sudah orderkan untuk kalian dan juga semua pegawai yang ada di gudang ini" ucap David.


Lantaran mulut Eka yang ceplas ceplos, David akhirnya memesankan seragam bagi semua pegawai yang bekerja di bawah nama Edy Darmawan terutama yang ada di lahan pertanian cabai, sesuai job description atau berdasarkan pembagian tugasnya.


Semua mendapatkan, baik mandor, pekerja di gudang, pekerja di sawah, supir yang mengangkut komoditas itu dan juga sampai tukang semprot hama dan tukang pemberi pupuk rutin.

__ADS_1


Please like and comment 🙏


__ADS_2