Nada Cinta Jessika

Nada Cinta Jessika
Bab 153. Eka yang Atraktif


__ADS_3

.


.


.


Tomy


Pria datar itu benar-benar datang kerumah Eka, ia pasti sudah gila. Namun begitu tiba disana, entah mengapa ia menjadi ragu untuk datang kesana, padahal tuas handrem sudah ia tarik. Memarkirkan mobilnya agak jauh, namun masih bisa melihat kegiatan yang ada dirumah sederhana itu.


Ia masih berada di dalam mobil, terlihat seroang pria yang keluar dari dalam rumah Eka. Pria itu mengenakan pakaian rumahan dengan celana pendek selutut, terlihat duduk lalu menyulut sebatang rokok. Menghisapnya dengan santai.


Ya, pria itu adalah pria yang sama. Pria yang pernah menjemput Eka di beberapa waktu yang lalu.


"Siapa sebenarnya pria itu" ucapannya dalam hati, dengan pandangan yang belum beralih.


Mengapa tumbuh rasa tak senang di hatinya, lagi -lagi pikiran negatif bersarang di otaknya. " Ada hubungan apa sebenarnya Eka dengan pria itu". Ia masih menjadi pantauwers disana.


Sejurus kemudian terlihat Eka yang keluar. Wanita itu sudah rapi, nampak telah bersiap untuk berangkat menuju Gudang Utama.


Namun yang membuat Tomy bertanya-tanya, Eka menghidangkan secangkir minuman, entah kopi entah teh. Ia tak bisa memastikan.


Terlihat interaksi yang hangat antara mereka berdua. Sial, baru saja ia cemburu kemarin gara-gara orang lain. Dan saat ini, ia sepertinya mengalami hal yang sama. Cemburu!.


.


.


Eka


Pagi itu ia sudah bersiap untuk berangkat, namun sebelum berangkat rupanya kakak sepupunya meminta kopi.


Ya, pagi ini ia akan diantar oleh Rizal. Rizal adalah kakak sepupu Eka dari pihak Ibu. Anak dari Kakak sang Ibu, Pakde Harun.


Rizal memang sering berada disana untuk membantu ibunya Eka. Selain itu, pria lajang itu lebih senang disana karena sering di manjakan oleh ibunya Eka.


Tubuh tinggi, wajah tampan hanya saja sedikit berkulit gelap.


"Ini mas kopinya!" ucap Eka meletakkan secangkir kopi.


"Maacih dek!!" Rizal gemar menggoda. Mereka terlihat bercanda.


Dari sana ia melihat sebuah mobil yang tak asing, mobil yang pernah ia tunggangi kemarin. Jelas itu adalah mobil Tomy.


Tentu saja Eka langsung menghampiri mobil di sebrang sana, memastikan apakah itu mobil Tomy apa bukan.


.


.


Tomy


Ia menjadi ambigu.

__ADS_1


Turun?


Tidak!


Turun?


Tidak!


"Arrgghhhh, apa aku balik saja ya" gumamnya memukul setir bundar itu, menyadari kekonyolannya.


Namun terlambat, nampaknya Eka bergerak cepak. Wanita itu terlihat mengetuk kaca mobilnya.


Tok tok tok


Ia menekan tombol indikator untuk menurunkan kaca mobil, membuat wajah Tomy kini terlihat jelas.


"Tuan?"


.


.


Mereka berdua sudah berada di dalam mobil. Ya, meski gengsi mendominasi dan dengan hati yang antri dengan berbagai pertanyaan , namun Tomy tetap mengajak Eka untuk berangkat bersama.


"Masuk!, sepertinya kau ini memang hobi membuat orang lain menunggu!" ucap Tomy sesaat sebelum Eka memasuki mobilnya.


Padahal, Eka juga tidak meminta dirinya untuk menjemput. Sungguh terlalu jaga image banget. Tau bisa lebih dikatakan, tidak jelas.


Masih dalam mode diam, Eka melirik Tomy menggunakan ekor matanya. Aneh sekali, dia yang menjemput dia juga yang mendiamkan. Apa maksudnya coba.


Tomy menginjak pedal gasnya menambah kecepatan, bahkan ia melewati pertigaan yang harusnya ia lalui. Membuat Eka bingung. Jelas ini bukan jalan menuju Gudang Utama.


"Loh, kok.." jari Eka menggantung, bibirnya membentuk huruf o. Terbengong lantaran Tomy malah melajukan mobilnya, menuju kota.


Tomy masih diam, ekspresi wajahnya tak bisa di tebak.


"Tuan, kita akan kemana?" ucap Eka.


Masih hening, tak berniat memberikan jawaban.


" Tuan!!!!" Eka berteriak.


Ciiiittttt


Tomy menginjak pedal rem secara mendadak, di depannya ada seekor kucing yang melintas.


"Astagfirullahhaladzim!" Eka terperanjat, badannya sampai terhuyung. Untung saja safety belt sudah ia pasang.


Nasib baik mereka berhenti di tempat yang sepi, Eka memanjangkan lehernya demi mengetahui apa yang membuat pria datar di sampingnya itu mengerem secara mendadak.


Rupanya seekor kucing. "Cih, rupanya dia tak sejahat yang aku kira." Membuat Eka sedikit mengubah penilaiannya terhadap Tomy.


Tomy menatap ke arah Eka, membuat wanita itu merinding. Takut?, ya iyalah.

__ADS_1


"Siapa dia?" tanyanya datar, dengan wajah merajuk. Oh my God!.


"Siapa?" dahi Eka mengernyit, siapa yang dimaksud.


"Apa kau mau mempermainkan perasaanku?" nampaknya wajah Tomy kini menjadi lebih mengerikan, saat berbicara lebih serius.


"Tuan, a- aku tidak mengerti mak..." ucapannya terpotong.


"Pria yang di rumahmu tadi siapa?, kau tahu aku ini menyukaimu!, apa maksudmu dengan selalu bersama itu. Aku bahkan melihatnya beberapa kali melihatnya ??" Tomy berbicara tanpa jeda, diakhiri dengan nafas yang memburu. Menandakan bila dirinya tengah emosi.


Hening


sedetik


dua detik


"Hahahahaha" Eka malah tertawa lepas, membuat Tomy menatapnya bingung.


"Hahahahaha" ia malah tak bisa menahan tawanya saat melihat ekspresi bingung Tomy, terlihat bo doh.


"Siapa yang menyuruhmu untuk tertawa!"


"Beraninya kau menertawakan aku!" Tomy terlihat kesal.


"Ok ok, maaf" Eka menyusut matanya, ia tertawa sampai mengeluarkan air mata.


"Astaga!!" ucap Eka tertawa geli.


"Memangnya kalau dia pacarku kenapa?" Eka malah menantang Tomy. Sengaja mengerjai pria datar itu.


"Apa katamu!!" mata Tomy membulat. Sungguh tak bisa di percaya, mereka berdua terlibat adu mulut di dalam mobil yang berdiam di tepi jalanan sepi itu.


"Cup" Eka mencium pipi Tomy, membuat pria itu seketika mematung. Tak siap mendapat serangan dari Eka. Bibir kenyal Eka yang menempel di kulitnya, membuat tubuh pria itu bak terkena arus listrik.


Eka tersenyum penuh kemenangan, ia tak bisa lagi menyembunyikan perasaan. Ia berani melakukan hal atraktif itu, lantaran baru saja Tomy menyatakan perasaannya. Membuat dirinya percaya diri.


"Dia adalah kakakku!" ucapnya tersenyum, menatap wajah yang terlihat bodoh.


"Apa?" lagi lagi dia terkejut, apakah cinta bisa membuat dia sebodoh ini?. Sungguh terlalu.


.


.


.


.


.


Hay Readers, maaf Mommy kalau update waktunya suka belum pasti.


Buat yang bertanya kenapa sih Mommy kalau update kok suka nggantung.

__ADS_1


Bukan nggantung ya readers, tapi suatu cerita yang membuat penasaran pembaca pasti akan di tunggu kelanjutannya. Mommy berharap masih ada yang terus baca karya Mommy.


🤟🤟🤟🤗🤗🤗🤗


__ADS_2