Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 176. Perhatian David


__ADS_3

.


.


.


Jessika tersenyum senang saat melihat video yang di kirimkan Victor. Ia merasa bahagia, saat bisa membahagiakan orang lain. Ia dulu pernah berada di titik redup dalam hidupnya. Ia juga pernah hidup di garis kemiskinan.


Baginya memberi itu bukan soal dia tengah lebih atau tidak, namun karena ia tau rasanya tidak punya.


Victor dan Jack tinggal dirumah besar. Hanya saja, bangunan mereka kini terpisah. Rumah besar itu kini makin besar, karena pembangunannya terus berjalan.


Bik Darmi juga sudah memiliki beberapa anak buah baru Khusu untuk mencuci baju, tukang kebun, dan yang membantunya memasak. Semua itu atas permintaan David, yang tidak mau bila istrinya itu terlalu sibuk.


" Bu, sudah beres. Kami permisi dulu!" ucap Jack yang pamit ingin segera mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Pria itu sudah seharian bermandikan matahari.


" Terimakasih banyak ya. Selamat beristirahat!" ucap Jessika.


Dua pria bujang itu kini melesat ke bangunan samping yang mirip seperti rumah kontrakan buat mereka. Ya, pak Edy sengaja membuatkan bangunan yang bisa dikatakan sebagai sebuah ' Mes" untuk para pegawainya.


Hal itu tercetus lantaran tempat mereka yang jauh dari hotel. Sementara Darmawan Group, sering meroling para karyawannya. Dari desa ke kota, dan dari kota ke desa sesuai kebutuhan.


.


.


Malam itu Jessika terlihat meng-Asihi Deo. Bayi gembul itu melahap sumber kehidupannya dengan rakus. Jessika mengusap lembut kepala mungil Deo yang berkeringat karena tengah bekerja keras, dalam meminum ASI.


" Enak ya sayang...papa juga pingin!" David kini menelungkup diatas ranjang, dengan posisi wajah mendekati wajah putranya. Hatinya menghangat kala melihat istri dan putranya itu. Hidupnya lengkap sekali saat ini.


Jessika mengusap lembut rambut hitam suaminya. Ia merasa bahagia saat ini.


" Jangan Pa, nantii cucu Deo bau tembakau!" ucap Jessika menirukan gaya bicara seorang bocah, saat menyahuti David. Membuat suaminya itu terkekeh.


" Kita cari baby sitter ya?" tawar David.


Jessika menatap suaminya itu dengan dahi berlipat," Buat apa. Aku masih mampu ngurus Deo!" Jessika berucap seraya memindahkan posisi anaknya. Memberinya ASI sebelah kanan.


David menelan ludahnya saat melihat istrinya mengeluarkan benda yang kerap membuatnya gelisah itu. Apalagi semenjak menyusui, David memperhatikan benda itu kian berisi dan padat saja. David belingsatan saat itu juga.

__ADS_1


" Emmmm.... Emmmmm!" David ta fokus.


" Ditanya malah am em am em!" dengus Jessika.


" Ya, aku kan pingin di manja manjain sama kamu sayang. Kamu juga biar gak capek loh!" David mencoba berdiplomasi dengan istrinya itu.


" Kalau semua- semua aku gak boleh pegang, terus aku sebagai istri sama ibu harus apa mas!"


" Kamu aja nih ya, udah nambah tiga orang buat bantu bik Darmi. Udah ada Yu Sal, Yu Jami .....sama siapa itu yang terakhir?" tanya Jessika yang gak ingat dengan gadis yang kini juga bekerja di rumahnya.


" Ani!" jawab David kini berengut karena istrinya melayangkan protes.


" Nah itu Ani!"


Jessika memindahkan Deo ke box bayi di dekat ranjang mereka, saat putranya itu sudah kenyang.


ia mencium kening Deo sebelum menidurkannya kedalam box bayi. " Tidur ya nak!"


Jessika kembali ke ranjang. Suaminya itu masih menekuk wajahnya muram.


" Aku terimakasih banget kamu jadikan ratu saat ini mas. Bahkan aku merasa aku itu emang jadi manusia kurang kerjaan, tapi ..." Jessika memandang ke arah suaminya.


" Aku ingin ngurus Deo dengan baik. Lagipula aku mampu. Mas jangan khawatir, dirumah ini banyak orang kok. Ada Eka juga yang sering sambang kemari!"


" Heran deh mas, kenapa selalu jealous kalau sama Eka" Jessika tertawa.


" Teman kamu satu itu remnya slong. Gk ada filternya kalau ngomong!" David berucap jujur. Dan Jessika masih tergelak.


" Kalau gak ada dia, mungkin aku gak jadi sama kamu loh mas!" sindir Jessika.


Mereka kini terdiam. David ingin memberikan yang terbaik bagi istrinya itu. Namun, agaknya Jessika tidak mau terlalu berpangku tangan.


Mereka kini saling bersitatap. Mengagumi satu sama lain. Berharap rumah tangga mereka selalu diberikan keharmonisan.


David menyambar bibir istirnya yang selalu saja menggoda itu. Pria itu begitu mencintai Jessika dengan segala kesungguhannya.


Jessika menyambut ciuman bibir suaminya itu dalam. Ia tahu David tak suka dengan penolakan. Dan ia akan mencoba memberikan upeti, lewat suguhan panas yang memabukkan malam itu.


" Kamu pinter goda aku ya sekarang!" David tersenyum senang. Istrinya itu kini lebih pandai dalam urusan pelayanan.

__ADS_1


...***...


Dan wanita yang barusaja di bicarakan oleh David, mendadak merasakan panas di telinga. Ya, Eka tengah mematut dirinya di cermin kamarnya. Wanita itu terlihat mengenakan dress piyama satin berwarna ungu. Membuatnya terlihat sexy.


" Kok kupingku panas ya!" ia memperhatikan telinganya yang memerah secara tiba-tiba itu. Ia tak tahu saja, bila David tengah mencibirnya dari radius puluhan kilometer.


Tomy yang baru selesai dari mengobrol dengan tamu di ruang tamunya itu, kini kembali ke kamar dengan wajah lelah.


" Udah beres mas?" tanya Eka yang menotolkan cream malam ke wajahnya.


" Udah, tinggal dua orang lagi!" jawab Tomy seraya melempar tubuhnya yang lelah keras ranjang luas mereka. Membuat tubuh t'egap tomy memantul karena efek pegas kasur itu.


Ya, perintisan Ground Handling yang di gadang-gadang akan menjadi perusahaan di bidang aviasi besar di kabupaten itu pun, kini masih gencar di garap Tomy. Rumitnya kepengurusan izin usaha itu, membuat Tomy harus sedikit mencari jalan pintas.


Apalagi David bersikukuh, bila PT itu harus segera di dirikan. Ia ingin mewujudkan keinginan istrinya, untuk membuka lapangan pekerjaan se luas- luasnya bagi rakyat di kabupaten B.


" Aku bisa bantu apa, kok mas capek banget kelihatannya!" ucap Eka seraya mengoleskan lotion malam, ke seluruh lengannya.


Ya, semenjak Eka resmi menjadi istri Tomy. Wanita itu gencar merawat dirinya. Tak mau memberi celah bagi para laskar pengintai suami orang.


" Kamu bisa bantu aku dengan......!" Tomy mengerlingkan matanya. Ia menatap istrinya yang hampir tiap malam berpenampilan hot itu.


Eka yang selalu paham dengan kerlingan mata suaminya itu, langsung merayap diatas tubuh Tomy. Dan untuk urusan satu itu Eka lebih dari kata mahir. Mungkin bisa di sematkan kata kawakan.


Tomy selalu menikmati aksi lihai istrinya dalam melayaninya itu. Tak terbayangkan jika ia dulu tak bisa mendapatkan Eka.


Eka mencium bibir suaminya itu. Sapuan lidahnya terasa manis dirasakan Tomy. Aroma wangi lotion yang di pakai Eka, membuat Tomy serasa tertantang.


Pria itu meremas bokong istrinya. Kain tipis piyama satin itu halus mulus ia raba. Menutupi bagian bawah istrinya yang padat menggoda.


Eka membuka piyamanya sendiri, menampilkan bra yang membungkus indah dua gunungan menantang itu. Membuat Tomy menelan ludahnya sendiri, walau telah berkali-kali ia meraup benda itu.


Eka melepas celana suaminya, ia juga melucuti kemeja yang di kenakan oleh suaminya itu. Dan dalam sekejap, otot nan liat yang berada di sepanjang garis dada suaminya itu ia raba.


Sungguh beruntung Eka yang bisa mendapatkan pria seperti Tomy. Eka kembali menyambar bibir suaminya itu, mereka saling mendecak dan melu*mat. Tomy meremas dan menekan, serta meraba tubuh Eka yang kina berisi itu.


Mereka melalui malam itu, dengan kenikmatan cinta yang selalu membuat mereka melayang. Bukti nyata dari cinta kasih, yang mereka patrikan kedalam satu ikatan pernikahan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2