
Kedua tangannya itu mengepal kuat dan dia hendak bangkit dari kursi. Akan tetapi, Harun segera menahannya. Sebab takut jika Gugun menyerang Lusi.
"Kurang ajar sekali kau Lusi!" murka Gugun dengan emosi yang menggebu.
"Lalu bagaimana lagi Nona?" tanya Pak Polisi. Dia masih penasaran. Rekan seprofesinya sejak tadi sudah merekam apa yang Lusi katakan.
"Setelah Sisil mabuk dan hilang kesadaran, aku membawanya pergi dari restoran dengan mobilku. Tapi saat dalam perjalanan ... aku mencekokinya kembali dengan minuman alkohol, supaya Sisil tambah mabuk. Setelah itu, aku menurunkannya di jalan," jelas Lusi. Disaat dia mulai bercerita, disaat itu pula Mbah Yahya memejamkan matanya sambil berkomat-kamit. Dia ingin tahu, jujur tidaknya apa yang gadis itu katakan.
"Setelah itu Nona tinggalkan Nona Sisil?" tanya Pak Polisi. Lusi mengangguk. "Terus, apa ada lagi?"
"Sudah, Pak. Terus aku pulang."
"Tapi apa alasan Anda membuat Nona Sisil mabuk sampai memberikannya obat per*ngsang segala? Mana mungkin kalau nggak ada sebabnya, kan?" cecar Pak Polisi mengintimidasi. Rasanya masih kurang mendengar penjelasan itu.
"Pasti kau bayar orang juga untuk memperkosa Sisil, kan?" tebak Mbah Yahya yang masih memejamkan mata. "Lalu saat itu Rama datang untuk menyelamatkannya." Dia hanya menebak, tapi tepat sekali sasaran.
__ADS_1
"Nggak!" elak Lusi sambil menggelengkan kepalanya.
Menurutnya, cukup segitu saja dia jujur. Kalau semaunya terbongkar, bisa-bisa hukumannya akan bertambah.
Lagian, orang yang memperkosa Sisil saja tidak berhasil. Buat apa juga dibahas.
"Alasanku membuatnya mabuk dan terangsang adalah ... supaya kalau nanti ada yang menggoda Sisil, dia nggak akan menolaknya. Karena menurutku, kalau Sisil sudah dinodai, Kak Arya nggak akan mau bersamanya," jelas Lusi lagi.
"Kau salah, Lus, Arya dan Sisil akan menikah!" tukas Gugun.
"Sebentar, kalian jangan mulai berdebat lagi," tegur Pak Polisi. "Pembasahan ini belum selesai." Kedua pria itu langsung melipat bibirnya masing-masing.
"Tapi kenapa Nona yakin, kalau akan ada yang menggoda Nona Sisil saat itu? Sampai melecehkannya segala? Pasti ada yang Anda rencanakan juga, kan?" tanya Pak Polisi lagi pada Lusi.
"Karena di sana tempatnya cukup sepi, Pak," jawab Lusi. "Dan setiap aku lewat pada malam hari ... banyak sekali beberapa anak cowok jalanan yang duduk di sana. Jadi aku yakin, kalau Sisil akan digodain."
__ADS_1
Pak Polisi mengangguk-anggukkan kepalanya. "Sekarang kami butuh keterangan dari Pak Rama dan Nona Sisil." Menoleh ke arah teman seprofesinya. "Coba telepon perwira yang menangkap Pak Rama. Kok mereka nggak ada kabar?"
"Saya akan menelepon mereka, Pak." Rekannya itu mengangguk. Kemudian melangkah keluar untuk menelepon.
"Pak Yahya sendiri, kenapa tidak datang dengan Pak Rama?" tanya Pak Polisi seraya menatap ke arah depan. Pria berjenggot putih itu perlahan membuka matanya. "Dan katanya polisi dari Kapolsek sini datang ke rumah untuk menangkap Pak Rama, kan?"
"Rama lagi nggak ada di rumah. Dan aku nggak mau Rama ditangkap apalagi sampai di penjara! Jelas disini Rama nggak bersalah. Dia hanya tergoda karena Sisil lah yang membuat burungnya berdiri," jelas Mbah Yahya tegas. "Rama sendiri sudah mengakui kesalahannya kepada Gugun dan Sisil. Dia sudah meminta maaf dan berniat bertanggung jawab untuk menikahi Sisil. Tapi justru Sisilnya yang nggak mau! Dan kurang ajarnya Gugun malah melaporkan Rama ke polisi!" teriaknya dengan emosi. Dia menatap tajam Gugun.
"Itu hak Sisil ya, Pak!" tegas Gugun membela. "Mau atau nggaknya menikah dengan Pak Rama itu adalah urusan dia. Dan masalah melaporkan Pak Rama ke polisi ... itu juga hakku!" Gugun menepuk dadanya yang naik turun mengatur napas. Bola matanya tampak berkaca-kaca. "Karena perbuatan Pak Rama benar-benar keterlaluan! Meskipun dia sendiri mengakui dan bertanggung jawab, tapi itu nggak akan bisa mengembalikan harga diri adikku yang sudah hancur!"
Pak Polisi itu membuang napasnya dengan berat. Lalu memijat pangkal hidungnya. Terasa pening kepalanya. "Sekarang Pak Yahya dan Pak Gugun telepon Nona Sisil dan Pak Rama. Ada baiknya mereka dipertemukan sekarang di sini, biar semua jelas dan kami juga butuh pengakuan dari mereka."
...Sekalian dipaksa nikah aja Pak Pol 🙈...
...Hari Senin nih, ayok vote dan hadiahnya kasih kalau mau aku up banyak 🙃. Udah ada tabungan bab nih, tapi up banyaknya sayang soalnya yang ngasih dukungannya aja masih sayang 🙃 padahal gratis lho 😌...
__ADS_1