Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 27. Teripang


__ADS_3

.


.


.


Hari itu David memutuskan untuk datang ke rumah ayahnya di desa bersama Tomy dan juga Adrian.


Dan setelah kepulangan David sepekan lalu, pak Edi sudah merenovasi semua kamar yang ada dirumahnya itu, termasuk menambahkan kamar mandi dalam kamar, karena putra sulungnya yang pernah complain terkait hal itu.


Dengan kekuatan uang semua bisa berjalan sesuai kemauan pak Edy, termasuk merubah kamar itu dalam waktu yang singkat.


David bersama dua asistennya itu berangkat bersama pak Umar, dengan harapan selain menyenangkan hati papanya Karena kehadirannya, juga berharap David bisa segera move on dari keterpurukan ulah dari Sherly dengan suasana baru walau hanya beberapa hari disana.


Untuk urusan pekerjaan Tomy dan Adrian sudah memberikan tanggung jawab pada wakil mereka, kali ini mereka mendapat tugas penting untuk mengawal David ke desaπŸ˜ƒ.


Namun mereka juga selalu memonitor pergerakan dan perkembangan perusahaan mereka lewat kecanggihan teknologi yang mereka miliki ketika sedang tidak berada di kantor.


****


"Sebelah sana itu mas, aduh jangan yang itu itu daunnya gak bagus sini biar aku saja kalau begitu" ucap Jessika pada Leo agak kesal karena sedari tadi tidak berhasil mendapatkan daun.


"Aku menyerah deh, aku aja yang ngumpulin kamu yang potong daunnya" ucap Leo kehilangan semangat juang.


Seorang direktur yang lihai memimpin perusahaan kini dia terlihat menjadi bodoh untuk urusan beginian.


Maklum saja, seumur umur baru kali ini dia melakukan hal ini.Ia menggerutu kenapa papanya tidak beli saja daunnya, kenapa musti mencari sendiri.


Tapi Leo senang, setidaknya dia bisa bersama Jessika.


"Kamu kenapa gak kuliah Jes, kamu kan masih muda berapa usiamu? tanya Leo.


"Boro boro buat kuliah mas, bisa lulus SMA aja udah bersyukur banget" jawabnya sekilas dengan tersenyum menatap Leo sambil memisahkan daun daun pisang itu.


Leo merasa bersalah mempertanyakan pertanyaan itu, ia merutuki kebodohannya takut takut kalau Jessika kembali salah paham lantaran Leo mengungkit hak berbau Finansial.


"Maaf Jes, aku gak ber...." ucapannya terpotong


"Aku gak tersinggung kok mas, aku malah bersyukur bisa kerja di sawahnya papanya mas Leo, selain dekat rumah bayarannya juga alhamdulilah"


Kemudia Leo segera mengganti topik pembicaraan,


"Kamu pinter main gitar sejak kapan"


" Kok mas Leo tahu aku bisa main gitar"


"Kemaren aku kan ke rumahmu pas kamu lagi main gitar"


"Oh iya sory lupa, aku dari SMP mas udah bisa belajar sama paklek ku"


"Nanti malam kamu nyanyi ya, aku ada gitar dirumah suara kamu juga bagus. Pasti orang orang bakal seneng"


"Aku? apa gak malu maluin mas"


"Ya enggak lah, Jes kamu itu berbakat Lo. Andai ni ya kamu di kota pasti banyak perusahaan rekaman yang nawarin kamu jadi penyanyi top"


"Hahahaha enek enek ae mas sampean Ki ( ada ada saja mas kamu itu)"


"Apa itu artinya"


" Artinya ayo segera pulang karena aku udah selesai" jawab Jessika sambil cekikikan karena Leo masih belum menyadari bahwa dia dibohongi Jessika.


" Loh kok cepet banget padahal aku masih pingin ngobrol sama kamu Lo"


"Kalau ngobrol terus bisa bisa kita di masa sama orang orang itu, karena daun buat bungkus nasi bakarnya masih ada di kita"


Leo Menatap nanar punggung Jessika yang sudah lebih dulu beranjak, dia sebenarnya masih ingin berlama lama dengannya.


****


Saat Leo dan Jessika sampai dirumah pak Edy mereka langsung di cecar beberapa pernyataan oleh Eka dan Arin.

__ADS_1


"Dari mana aja sih, kok baru balik " tanya Eka


"Kamu gak lihat ini, aku nyari daun kan tadi udah di bagi tugas. Pohon pisangnya tinggi-tinggi jadi agak susah, untung di bantuin ms Leo" jawab Jessika.


Leo yang namanya disebut juga ikut menjawab " Iya aku juga masih belum terlalu bisa jadi maaf ya agak lama".


"Ya udah kalau gitu, kita mau ke pasar dulu ikannya kurang kata mbok Yah, soalnya nanti malam pak Kades beserta rombongan juga di undang" jawab Eka Kembali.


Setelah Arin dan Eka pergi, dua manusia beda jenis itu menuju dapur tempat mbok Yah berkutat dengan segala masakan.


"Wek ini daunnya, Jessika mau shalat dhuhur dulu takut gak keburu nanti" ucap Jessika.


" Ya wes sana, nanti cepetan balik ya" jawab mbok yah kembali.


"Emmm mas Leo Jessika numpang shalat disini ya, kalau pulang nanti kelamaan terus bolak balik" ucap Jessika pada Leo disampingnya.


"Tentu saya ayo ikut aku, aku sekalian mau ke kamar dulu" jawab Leo kemudian.


Leo berfikir untuk meminjamkan kamar David untuk Jessika melaksanakan shalat, toh David sepertinya tidak bisa berkunjung ke desa.


Karena sampai sekarang mereka belum mengabari dirinya ataupun papanya.


"Kamu shalat di kamarku ini aja ya, ini kamarnya bang David, orangnya lagi ga ada jadi kamu jangan sungkan"


"Tapi ada mukenanya tidak mas di dalam"


"Ada kok, kamu tenang saja beberapa hari yang lalu papa merenovasi semua kamar disini. Selain udah ada kamar mandinya ,sama pak tukangnya masing masing kamar di buatkan tempat ibadah juga terus sama bik Darmi perlengkapan shalatnya udah di siapin disana juga" jawab Leo panjang menerangkan.


"Beneran ini ga apa apa mas? kalau gitu aku shalat dulu ya, keburu habis waktunya"


Leo pun juga pamit untuk masuk ke kamarnya.


Saat masuk Jessika lupa menutup pintu kamar david, ia langsung menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu dan menunaikan kewajibannya.


Jessika yang merasa sedikit lelah melirik jam di dinding yang berada ruangan khusus untuk shalat itu.


"10 menit aja bisa kali ya aku mau tidur bentar , duh capek banget" dia bermonolog.


****


David yang sudah sampai langsung turun dari mobil dan menuju kerumah pak Edy, namun ia tidak melihat papanya atau Leo disana.


Terlihat beberapa orang riwa riwi dengan kesibukan mereka masing masing-masing.


"Bos, memangnya ada acara apa?" tanya Adrian karena bingung mengapa banyak sekali orang.


Maklum Adrian tidak pernah berkunjung ke desa, akhirnya ia mengikuti saja langkah David yang mulai memasuki rumah itu.


Semua orang tengah sibuk, sehingga tidak ada yang menyadari kedatangan David beserta dua pria tampan yang menjadi asistennya itu.


"Kalian pilih aja sendiri kamar untuk istirahat kalian. Kamarnya ada di samping lorong itu, kalian istirahat saja dulu" titah David yang dibalas anggukan oleh keduanya .


Mereka akhirnya berpisah dan menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.


Saat melihat kamar yang ia tempati terbuka pintunya, David mengernyitkan dahinya.


"Siapa yang masuk, atau bik Darmi lupa menutup pintu pas lagi bersih-bersih" ia berbicara pada dirinya sendiri.


Kemudian karena merasa seluruh badannya lengket David segera memasuki kamarnya karena ingin segera mandi.


David mengunci pintu kamarnya dari dalam, ia masih belum tahu jika ada wanita yang tertidur di tempat shalat yang berada di samping kamar mandinya.


Hanya dalam kurun waktu kurang lebih seminggu David melihat ada beberapa perubahan di dalam kamarnya itu, "rupanya papanya sudah merenovasi kamarku, baguslah jadi aku tidak perlu susah-susah keluar kalau mandi" ucap David.


Kemudian dia bergegas untuk mandi karena tidak tahan dengan badannya yang lengket sehabis perjalanan jauh.


Karena mendengar suara gemericik air, Jessika kemudian terbangun, sembari mengumpul kesadaran ia menoleh ke jam dinding.


"Astaga udah jam setengah 3 lagi, aduh gimana ini bisa bisanya aku ketiduran lama begini" ucapnya seraya melepas perlengkapan shalatnya yang masih lengkap menempel di badannya.


Saat Jessika berjalan dan tepat melintas di depan kamar mandi, tiba tiba pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sesosok pria tampan nan tinggi berbadan kekar hanya memakai lilitan handuk di pinggangnya dengan keadaan bertelanjang dada.

__ADS_1


"AAAAAAAAAAAAAAAAA" Jessika berteriak sambil menutup matanya menggunakan tangannya, lantaran melihat pemandangan yang tak biasa, dia terperanjat saat David keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk sebatas pinggangnya.


David secara spontan membekap mulut Jessika yang berteriak itu menggunakan tangannya dengan posisi wajah mereka saling berdekatan.


David terpaksa melakukan hal itu agar suara Jessika tidak sampai terdengar di luar.


"mmmmmmmmmmm" ucap Jessika mencoba berbicara namun dengan segera David mendorong gadis itu, hingga tubuhnya membentur tembok dengan posisi tangan David masih membekap mulut Jessika.


Jesika membulatkan matanya, dia sangat takut kalau akan di perk*sa oleh David.


"Huuuusssst bisa diam nggak! diam! pekik David pada Jessika yang sudah mengeluarkan keringat sebesar biji jagung.


Akhirnya Jessika diam menuruti perintah David, kemudian perlahan David melepaskan tangannya dari mulut Jessika.


Saat tangan David sudah menjauh dari mulut gadis itu dan hendak berjalan, tiba tiba Jessika berteriak kembali" AAAAAAAAAA TOLOOOOONG!!!!


Lalu secepat kilat David berbalik dan mengunci pergerakan Jessika dengan posisi David berada di belakang gadis itu dengan tangan kiri mengunci kedua tangan Jessika dan tangan kanan membekap mulut gadis itu untuk keduakalinya.


"Kubilang diam!! kau mau semua orang dirumah ini salah paham kepada kita, Hem?"


Mendengar ucapan itu Jessika akhirnya menurut dengan menganggu kan kepalanya.


"Tolong bekerjasama lah!" ucap David kembali.


Kini mereka saling menatap, mereka sama sama ingin meminta penjelasan satu sama lain.


"Sekarang katakan, kenapa kau bisa ada di kamarku Hem?"


" A aku aku, aku tadi memakai kamar ini untuk shalat, mas Leo tadi yang menyuruhku. Dia bilang jika tuan David tidak ada disini, jadi aku bisa memakainya


Jessika menjawab apa adanya, tentu saja ia masih sangat ketakutan. Apalagi saat David membekapnya dari belakang tadi, dia merasa ada sesuatu yang besar dan mengganjal di b*k*ngnya.


Ia merasa bergidik ngeri, "tadi itu apaan ya" batin dia bermonolog.


David membuang nafasnya kasar, sebenernya Jessika dan Leo tidak sepenuhnya bersalah. Dia tadi juga lupa tak mengabarinya jika dia dan dua orang asistennya itu akan datang hari ini.


David terus menatap gadis yang terus saja menunduk di depannya ini, David memperhatikan dari atas sampai bawah, gadis ini cantik juga, dan di tambah semakin menggemaskan ketika ketakutan seperti ini.


Tiba tiba muncul niat jahil David untuk mengerjai Jessika.


"Oooo jadi kau mau menggodaku ya hem, baiklah kalau begitu" ucap David seraya memajukan langkahnya pada Jessika.


Jessika yang mendengar ucapan Davidsudah sangat ketakutan, lalu dengan gerak reflek Jessika menendang barang pusaka milik David kemudian ia berlari sekencang mungkin meninggalkan David dengan barang pusaka miliknya yang tidak tahu nasibnya sudah seperti apa itu. 🀣


"AAAAAAAAAAAAAAAAA awas kau ya!!!! " ucap David seraya menahan sakit yang luar biasa di bagian bawahnya itu.πŸ˜€


Jessika sudah tidak peduli lagi resiko apa yang akan dia terima nanti, yang terpenting ia sudah bisa lolos dari David.


Jessika sangat takut pada David, apalagi dia belum pernah sedekat itu kepada laki laki sebelumnya.


Saat berhasil keluar Jessika terengah-engah dan langsung menutup pintu kamar David, untung saja tidak ada yang melihat Jessika yang keluar dari kamar itu.


Kemudian ia setengah berlari ke dapur mencari kedua sahabatnya itu.


Huft huft Jessika mengelap keringat menggunakan tangannya "Astagfirullah kenapa aku jadi sial begini, sumpah aku takut banget".


"Takut kenapa kamu Jes? " tanya Eka yang muncul tiba tiba di belakang Jessika karena sedari tadi dia sudah keliling rumah itu untuk menjadi Jessika.


"I itu takut sama TERIPANG" jawab Jessika.


"TERIPANG??????πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


.


.


.


.


Please like comment vote and tip πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2