Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 24. Pekerjaan Dadakan


__ADS_3

.


.


.


Mbok Yah yang merasa namanya di panggil segera menoleh ke sumber suara, jangan dintanya ia masih mengerjakan apa, dia sedang membersihkan lembaran daun pisan yang ia gunakan untuk membungkus cenil cenil nya itu.


"Ada pa nduk?", tanya mbok Yah menjawab panggilan dari cucunya.


"Itu wek ada pak Edy sama anaknya kesini", jawab Jessika.


"Pak Edy juragan besarmu itu nduk? ada apa mereka dalam malam malam begini ya?", mbok yah balik bertanya.


"Iya pak Edy Darmawan mbok, Jessika juga gak tau, mending cepetan temui beliau sana. Jessika mau buat teh dulu", jawabnya kembali.


Mbok yah kemudian segera mencuci tangannya, ia juga kaget kenapa sampai orang penting seperti pak Edy bertamu kerumahnya.


"Eh ada tamu", Ucap mbok yah seraya menyalami kedua tamunya itu dengan agak malu.


"Iya mbok maaf malam malam menggangu karena kata pak sis kalau pagi mbok yah jualan ke pasar", jawab pak Edy sopan.


"Iya pak Edy tidak apa apa, tapi maaf rumah kami berantakan begini", jawab mbok yah sungkan karena keadaan mereka yang pas pasan sedangkan tamu yang berkunjung kerumahnya itu bukanlah orang sembarangan.


Leo hanya menyimak obrolan para orang tua itu sambil melihat lihat isi rumah yang di tinggali Jessika itu.


Rumah sederhana bahkan ada beberapa bagian yang perlu di perbaiki namun masih dibiarkan begitu saja, karena katerbatasan dana .


Ada rasa kasihan di benak Leo, pikirannya melayang mengingat rumahnya yang di kota sangatlah jauh perbedaan yang tercipta dengan bangunan rumah di desa ini.

__ADS_1


Kadang Leo juga masih mengeluh sana sini, padahal dia sudah memiliki kehidupan yang jauh jauh lebih baik,ada rasa malu timbul pada diri Leo.


"Jadi begini mbok, tujuannya saya kemari adalah saya ingin meminta bantuan mbok Yah", ucap pak Edy menerangkan maksud kedatangannya.


"Maaf pak, memangnya apa yang bisa kami bantu?", tanya mbok yah bingung karena menurutnya apa yang kurang dari hidup pak Edy sehingga masih memerlukan bantuan darinya.


Sambil tersenyum kecil pak Edy menjawab,


" jadi begini, lusa saya akan mengadakan tasyakuran mbok dan yang menghadiri semua pegawai saya di kebun cabai termasuk cucu anda, saya ingin mbok yah yang memasak untuk kami semua. Nanti ada mbok Darmi juga yang bantu sama Bu Santi istrinya pak Sis", Jawab pak Edy panjang menerangkan.


Pembicaraan itu terjeda lantaran Jessika datang membawa dua cangkir teh beserta cenil yang di tata dipiring bersama sendoknya.


"Pak Edy, mas Leo Monggo tehnya diminum pumpung masih hangat dan ini ada cenil maaf seadanya ya pak", ucap Jessika merendah.


"Wah jadi merepotkan kami nak, ucap pak Edy pada gadis itu", pak Edy senang dengan jessika, dia gadis yang memiliki unggah ungguh (tata Krama) yang baik.


"Kira kira mau di buatkan menu apa saja pak", tanya mbok yah kembali ke perbincangan awal.


Akhirnya pak Edy menerangkan detail dan apa saja yang harus di kerjakan mbok yah nanti.


Jessika yang ketinggalan percakapan hanya diam saja, Leo tak melepaskan pandangannya pada Jessika.


"Makin cantik aja si Jessika kalau dirumah begini", Leo bergumam sambil memandang paras Jessika yang cantik.


"Bukan begitu Leo,,,,,, Leo,,, Leo", pak Edy memanggil anaknya namun karena tidak segera dijawab oleh Leo, akhirnya pak Edy menepuh paha anaknya itu.


"E e e i i iya pa bener", ucap Leo asal dan gelagapan karena kaget dan dia tidak menyimak percakapan saking terpesonanya pada Jessika.


Pak Edy hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putra bungsunya itu.

__ADS_1


Setelah keperluannya selesai, mereka lantas pamit undur diri karena waktu juga sudah malam.


********


Keesokan paginya,


"Hah jadi Pak Edy sama den Leo datang kesini semalam?", tanya Eka yang heboh sambil menyantap sarapan dirumah Jessika itu.


Sudah lama mereka tidak makan masakan mbok Yah yang terkenal endul takendul kendul se desa P itu.


"Hemmm", jawab Jessika hanya berdehem karena masih ada makanan dimulutnya.


"Wah aku iri deh sama kamu Jes, kamu di datangi sama den Leo. Dia itu udah ganteng, ramah, baik, gak kayak kakaknya tu songong banget" ,Eka menjawab dengan sedikit kesal karena teringat perlakuan David pada sahabatnya itu di pasar malam tempo hari.


"Ada perlu apa mereka kemari Jes?", tanya Arin kemudian.


Jessika menceritakan dengan rinci terkait kunjungan Big Bos nya itu bersama putra bungsunya semalam.


Arin dan Eka hanya menyimak sambil sesekali menganggukkan kepala mereka tanda mengerti maksud Jessika.


"Nanti kalian bertiga disana bantuin mak wek ya pekerjaannya pasti banyak, nanti kalau dapat komisi mak wek cipratin kalian", ucap mbok Yah yang baru masuk dari belakang namun masih mendengarkan pembicaraan tiga gadis itu.


Mendengar kata komisi membuat mereka kompak menggunakan kepala, tanda setuju.


Setelah menyelesaikan sarapan mereka berangkat bersama menuju persawahan, hari ini hari terakhir bekerja sebelum acara tasyakuran itu digelar.


Please kasih like comment dan vote nya ya


author akan makin semangat kalau dapat like yang banyak๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2