Nafsu Semalam Pria Impoten

Nafsu Semalam Pria Impoten
127. Nggak rela


__ADS_3

"Nona! Tunggu sebentar!" seru Hersa yang baru saja turun dari mobil.


Tuti yang tengah melangkah seketika terhenti, kemudian menoleh pada saat pria itu berlari menghampirinya.


"Boleh nggak, saya tahu nama Nona? Nona cantik sekali," kata Hersa dengan tangan yang perlahan terulur. Mengajaknya berkenalan.


"Namaku ...." Tuti baru saja hendak meraih tangan Hersa, akan tetapi semua itu tidak terjadi lantaran tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dan langsung meriah tangannya.


"Hai Nona Tuti," ucap Gugun cepat.


Dialah orangnya, yang menyerobot tangan Tuti. Gugun seperti tak mau, jika Hersa mengajak gadis itu berkenalan.


"Eh, Mas Gugun." Tuti terlihat agak terkejut. Akan tetapi dia langsung tersenyum saat melihat Gugun tersenyum kepadanya.


"Kamu kenal Nona ini, Gun?" tanya Hersa menatap temannya.


"Iya, namanya Astuti," jawab Gugun dengan wajah merona, sembari memandangi wajah Tuti di depannya.


"Kalian kenal di mana?" Hersa beralih menatap ke arah Tuti.


"Awalnya kitaβ€”"


"Aku ketemu dia di acara nikahan Sisil awalnya, Sa." Gugun menyela ucapan Tuti, perlahan dia pun melepaskan tangan halusnya. Kemudian mengantongi tangannya ke dalam saku baju koko.


"Oh. Apa Nona Tuti sudah punya pacar?" tanya Hersa penasaran.

__ADS_1


"Belum." Tuti menggeleng. "Tapi Bapak ini siapa namanya?"


Hersa langsung mengulurkan tangannya, mengajaknya kembali berkenalan sebab tadi tertunda. "Nama saya Hersa, temannya Gugun. Kebetulan saya juga jomblo lho, Nona, kalau boleh ... kita bisa, kan, berteman dekat?"


"Boleh saja, Pak. Nggak masalah." Tuti mengangguk dan tersenyum manis, perlahan dia pun menjabat tangan Hersa sebentar.


Gugun yang melihat serta mendengar jawaban darinya mendadak merasakan panas pada dadanya. Wajahnya juga berubah menjadi cemberut.


"Berarti sekalian saja aku minta nomor hape, berapa nomor Nona?" Hersa merogoh saku baju kokonya untuk mengambil ponsel, kemudian memberikan kepada Tuti.


Akan tetapi saat Tuti hendak meraih ponsel Hersa, Gugun dengan cepat merampas ponsel tersebut. Kemudian menarik tangan Hersa dan membawanya pergi.


"Saya dan Hersa musti wudhu dulu ya, Nona!" teriak Gugun berlalu bersama Hersa.


Tuti yang melihatnya hanya terheran-heran saja, sebab merasa aneh dengan tingkah Gugun. 'Kenapa dengan Mas Gugun?!'


Gugun langsung melepaskan tangan Hersa, saat keduanya sampai di depan tempat untuk berwudhu. "Kamu nggak boleh dekati Nona Tuti, Sa!" tegasnya.


"Kenapa?"


"Pokoknya nggak boleh," tekan Gugun.


"Ya alasannya apa dulu? Nona Tutinya saja nggak masalah kok tadi. Dia mau berteman dekat denganku."


"Masalahnya dia terlalu cantik untukmu. Jadi nggak pantes." Gugun berlalu mengambil air wudhu.

__ADS_1


"Dih, maksudmu aku jelek?! Aku ganteng lho, Gun!" omelnya. Hersa cukup pede, sebab memang wajahnya tak kalah tampan seperti Gugun. Hanya saja dia tak berkumis tipis.


Gugun tak menanggapi, dia fokus berwudhu. Hersa pun mengikutinya untuk mengambil air wudhu.


Setelah selesai, keduanya masuk bersama ke dalam masjid dan menuju saf laki-laki. Akan tetapi sejak tadi Hersa sibuk melihat ke belakang, pada saf wanita untuk mencari keberadaan Tuti. Dia ingin melihat gadis itu memakai mukenah, pasti sangat cantik menurutnya.


"Cari siapa kamu? Jangan jelalatan matanya!" tegur Gugun seraya mengusap wajah Hersa.


"Cari Nona Tuti lah. Tapi sayang banget, saf perempuan malah ditutup gorden. Jadi aku nggak bisa melihatnya." Hersa mengerucutkan bibirnya dengan kecewa.


Memang masjid itu memiliki pembatasan dibagian saf laki-laki dan perempuan. Semuanya dilakukan sengaja, supaya tak ada yang curi-curi pandang kepada lawan jenis.


"Niat kita datang mau ibadah, Sa! Bukan lihatin cewek, udah sih fokus ibadah dulu," gerutu Gugun kesal. Yang pasti, dia tidak suka, jika temannya itu memandangi Tuti. 'Jangan sampai deh, si Hersa dekat sama Nona Tuti. Apalagi sampai pacaran. Nggak rela aku,' batinnya.


...Maaf, baru sempat up novel ini 😭 badan berasa capek setiap harinya....


...Oh ya, Author juga mau ngucapin banyak terima kasih yang sudah ikut mendo'akan demi kesembuhan Mama Author. Semoga kebaikan kalian dibalas sama Allah, amin ya Robb ... 🀲...


...Slow update lagi kayaknya 😭 Soalnya level novel ini malah turun 🀧...


...Buat sementara, Author mau ngejar novel Daddy Joe dulu. karena levelnya masih bisa dikatakan aman πŸ™‚...


...Di sini yang belum mampir boleh mampir, yang nggak mau ya nggak usah, lagian nggak banyak bab juga rencananya itu novel dan ga ada pelakor....


...judulnya "Mengejar Cinta Duplikat Istriku"...

__ADS_1



__ADS_2