Nafsu Semalam Pria Impoten

Nafsu Semalam Pria Impoten
98. Kami berdua khilaf


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!


Degh!


Suara ketukan pintu itu sontak mengagetkan kedua insan yang tengah memadu kasih. Goyangan Rama pun langsung terhenti dan jantungnya ikut berdebar kencang.


"Dek, kayaknya ada orang diluar," ucap Rama pelan. Sisil yang tengah mencium bibirnya langsung melepaskan diri, tapi dia masih memeluk tubuh Rama dengan erat.


"Excuse me! Could you open the door right now?" tanya seseorang dari luar, kemudian pintu itu kembali diketuk.


Tok! Tok! Tok!


"Dek, kita akhiri permainan ini. Nanti lanjut di villa aja, ya." Rama langsung menurunkan Sisil ke bawah dan melepaskan penyatuan.


Baik dia atau pun Sisil, keduanya belum mencapai pelepasan. Dan sesi tadi adalah lagi panas-panasnya.


"Ekcuse me!"


Sisil bercak kesal saat lagi-lagi seseorang itu berbicara sambil mengetuk pintu. Kepalanya pun mendadak terasa pusing sebab menahan hasrat.


'Nyebelin banget! Siapa sih dia?! Apa nggak pernah ngerasain bercinta, ya, sampai berani banget gangguan!' Sisil menyeru dalam hati dengan dada yang bergemuruh. Kedua tangannya mengepal kuat.


Setelah membereskan celananya, Rama cepat-cepat memakaikan kembali Sisil rok dan celanna dalam. Untungnya lagi mereka tidak sampai bugil, jadi cepat beres.

__ADS_1


Rama mengelus dada, lalu merangkul bahu Sisil dan membuang napasnya berkali-kali. Setelah itu barulah dia mempersiapkan mental untuk membuka pintu dan menghadapi akan apa yang terjadi.


'Bismillah ... Semoga semuanya baik-baik saja,' batin Rama.


Ceklek~


Pintu toilet itu terbuka lebar. Dan dua orang di depan mereka sama-sama melebarkan kedua matanya sebab merasa terkejut, mendapati ada pria di dalam sana.


"What are you doing?" Security bertanya mereka sedang apa, sambil menatap wajah merah keduanya. Setelah itu dia menatap hanya kepada Rama. "What is your reason for being here? Even though you know this is a special toilet for women." Berlanjut dia bertanya alasan Rama ada di toilet, sedangkan dia sendiri harusnya tahu kalau tempat itu dikhususkan untuk wanita.


"Forgive me, sir, I—" Rama yang hendak berucap untuk meminta maaf langsung ditarik oleh security itu, kemudian membawanya keluar dari toilet.


Otomatis Sisil yang Rama rangkul ikut terbawa. Dan wanita cleaning servise tadi ikut juga dengan mereka.


"We will meet the tour guide here." Security itu menjawab kalau mereka akan menemui pengurus wisata di sana.


*


*


Mereka pun berjalan keluar dari menara itu, kemudian menuju sebuah kantor yang letaknya tak jauh dari tempat pembelian tiket.


Di depan kantor itu ada seorang pria berusia 50 tahun. Orang Korea asli dan dia memakai stelan jas berwarna abu-abu.

__ADS_1


"Mr. Lee, the cleaning service lady and I caught a couple having s*ex in the women's restroom," ucap Security kepada pria tersebut. Dia menjelaskan jika dirinya dan wanita cleaning servise memergoki pasangan yang tengah berhubungan badan di toilet wanita.


Pria berjas itu sontak membulatkan matanya. Kemudian menatap tak percaya pada Rama dan Sisil. Padahal di depan pintu masuk menara itu sudah tertera jelas, apa saja peraturan para wisatawan yang diwajibkan untuk mematuhi. Ya salah satunya dilarang melakukan hubungan se*ks selama masih berada di tempat wisata itu.


"Come in," ucapnya mempersilahkan masuk. Tangannya membuka dan melebarkan pintu.


Empat orang termasuk Rama dan Sisil masuk ke dalam kantor tersebut. Pria bernama Lee itu lantas mengajak mereka duduk disebuah ruangan yang terdapat kursi dan meja persegii.


"May I have your passport please?" tanya pria itu yang meminta paspor milik Rama dan Sisil.


Rama membuka tasnya, lalu memberikan paspornya. Sedangkan Sisil sendiri tak membawa, tertinggal di villa.


"There is only my identity, sir. If you have a wife, it's in the villa," ucap Rama memberitahu, kalau itu hanya identitasnya. Sedangkan identitas Sisil tertinggal di villa.


Pria itu meraih benda persegi yang Rama berikan, kemudian membaca keseluruhan identitasnya.


"Should I call the police, Sir??" tanya Security yang artinya. ("Apa perlu saya telepon polisi, Pak?")


"No need," jawabnya lalu menggeleng. Kemudian menatap ke arah Rama. "Are you from Indonesia?"


"Yes, sir." Rama mengangguk. "I apologize very much for what my wife and I did. We both made a mistake and we admit that this action was very inappropriate," jelas Rama panjang lebar yang artinya. ("Iya, Pak. Saya mohon maaf sekali atas tindakan yang saya dan istri lakukan. Kami berdua khilaf dan kami mengakui tindakan ini sangat tidak pantas.") Wajah Rama tampak cemas, dia juga merasa takut jika mereka akan diapa-apakan. Mengingat kalau saat ini adalah negara asing.


...Udah bercintanya ketunda, eh sekarang disidang 🤣 moga dikasih keringanan ya, Om, biar bisa pulang dan lanjut indehoy šŸ˜†...

__ADS_1


__ADS_2