
"Because Mr and Miss have violated the rules here. You must accept the sanctions and fines, according to the rules that have been made." ("Karena Bapak dan Nona telah melanggar peraturan di sini. Kalian harus menerima sanksi dan dendanya, sesuai peraturan yang sudah dibuat.") tegas Mr. Lee memberitahu.
Rama menelan ludahnya dengan kasar, lalu menoleh ke arah Sisil. Dilihat gadis itu bersikap biasa saja, tidak seperti dirinya yang begitu khawatir. Mungkin itu dikarenakan Sisil tak mengerti dengan bahasa yang mereka ucapkan.
"Dek, kamu ngerti nggak apa yang Mr Lee ini katakan?" tanya Rama.
"Kita harus bayar denda?" tebak Sisil. Ternyata ada yang sedikit dia paham.
"Bukan hanya denda, katanya kita juga kena sanksi, Dek."
Sisil terbelalak. "Apa kita akan dipenjara?!" Sisil langsung menggeleng cepat, lalu memeluk tubuh Rama dengan erat. "Aku nggak mau kita dipenjara, kita datang ke sini 'kan mau honeymoon, Om. Nggak lucu banget 'kan Om kalau masuk penjara. Dan lagian ... kita juga pasangan halal, masa bercinta saja nggak boleh?"
"Bukan masalah halal nggak halalnya, Dek, tapi di sini memang nggak boleh bercinta karena sudah ada peraturannya. Apalagi di toilet khusus wanita. Itulah kesalahan kita." Rama sama sekali tak menyalahkan Sisil meskipun awalnya dialah tersangka utama yang menggoda. Itu semua dikarenakan dia juga mengakui jika tak bisa mengontrol diri. Sama halnya saat dimana dia berhasil memperkosa Sisil.
"Kita telepon Kakak atau Daddy Om. Mungkin mereka bisa membantu kita, aku takut, Om." Tubuh Sisil terasa gemeteran.
"Kamu tenang dulu. Semoga saja sanksi kita nggak berat dan aku akan coba memberikan penjelasan," ucap Rama seraya mengelus puncak rambut Sisil, lalu menciuminya.
"Whatever fine to pay I will be willing, sir," ucap Rama seraya menatap ke arah Mr. Lee yang artinya dia bersedia membayar berapa pun denda yang akan diberikan. "But roughly... what sanctions will we get? I beg you not to put us both in jail, sir. We are a husband and wife whose only intention is to have a honeymoon. But indeed what we have done is not justified." ("Tapi kira-kira ... sanksi apa yang akan kami dapat? Saya mohon jangan penjarakan kami berdua, Pak. Kami pasangan suami istri yang niatnya hanya berbulan madu. Tapi memang tindakan yang kami lakukan tidak dibenarkan.") pintanya dengan raut memohon.
"You won't be imprisoned. But you have to serve your sentence, namely cleaning this place, like your job as a cleaning service. But still... by paying a fine of 1,000,000 won." ("Kalian tidak akan dipenjarakan. Tapi harus menjalani hukuman yakni membersihkan tempat ini, seperti tugas sebagai cleaning servise. Tapi tetap ... dengan membayar denda sebesar 1.000.000 won.") jelas Mr. Lee.
"How many days have we been punished, sir? ("Berapa hari kami dihukum, Pak?") tanya Rama.
"Only today, but until Namsan closes. And it closes at 11pm." ("Hanya hari ini, tapi sampai Namsan tutup. Dan tutupnya pada jam 11 malam.") jawab Mr. Lee.
__ADS_1
Terdengar begitu berat, tapi sepertinya ini jauh lebih baik daripada mereka harus dipidanakan.
"Apa katanya, Om?" tanya Sisil yang masih berada dipelukan Rama.
"Dia minta denda 1 juta won, Dek, terus kita harus jadi cleaning servise hari ini sampai jam 11 malam. Pas Namsan ini tutup," jelas Rama.
"1 juta won itu berapa, Om?"
"Mungkin kalau dirupiahkan bisa 11 juta lebih."
Sisil langsung terbelalak. "Gede banget, Om. Maafin aku, Om. Ini semua salahku," sesal Sisil dengan sedih.
"Aku juga salah disini, Dek," sahut Rama. Kemudian dia menatap kembali ke arah Mr. Lee. "Sir, may I ask for leniency with this punishment?" ("Pak, bolehkah saya minta keringanan dengan hukuman ini?")
"What relief did you ask for? This is the provision." ("Keringanan apa yang Bapak minta? Ini sudah ketentuannya.") ujar Mr. Lee.
Sengaja dia beralasan demikian sebab merasa tak tega jika Sisil dihukum. Pasti nanti gadis itu kecapekan dan Rama juga tentu ingat, baru tadi Sisil muntah-muntah.
"Okay, so only you are being punished. But your wife is not allowed to go home. Stay here until you finish your sentence." ("Oke, jadi hanya Bapak yang dihukum. Tapi istri Bapak dilarang pulang. Tetaplah di sini sampai Bapak menyelesaikan hukuman.") Mr. Lee mengangguk tanda setuju, dia memberikan keringanan karena simpati pada perempuan yang tengah hamil.
Rama langsung tersenyum kemudian mengulurkan tangannya ke arah Mr. Lee. "Thank you very much, Sir."
Mr. Lee membalas jabatan tangan Rama sembari berdiri. "You're welcome. I hope... Mr and Miss won't make the same mistake." ("Sama-sama. Saya harap ... Bapak dan Nona tidak akan melakukan kesalahan yang sama.")
"Yes, Sir." Rama mengangguk dan menggoyangkan tangannya. Setelah terlepas dia pun berdiri, kemudian merelai pelukan Sisil.
__ADS_1
"Udah beres, Om? Jadi kita langsung bersih-bersih?" tanya Sisil seraya ikut berdiri. Dilihat Rama tengah mengetik ponselnya, untuk mengirimkan sejumlah uang membayar denda.
"Kamu tunggu di restoran dekat sini saja, Dek. Kalau bersih-bersih biar aku saja."
"Kok gitu? Kata Om tadi katanya kita berdua harus menjalani hukuman menjadi cleaning servise sampai jam 11 malam." Kening Sisil tampak mengernyit. Tak paham dengan ucapan Rama.
"Iya. Tapi tadi aku sempat berdiskusi dan katanya boleh kok kalau hanya aku saja yang dihukum."
"Lho ... janganlah, Om. Aku 'kan di sini juga salah. Nggak apa-apa aku ikut bersih-bersih biar adil."
"Tapi nanti kamu capek, Dek. Kamu 'kan habis muntah-muntah." Rama mengelus pipi mulus Sisil. Rasanya benar-benar tak tega.
"Nggak apa-apa. Hitung-hitung olahraga. Lagian aku juga nggak mungkin membiarkan suamiku dihukum sedangkan aku enak-enak cuma duduk." Selain merasa bersalah, Sisil juga tentunya lebih tak rela jika Rama bekerja tanpa pengawasannya. Bisa-bisa nanti para wanita akan mencuri-curi pandang.
Capek fisik tidak masalah menurutnya, asal jangan capek hati dan pikiran.
"Ah kamu ini, Dek, aku mah sayang sama kamu supaya kamu nggak dihukum. Tapi kamu malah kepengen ikut dihukum juga." Rama mencubit gemas hidung mancung istrinya. Akhirnya dia pasrah meskipun dalam lubuk hati terdalam merasa tak tega.
"Bukannya suami istri itu memang harusnya begitu, kan, Om? Suka dukanya harus kita jalani bersama. Masa aku kepengen enaknya doang."
"Manis banget kamu, Dek. Aku jadi makin sayang dan cinta sama kamu." Rama langsung memeluk lagi tubuh Sisil. Merasa terharu dengan ucapannya barusan. "Nggak sia-sia aku berjuang selama ini. Ternyata kamu memang perempuan yang bukan hanya cantik luarnya saja, tapi dalamnya juga."
Wajah Sisil seketika merona. "Aku—"
"Eehheeem!!" Ucapan Sisil langsung disela oleh Mr. Lee yang berdehem dengan sengaja. Dia juga merasa tak sabar sebab mereka tak kunjung keluar dan menjalani hukumannya. "So what do you want to hug? Quickly do what we have discussed together!" ("Jadi mau sampai kapan pelukan terus? Cepat lakukan apa yang sudah kita bahas bersama!") perintahnya dengan mata yang sedikit melotot.
__ADS_1
...Namanya pengantin baru, Mr. Biasa lah, masih manis-manis🤣...