
.
.
.
Jessika kaget karena ternyata mereka membawa mobil, Jessika yang notabene mabok saat naik mobil apapun itu ,sontak menghentikan langkahnya saat pintu belakang mobil Leo di buka oleh Eka.
Jessika mencapit hidungnya dengan jarinya, dia memang payah, mencium bau mobil saja sudah pusing.
Leo yang melihat Jessika seperti tidak mau masuk lali berinisiatif turun, ia melihat Jessika sudah pucat dan berkeringat.
"Ada apa Eka" tanya Leo pada Eka.
"Ini Den, Jessika mabok kalau naik mobil hehe" ucap Eka.
Jessika juga terkejut, pasalnya kenapa Leo ikut. Tadi bilangnya sama Tomy.
"Kalau begitu nona Jessika biar di depan saja bos, saya biar duduk di belakang, atau saya yang membawa mob...." ucap Tomy terjeda karena Leo langsung menyahut.
"Ya benar kau di belakang saja, Jessika biar di depan itu akan membuatnya tidak terlalu pusing" jawab Leo yang tak rela jika Tomy yang di depan berdampingan dengan Jessika.
Kini Tomy semakin yakin jika bosnya itu menyukai Jessika, ia kini paham mengapa beberapa hari yang lalu ia masih tak ingin kembali ke kota S.
"Apa tidak apa apa mas Tomy kalau saya di depan, duh apa saya tidak usah ikut saja" jawab Jessika tak enak pada Tomy.
"Oh tidak apa apa, nona Jessika di depan saja biar tidak pusing. Silahkan nona" ucap Tomy ramah sambil membukakan pintu mobil pada wanita yang disukai bosnya itu.
"Ih sama Jessika aja manggilnya nona, nah sama aku ?" Eka menunjuk dirinya sendiri protes
****
Di dalam mobil awalnya mereka hanya diam, sampai suara Leo memecah keheningan.
"Jadi mau kemana ini Tom" ucapnya bersandiwara.
Tomy yang gelagapan sampai lupa jika mereka harus berakting di depan Jessika, yang tidak menyadari bahwa tujuan mereka keluar sebenarnya adalah dirinya dan Leo.
"Em em " Tomy hanya am em saja saat berbicara.
"Kita ke cafe aja ya disana di cafe A, pumpung ada yang ngajak" jawab Eka menyelamatkan Tomy.
Di dalam mobil Eka melirik Tomy sambil meyenggol kaki Tomy dengan gemas karena tidak bisa berakting, Jessika hanya diam karena dia sudah merasa mual.
"Apa kamu pusing Jes, aku buka aja ya kacanya" tanya Leo sambil menekan tombol indikator untuk membuka kaca mobilnya.
Setelah perjalanan kurang lebih 30 menit, dan penuh dengan drama antara Tomy dan Eka akhirnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju.
Jessika langsung mencari toilet setibanya mereka di cafe itu, ia ingin segera memuntahkan isi perutnya Karen dia mabok kendaraan. memang terlihat ndeso tapi mau gimana lagi, sedari dulu ia memang tak suka naik mobil.
"Maaf aku ke toilet sebentar ya" ucap Jessika.
__ADS_1
"Mau aku antar Jes" tanya Eka.
"Tidak usah, kmu tunggu sini aja" Jawab Jessika kembali.
"Ingat bos, setalah ini kau harus memberikan bonus untuk kami berdua" ucap Tomy dengan wajah datarnya saat mereka menunggu Jessika yang masih di toilet.
"huek huek, aduh malu maluin aja, padahal mobilnya bagus Lo kok aku bisa mabok sih" ucap Jessika sambil mengelap bibirnya menggunakan tissue.
Leo memesan tempat khusus yang berada di lantai dua pada resepsionis cafe itu, ia sengaja memilih tempat yang sedikit sepi.
"Maaf ya, aku jadi merepotkan kalian" ucap Jessika malu saat dia kembali dari toilet.
"Udah gpp, lagian aku tadi lupa kasih tau mereka kalau kamu ga bisa naik mobil karena begini jadinya" ucap Eka.
Akhirnya mereka berempat berjalan menuju meja yang sudah di pesan Leo tadi, cafe yang tidak terlalu besar namun terlihat nyaman dengan nuansa khas millenial yang Instagramable.
"Kamu mau pesan apa Jes" tanya Leo.
" Samain aja mas, aku ga pernah kesini soalnya" ucap Jessika apa adanya.
Ia memang tidak pernah nongkrong seperti anak anak muda kebanyakan, hari harinya habis untuk bekerja dan kalau malam ia gunakan untuk beristirahat.
Eka berinisiatif untuk meninggalkan mereka berdua disana agar Leo bisa ngobrol dengan Jessika.
"Aduh, tuan Tomy anterin aku ke minimarket depan sana yuk, ada sesuatu yang mau aku beli, tadi ibuku nitip nanti keburu tutup kalau beli pas pulangnya" ucap Eka sambil mengedipkan matanya pada Tomy.
"Baiklah, aku juga mau beli sesuatu untuk ku bawa besok" ucap Tomy yang paham dengan kode yang di berikan Eka.
" Aku bentar kok,kamu disini dulu ya kan kamu lagi sedikit pusing, gak mungkin aku nyuruh bos buat nemenin aku kan hehehe" jawab Eka sambil cengengesan.
Akhirnya Jessika mengiyakan permintaan Eka, ia tidak menaruh curiga pada sahabatnya itu. Kini ia duduk berdua saja dengan Leo.
****
"Aduh sekarang mau kemana ini, mana aku lapar lagi ga mungkin mau balik kesana lagi" ucap Eka sambil memanyunkan bibirnya.
Tomy memutar matanya malas mendengar rengekan Eka yang ada di sampingnya, akhirnya Tomy mengajak Eka untuk makan di cafe itu, namun di meja di lantai satu dan tempatnya berada di pojokan.
"Pesanlah apa yang kau mau" ucap Tomy sambil menyodorkan daftar menu pada Eka dengan cara sedikit di lempar.
"Sopan sekali caramu tuan, CK" ia berdecak sambil menyindir Tomy yang melempar daftar menu dihadapannya.
"Sudah pesan saja, atau ku tinggal kau disini jawab Tomy datar.
"Issh beraninya mengancam" ucap Eka menyebikkan bibirnya.
****
Sementara itu di lantai dua tempat dimana Leo dan Jessika berada pesanan mereka tadi sudah diantar oleh pelayan di cafe itu.
"Ayo Jes dimakan pumpung hangat, kalau dingin tidak enak" ucap Leo.
__ADS_1
"Mmmm nanti Eka sama mas Tomy gimana mas?" jawab Jessika.
"Kalau mereka datang nanti biar pesan lagi, sudah ayo makan" ucap Leo memberitahu.
Mereka makan dalam diam, Jessika menjadi tidak enak karena hanya berdua. Pelan tapi pasti ia menyelesaikan makannya.
"Mas, sebenarnya Eka sama mas Tomy ada hubungan apa? kenapa sampai meminta kita menemani mereka kemari" ucap Jessika yang tidak tahu bahwa sebenarnya Eka dan Tomy lah yang sebenarnya mengantarkan mereka.
"Aku juga tidak tahu, tadi Tomy cuma bilang mau ngajak aku keluar begitu, Eka tidak mau sendiri jadi dia ngajak kamu" jawab Leo berbohong.
"Kok tuan David dan mas Adrian tidak ikut sekalian" tanya Jessika kembali.
Mendengar Jessika menyebutkan nama kakaknya, entah mengapa membuat Leo sedikit cemburu.
"Jess ada yang ingin aku sampaikan padamu" Leo mengalihkan pembicaraan.
"Ada apa mas" tanya Jessika.
"Besok aku akan kembali ke kota S, aku belum tahu kapan akan berkunjung kemari lagi. Aku tahu ini terlalu cepat Jes, tapi aku harus segera mengungkapkannya" ucap Leo yang ingin mengatakan sesuatu pada Jessika.
Jessika masih santai dan terlihat biasa saja saat mendengar Leo pamit untuk pulang.
Tiba tiba Leo meraih tangan Jessika, baik Leo maupun Jessika sama sama merasakan detak jantung yang kian cepat memompa darah mereka masing masing.
"Jes aku tahu mungkin ini terlalu cepat buatmu, tapi aku tidak bisa menundanya lagi. Aku menyukaimu sejak pertama kita bertemu apa kau mau menjadi kekasihku Jes? " Leo menyatakan cintanya pada Jessika.
Jessika hanya mematung, ia yang tak pernah dekat dengan lelaki manapun apalagi mendengar ungkapan cinta seperti itu, ia merasa kaku dan lidahnya menjadi kelu, ia tak tahu harus mengatakan apa.
Jessika tidak merasakan seperti yang dirasakan oleh Leo, ia hanya menganggap Leo sebagai atasan yang baik dan yang perlu dihormati, tidak lebih dari itu.
Jessika menarik tangan miliknya yang di genggam oleh Leo secara perlahan lalu balik menggenggam tangan milik Leo sambil menepuknya pelan.
"Mas Leo, aku tahu mas Leo selama ini sudah baik kepadaku juga teman temanku, tapi maaf mas aku tidak bisa menerima mas Leo. Mas Leo orang berada, orang yang sempurna mas Leo berhak dapat wanita yang pantas buat mendampingi mas Leo, dan itu bukan saya" jawab Jessika menolah halus.
Seketika Leo menjadi lemas, ia tak menyangka usahanya ini gagal. Ia ditolak oleh Jessika saat itu juga.
"Mas Leo, Jessika minta maaf sekali sungguh " ucap Jessika kembali dengan tatapan sendunya.
Leo membuang nafasnya kasar, ia tak menyangka akan ada penolakan untuknya, saat wanita di kota berlomba-lomba mendapatkan cinta Leo, namun justru gadis desa ini telah menolak mentah mentah cintanya.
"Tidak apa apa Jes, aku tahu mungkin dihatimu sudah di isi oleh seseorang" ucap Leo yang mengingat kala Jessika tengah bersama David.
"Tidak mas sungguh, saya tidak memiliki siapapun saat ini, pacar atau teman dekat tidak ada" ucap Jessika berterus-terang.
"Kalau boleh tahu, apa alasanmu menolak ku" tanya leo dengan wajah sedihnya.
"Cinta tidak bisa dipaksa mas, saya tidak memiliki perasaan apapun kepada mas Leo, saya juga sadar diri saya ini hanya orang biasa mas tidak pantas dengan mas Leo" jawab Jessika lembut.
Leo pun tidak bisa memaksakan kehendaknya pada Jessika, setidaknya ia sudah lega karena telah mengungkapkan perasaannya pada Jessika.
Meskipun pahit, Leo harus mencoba menerima kenyataan. Meski ia juga tidak yakin apakah dia bisa menerima kenyataan itu.
__ADS_1
Please like and comment 🙏