
.
.
.
Adrian yang saat itu tengah berkeliling di halaman depan rumah, bertemu dengan pak Edy yang tengah mengobrol dengan pak Sis.
"Hallo om Edy, apa kabar? ucap Adrian seraya mengangguk hormat dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Pak Edy yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh dan ia tersenyum senang " hai astaga Adrian om senang kamu datang, sudah lama kita tidak bertemu" ucap pak Edy sambil memeluk dan menepuk bahu assisten sekaligus sahabat putra sulungnya itu.
Pak Edy merasa senang, kehadiran Adrian berarti menandakan David juga ada disini.
"Aku baik om, tapi masih tetep aja jomblo om" ucapnya seraya tertawa renyah.
"David dimana? kenapa kamu ditinggal sendiri?
"Justru saya yang meninggalkan David om, sepertinya dia masih tertidur di kamarnya om. Tadi waktu baru sampai kita ke kamar dulu buat mandi sama istirahat sebentar"
"Astaga kenapa tidak mengabari om, om pikir David tidak kesini"
"Tadi si Tomy juga ikut om, kami bertiga kemari"
"Lalu dimana si Tomy? kenapa kalian tercerai berai begini? hahahaha ucap pak Edy tertawa.
Kemudian pak Edy memperkenalkan Adrian pada pak Sis, mereka saling berjabat tangan dan saling memperkenalkan diri.
"Adrian sebaiknya kamu cari si Tomy terus ajak dia makan dulu, kalian pasti belum makan dari siang, kami sudah makan siang bersama tadi, om tidak tahu kalau kalian datang" ucap pak Edy.
Pak Edy memang tidak tahu kalau mereka datang, sebab mobil yang di gunakan David menuju desa tadi masih di bawa pak Umar untuk di cuci ke tempat pencucian mobil.
"Kami sudah makan tadi om, kami mampir di tempat makan tadi pas waktu makan siang" jawab Adrian menerangkan.
Akhirnya mereka bertiga melanjutkan obrolannya di depan rumah itu.
****
Di atas kasur yang besar dan luas terdapat anak manusia yang masih tertidur dengan tangan berada diatas dahinya.
David masih lelap dalam tidurnya pasca ia mengalami tragedi penendangan barang pusaka nya tadi.
__ADS_1
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu sukses membuat manusia berbadan kekar itu menggeliat karena terganggu.
"Siapa sih, ganggu orang istirahat" gerutu David kesal yang mencoba mengumpulkan kesadarannya.
"Bang bang David , ini aku Leo apa kau tidur? " tanya Leo dari balik pintu kamar.
"Masuk aja Leo, gak di kunci" jawab David setengah berteriak sambil bangun dari ranjang empuknya itu.
Ceklek,,, Sura pintu terbuka dan tampaklah Leo dari depan menuju ranjang kakaknya itu.
"Bang David sakit? kenapa masih tidur?" tanya Leo mengawali pembicaraan.
"Enggak, cuman capek aja tidur di mobil tadi" jawab David sambil meregangkan otot-ototnya.
"Bang tadi siang kamarmu di pinjam Jessika buat shalat, cuman buat shalat aja kok" ucap sang adik karena takut David akan marah jika tahu dari orang lain bahwa kamarnya di pakai oleh orang lain.
David yang mendengar penuturan Leo mencoba mencerna ucapan adiknya itu , pantas saja wanita itu ada di kamarnya.
Bahkan mereka berdua sampai mengalami kejadian menggelikan itu, namun David tidak menceritakannya pada Leo.
"Iya gapapa" jawabnya singkat tanpa membahasnya lagi.
"Tenang saja mereka tidak akan lama, setelah acara papa selesai mereka akan balik dulu"
Mendengar penjelasan David Leo menjadi bertanya" maksud Abang, Abang mau disini dulu"?
"Huft! David membuang nafasnya dengan kasar, "Harusnya aku mendengarkan mu dari dulu Leo, wanita itu benar benar kurang aja, berani beraninya dia mengkhianati ku" ucap David penuh penyesalan pada sang adik.
"Sudahlah bang semua sudah terjadi , sekarang yang terpenting Abang harus move on dari wanita itu, tidak semua wanita sama bang" ucap Leo menasehati kakaknya.
"Akan ku coba, meskipun saat ini aku benci padanya Leo tapi aku tidak bisa begitu saja melupakan hubungan yang sudah kami jalin"
"Abang hanya perlu waktu, cobalah membuka hati untuk orang lain bang dan sebaiknya Abang jujur ke papa soal masalah Abang ini, Abang tahu kan papa ingin Abang segera menikah"
David yang di nasehati adiknya itu diam sambil mencerna ucapan Leo, sungguh adiknya itu begitu bijak.
"Baiklah Leo nanti aku akan bicara kepada papa, aku mau ganti bajuku dulu"
Leo yang melihat kakaknya galau sangat tak tega, bagaimanapun juga seorang adik pasti juga akan ikut bersedih atas apa yang di alami oleh kakaknya itu.
__ADS_1
kenyataannya wajah rupawan dan harta yang banyak masih belum menjamin untuk membuat wanita setia.
****
"Hiih! putri bosan bun" ucap putri pada sang bunda yang tengah sibuk menata perabotan untuk menaruh berbagai masakan untuk acar nanti malam
"Kamu kalau bosan cari kesibukan sana, bukanya membantu malah menggerutu gak jelas. Kamu tahu kan tujuan kita kesini memang untuk bantu bantu" ucap Bu Santi pada anaknya itu.
Putri Novia adalah anak sulung dari Pak Sis dan Bu Santi, ia memiliki wajah cantik namun sifat yang kurang baik.
Dia sudah menjadi musuh bebuyutan Jessika sejak di SMP dulu, ia tak menyukai Jessika lantaran dia selalu lebih unggul dalam hal apapun, baik Akademis maupun non Akademis.
Sementara karena Eka dan Arin adalah Sabahat dekat Jessika mereka otomatis ikut juga menjadi daftar nama orang yang tidak disukai putri.
"Capek Bun, kenapa juga kita harus yang capek begini" ucap putri sinis.
"Jaga sikap kamu put, ayahmu mandor di sini harusnya kamu bisa kasih teladan dong ke orang orang bantuin apa kek, itu aja si Jessika sama teman temanya pada kerja bantuin Lo dari pagi " ucap Bu Santi menasehati anaknya.
Putri yang dibandingkan dengan Jessika sontak kesal pada bundanya itu " bunda berhenti deh bandingin aku sama anak itu, gak level sama aku".
Bu Santi hanya geleng-geleng kepala melihat sikap anaknya itu, padahal Bu Santi dan pak Sis selalu mengajarkan kebaikan pada putrinya itu, tapi entah mengapa sifat meraka bertolakbelakang.
****
"Alhamdulilah akhirnya selesai, nanti tinggal di tata" ucap mbok yah penuh senyum kepuasan karena sudah berhasil menyelesaikan semua masakan.
"Alhamdulilah Wek, jadi gimana ini terus? tanya Jessika sambil membereskan meja yang kotor sehabis dibuat tempur memasak.
"Yang penting semua udah matang habis ini kita pulang dulu, masa nanti gak mandi sama gak ganti baju, ambune ae ( baunya aja) wes kaya begini" ucap mbok yah sambil mencium baju yang di capit oleh jarinya dan diangkat keatas.
"Kenapa Wek bau kecut ya? hahahaha" ucap Jessika sambil tertawa.
Semua sudah menyelesaikan tugasnya masing masing, tinggal penataan saja dan itu adalah tugas para istri istri mandor dan juga ada bik Darmi yang membantu.
Akhirnya semua pekerja pulang terlebih dahulu termasuk Jessika, Arin dan Eka. Mereka semua pulang untuk mandi dan mengganti pakaian mereka, karena acaranya nanti akan dimulai selepas magrib.
.
.
.
__ADS_1
.
Terus dukung author dengan memberi like comment dan vote ya 🙏