
.
.
.
Leo merutuki kebodohannya dengan memukul setir bulatnya itu," bo doh !!!!! apa yang kau lakukan Leo, kau menyakiti wanita itu!!!!"
Memacu kendaraannya dengan cepat, ia sudah tidak mempedulikan keadaan kanan kirinya.
"Hey si alan!!!!
"Astagfirullah"
"woyy go b lok!!!!!
Umpatan dan keluhan lainnya mengiringi pacuan mobil yang urakan itu, nyaris saja membahayakan keselamatan orang lain.
Sudut matanya kini berair, kini ia menciptakan benang kusut antara dirinya dan Jessika. Wanita yang ia ingin miliki itu, telah berhasil dia sakiti, ketidakmampuan dirinya dalam mengontrol emosi membuat semuanya menjadi kian rumit.
Tak terhitung berapa lama dia berada di makam ibunya itu,seorang diri meratapi nasib diri yang seolah tidak berpihak padanya. Ditambah kebodohannya yang makin membuat semuanya runyam.
"Ma, aku telah menyakiti wanita itu ma, maafkan Leo ma" ia berbicara dihadapan batu nisan dari marmer hitam itu, berharap sekali sakit dihatinya berkurang.
"Anak mama sekarang sama dengan pecundang lain ma, apa yang harus aku lakukan ma? jika orang itu bukan bang David aku tidak akan sehancur ini" terangnya yang makin terlihat menyedihkan.
Setelah sore yang hangat berubah menjadi malam yang dingin, ia membelokkan mobilnya ke club X, hal yang paling dihindarinya kini dengan mudahnya ia lakukan.
"Temui aku di club X!!!" Ia menghubungi manusia dingin yang selalu setia di sampingnya itu, Tomy.
Tomy menatap datar bosnya yang masih kuat meneguk sloki demi sloki banyu setan itu.
Tak ada niatan untuk menanyakan apa yang telah terjadi, mengapa bisa menjadi seperti itu.
Ia masih diam, menatap wajah yang menyedihkan dengan mata sembab dan baju yang tidak karuan.
"Aku telah menyakitinya" kata yang pertama keluar setelah sekian lama mereka berdua ada di sana.
Masih tak ada niatan menjawab, ia ingin membiarkan bosnya itu melakukan apa yang ia mau. Tugasnya hanyalah ingin memastikan bosnya itu selamat, meski dalam keadaan seperti itu.
"Dia pasti tidak akan memaafkan ku" kata kedua yang keluar seraya ia meletakkan cawan kosong, yang isinya baru saja ia teguk.
"Kau urus dulu, sepertinya aku tidak bisa kembali kesana"
__ADS_1
Tomy mengetik sebuah pesan pada seseorang, ia jelas tidak bisa meninggalkan Leo dalam keadaan kacau begini..
Sepertinya Tomy masih ada beberapa pekerjaan yang belum beres, namun bosnya adalah segala-galanya bagi dirinya.
"Aku seperti pecundang" racaunya yang terlihat mulai kehilangan kesadarannya alias mabuk.
Tomy masih membiarkan bosnya itu, "dengan siapa bos bertengkar" pikirannya menerka.
Ini adalah kali pertama Leo terlihat kacau begini, bahkan saat mamanya meninggal ia masih bisa terlihat tegar.
"Mas Leo ??" sapa seorang wanita dengan pakaian sexy.
Tomy membelalakkan matanya mendapati wanita itu berada di tempat hiburan malam seperti ini, bahkan status yang ia sandang makin membuatnya keheranan.
"Anda disini" akhirnya bibir lelaki itu terbuka juga.
Wanita itu tersenyum, "tentu saja, ini kan satnight" ucapnya tersenyum kecentilan.
Putri menatap Leo yang terlihat sibuk dengan minumannya itu, tanpa permisi ia duduk di dekat Leo.
"Aku gabung ya mas, mas Leo sering kesini ya" tanyanya sambil menuang botol itu kedalam cawan Leo, terlihat sangat lihai.
"Bagaimana bisa anak ini sangat familiar di tempat seperti CK," Tomy berdecak dalam hatinya.
"Jaga sikap anda nona" ucap Tomy yang tak nyaman dengan kehadiran Putri.
Jack calling.....
Tomy terpaksa meninggalkan mereka berdua, lantaran jika Jack menelpon sudah bisa di pastikan ini hal penting.
Tanpa permisi ia pergi ke luar, tentu saja di dalam suara bising itu akan mengganggu pendengarannya.
Putri yang melihat jika Leo sudah setengah mabuk tak menyia-nyiakan kesempatan, entah dari mana ia mendapat barang itu, sebuah botol berisi obat pemacu gairah.
"Bawakan aku sebotol lagi" ucapnya dengan suara khas orang teler.
"Akan ku bawakan mas" ucap putri seraya mendatangi meja bartender, dan sangat lihai dan seperti sudah menjadi pemain kawakan.
Dengan mudah cairan itu menyatu dengan minuman yang akan ia hidangkan pada Leo, sejurus kemudian ia meletakkan cawan di hadapan Leo.
Leo menenggak minuman itu, langsung meluncur dengan sempurna ke tenggorokannya.
Putri tersenyum puas ketika melihat minuman itu meluncur sempurna kedalam esofagus Leo, ia berfikir akan menikmati malam indah bersama Leo. Namun impiannya seolah menguap bersama udara dingin disana.
__ADS_1
"Nona sebaliknya Anda pergi dari sini" ucap Leo datar.
"Apa maksudmu? untuk apa? emmm " ucapnya kaget, kenapa tiba tiba pria dingin itu memintanya pergi dari sana, tentu saja ia akan kehilangan kesempatan itu.
"Orang tua anda berada di kota S" ucap Tomy masih dengan datar.
Putri langsung terkejut mendengar ucapan Tomy, kenapa bisa dan bagaimana jika pak sis tahu kelakukan nya disana.
Flashback On
Victor calling
"Ada apa?" tanya Tomy tanpa basa basi setelah benda pipih itu bergetar beberapa kali sewaktu di dalam club.
Mengingat Tomy dan Jack juga Victor masih memiliki misi penting, guna mengungkap kejadian janggal yang disinyalir membuat salah satu mandor disana hilang sampai saat ini, Pak Eko.
Tomy merasa barangkali itu adalah informasi penting yang biasa dilaporkan oleh Jack maupun Victor.
"Pak Sis ada di kota S bersama istrinya, ia menghubungi nomer putrinya namun tidak aktif. Bisa kau bantu jemput beliau?" ucap Victor memberitahu.
Tidak mungkin Victor akan meminta David atau Leo yang notabene adalah bos-nya.
Singkat cerita pak Sis bersama istri baru saja ke kota J untuk acara keluarga, mereka sengaja turun di bandara yang ada di kota S sekalian untuk menemui putrinya, dan berniat akan kembali ke Kabupaten B menggunakan kereta api.
"Baiklah terimakasih infonya" Tomy menutup sepihak panggilan itu, kebetulan. Anaknya saja berada disini.
Flashback Off.
"Tuan bisakah kau mengantarkan aku ke bandara, nanti aku akan pulang bersama kedua orangtuaku" rengeknya.
"Tidak bisa ! aku harus menemani Tuan Leo" tolaknya datar.
"Tolonglah tuan, sekali ini saja" ia tetap bersikeras meminta Tomy untuk mengantarnya.
Sejurus kemudian Tomy ingat perkataan Leo " papa menyuruhku untuk membiarkan anak itu magang disini, yang benar saja. Bahkan papa meminta untuk membantunya jika ada kesulitan, jika tidak papa bisa marah padaku, CK anak itu benar benar selalu membuatku dalam masalah"
Jika putri sampai melapor ke pak Edy nanti, itu artinya Leo yang akan mendapatkan masalah.
"CK wanita ini" batinnya.
Tomy menghembuskan napasnya kasar, mau tidak mau alias terpaksa dia menuruti permintaan Putri.
"Tunggu sebentar" ucapnya seraya mengambil benda pipih dari dalam saku celananya, kemudian men-dial nomer seseorang yang ia kenal.
__ADS_1
"Tuan saya pergi itu, saya akan segera kembali. Nona Bella akan menemani anda disini"
Tinggalkan jejak dengan beri like and comment 🙏