
.
.
.
Mata David melihat dua wanita ,yang salah seorang diantaranya mirip Jessika." Astaga kenapa wanita itu selalu memenuhi otakku, sampai sampai orang lain yang kulihat seperti dirinya" David berbicara sendiri saat berada di dalam mobil bersama Adrian.
Padahal yang dilihatnya memanglah Jessika yang bersama Vera tengah menunggu angkutan umum, namun David masih belum tahu jika memang saat ini Jessika tengah berada di kota S.
"Apa yang kau bicarakan bos" tanya Adrian di kursi depan yang merasa jika David berbicara.
"Ah tidak ada, mungkin kau salah dengar" ucap David berbohong.
Adrian merasa semenjak kepulangannya dari desa, bosnya itu sungguh aneh. Ia kerap melamun dan sering tidak fokus.
Mobil itupun melesat menuju ke perusahaan Darmawan Group, melakukan pekerjaannya sebagaimana ia lakukan seperti biasanya.
Saat sudah berada di kantor perusahaan Darmawan Group,
"Apa agendaku hari ini dan besok Adrian" David bertanya sambil memulai menandatangani beberapa berkas yang sudah menumpuk di meja kerjanya.
"Hari ini akan ada rapat intern bersama semua supervisi Darmawan Group, untuk membahas kinerja dan evaluasi karyawan" ucap Adrian melihat schedule yang ia bawa.
"Baiklah, setelah makan siang saja kumpulkan semua supervisi di ruang briefing" titah David.
"Dan untuk besok clien kita dari Barbara group mengundang anda untuk makan siang dan membahas rencana kerjasama di Bryan's Caffe" ucap Adrian.
"Bryan's Caffe? seperti tidak asing di telingaku" David mengernyitkan dahinya sambil mengingat nama yang familiar untuknya.
"Benar bos, itu Caffe milik teman Leo" ucap Adrian.
"Baiklah kau atur saja, dan siapkan segala sesuatunya " ucap David pada Adrian.
****
Bryan's Caffe,
"Ver lu di panggil bos ke ruangannya" ucap Chika yang juga karyawan disana.
__ADS_1
"Sekarang?" tanya Vera.
"Iya, lu udah di tungguin" jawab Chika.
Vera dengan segera menuju lantai dua, tempat dimana ruangan bosnya itu berada.
Tok Tok Tok
"Masuk "
"Permisi bos, tadi Chika bilang bos memanggil saya"
"Duduk"
"Iya bos"
"Besok teman kamu mulai kerja, kamu kasih seragam ini buat dia, terus kamu ajarin dia buat dandan sama satu lagi gak boleh telat beberapa hari dan gak dapat libur dulu. Aku mau lihat kerja dia kayak apa dulu"
"Siap bos, saya akan infokan nanti. Maaf bos dia di tempatkan di bagian apa bos?"
"Dia jadi pelayan lah, buat ganttin Dian sama Manda"
"Nanti jadwalnya nunggu dulu, yang jelas tiap hari dia harus masuk pagi dan musti nurut dulu ,oh iya satu lagi kalau malam Minggu dia masuknya jam 10 pagi sampai malam ya"
"Baik bos"
****
"Aku harus dandan gimana lagi, make up aja juga belum punya" Jessika berbicara sendiri sambil berjalan kaki selepas turun dari angkot, ia selalu saja merasa pusing jika dirinya menaiki roda 4 atau sejenisnya.
"Aduh emang derajat orang susah ini aku, naik mobil bagus muntah naik mobil jelek juga langsung pusing sama mual" ia bergumam sepanjang jalan sampai ia tiba di depan kost Vera.
"Penghuni baru ya mbak" tanya seorang ibu ibu bersama anaknya ,yang kelihatannya baru aja belanja sayur.
"Eh iya buk saya temannya Vera" jawab Jessika ramah.
"Oh iya pantas ga pernah lihat sebelumnya, dari mana mbak" tanya ibu ibu itu.
"Ini Bu saya dari tempat kerja Vera" jawab Jessika kembali.
__ADS_1
"O ya sudah saya jalan dulu ya nak" jawab ibu ibu itu.
Jessika masih belum mengenal siapapun disana selain Vera, jadi lebih baik dia menunggu Vera di kost saja.
Jessika yang merasa bosan pagi itu berinisiatif untuk membersihkan kost Vera, menyapu, mengepel, bahkan menjemukan beberapa cucian yang belum sempat Vera jemur tadi.
Kostan Vera kini menjadi lebih bersih dan rapih," nah begini lebih baik" ia berkata sambil tersenyum puas, karena kostan Vera kini sudah lebih bersih.
Saat di dapur ia melihat ada beras, telur dan mie instan yang ada disana. Ia kemudian memasak bahan bahan yang sudah ada di sana itu, lebih baik masak sendiri saja biar hemat. Ia juga sudah mengirim pesan pada Vera untuk tidak usah membeli nasi bungkus malam nanti, karena ia sudah memasak nasi.
Adzan dhuhur terdengar sudah berkumandang, ia lantas mandi dan mengambil air wudhu untuk kemudian melaksanakan shalat, karena tidak ada aktivitas ia memilih untuk tidur siang setelah menjalankan kewajibannya itu.
****
Tak terasa hari berlalu dengan cepat, malam itu Vera terlihat sudah memasuki area kost nya." Assalamualaikum, Jes aku udah balik ni".
Vera mencari Jessika, ternyata ia berada di dapur. " Udah pulang Ver? itu aku udah siapin air hangat buat kamu mandi, udah malam gak baik mandi air dingin nanti kamu masuk angin" ucap Jessika kepada Vera yang baru saja masuk .
Vera sangat terharu dengan perlakuan Jessika, ia merasa Jessika sudah seperti ibunya. Biasanya ia malas mandi, karena dingin jika pulang malam.
"Kamu kok baik baik banget Jes, duh aku jadi gak enak ngerepotin kamu" Vera berucap.
"Ya enggak lah, justru aku yang ngerepotin kamu masih numpang disini" jawab Jessika.
Akhirnya Vera menuruti semua perkataan Jessika, ia mandi dengan air hangat yang sudah di siapkan Jessika, dan kini ia sudah terlihat lebih segar.
Hidup sebagai anak kost memang tidak bisa seenak saat berada dirumah bersama dengan keluarga, harus bisa mandiri dan tak jarang makan makanan instan sudah menjadi barang umum untuk memperpanjang durasi keawetan uang di dompet.
"Ver tadi aku masak telor sama mi aja ini, di kulkas tadi kulihat ga ada apa apa. Terus aku mau belanja belum tau daerah sini juga" ucap Jessika pada Vera.
"Kamu kayaknya pantes jadi emak aku deh Jes, udah nyiapin semua masak, terus kamu tadi jemurin cucian aku ya" tanya Vera.
"Ia gapapa sekali kali, tadi aku bosen jadi lebih baik aku mengerjakan pekerjaan rumah" ucap Jessika.
Vera juga memperhatikan jika kostannya kini lebih bersih, ia menjadi tidak enak pada Jessika.
"Jes, kamu jangan ngerjain semua, aku jadi ga enak sama kamu" ucap Vera yang tak enak hati.
"Udahlah ver gapapa, ayo kita makan aja ini. Ini ada soto ada rendang, tapi semua dalam bentuk mi instan hahahaha"
__ADS_1