Nafsu Semalam Pria Impoten

Nafsu Semalam Pria Impoten
171. Sudah tak ada lagi hubungan


__ADS_3

Gugun asli terkejut tanpa kepura-puraan. Dia juga benar-benar tak menyangka jika Evan bisa senekat ini dengan berani memeluk Gisel di atas pangkuannya beserta mencium bibirnya.


Ditambah masih diwaktu puasa. Apalagi banyak pengunjung sekitar yang tentu ikut menyaksikan keduanya.


Semuanya benar-benar diluar ekspektasi. Namun, semuanya sudah terlanjur terjadi. Jadi, Gugun akan melakukan tindakan selanjutnya yakni dengan mengakhiri hubungan.


"Aku mau kita putus!" seru Gugun dengan lantang tanpa basa-basi.


Mendengar kata 'putus' tentu itu sangat mengguncang diri Gisel. Susah payah dia pun mencoba melepaskan diri dari Evan, lebih tepatnya dari ciuman tak sengaja itu.


Meski awalnya sulit karena Evan sendiri sudah melummat bibirnya, tapi akhirnya dia bisa juga.


Plak!


Satu tamparan keras tiba-tiba mendarat dipipi kanan Evan. Tanpa mengatakan hal apa pun—Gisel lantas berlari mengejar Gugun yang sudah melangkah keluar dari restoran.


"Mas! Mas mau ke mana? Tadi Mas hanya salah paham!" Gisel langsung mencekal tangan kanan Gugun, guna menghentikan langkahnya yang hendak menuju parkiran.


"Salah paham gimana?!" Suara Gugun terdengar lantang. Segera dia juga menepis kasar tangan Gisel supaya tak lagi memegangnya. "Nona itu selingkuh! Aku sudah jelas lihat dengan mata kepalaku sendiri, kalau Nona itu berciuman dengan pria lain! Dan ternyata selingkuhan Nona adalah Evan! Padahal saat kita teleponan ... Nona mengatakan kalau Nona nggak mengenalnya!" raung Gugun dengan mata melotot.


Ekspresi yang ditunjukan sekarang barulah kepura-puraan. Supaya terlihat seolah-olah di sini Gugun lah yang tersakiti. Jadi akan lebih mudah dirinya untuk bisa terlepas dari Gisel.

__ADS_1


"Aku nggak selingkuh, Mas!" tegas Gisel dan tampak ketakutan. "Mas salah paham. Aku bisa jelaskan semuanya. Dan aku juga baru tau ... kalau ternyata pria tadi bernama Evan."


"Jelaskan apa?! Semuanya sudah jelas! Nona pembohong! Nona tukang selingkuh!" teriak Gugun kemudian berlari pergi menuju mobilnya.


"Massss!" Gisel langsung memeluk tubuh Gugun dari belakang, saat hampir sedikit lagi pria itu masuk ke dalam mobil. "Sumpah demi Allah aku nggak selingkuh, aku juga nggak membohongi Mas! Aku nggak mau kita putus, Mas."


"Tapi aku—"


"Nona sudahlah ... berhenti untuk bersandiwara," sela Evan yang tiba-tiba datang menghampiri mereka, lalu menarik tangan Gisel. Hanya saja perempuan itu langsung mengeratkan pelukan ke tubuh Gugun.


Dia begitu takut jika pria itu pergi, dan yang berarti hubungannya akan berakhir. Sebelum rencananya berhasil, Gisel tak akan mau melepaskan Gugun.


"Berhenti ikut campur! Pergi kau dari sini!" teriak Gisel murka, dia berusaha memberontak dari Evan. Namun pria itu justru menarik paksa tangannya, sampai-sampai tubuh Gugun terlepas darinya.


"Aku dan Nona Gisel punya hubungan spesial. Tapi dia malu mengatakannya, juga menutupi semuanya di belakang Bapak," jawab Evan dengan tersenyum miring.


Tentu yang dia katakan adalah omong kosong, dan itu benar-benar membuat darah Gisel terasa mendidih.


"Berhenti ikut campur kataku!" teriak Gisel yang benar-benar sudah murka. Tangan kanannya sudah terangkat ke udara, niatnya akan menampar pipi Evan untuk kedua kalinya.


Namun kali ini, tamparannya berhasil ditangkis oleh Evan.

__ADS_1


"Aku benar-benar bingung dengan jalan pikiran Nona. Saat sedang bersamaku Nona bilang hanya aku yang ada di hatimu. Tapi kenapa sekarang justru berbeda? Kalau pun Pak Gugun ingin putus ... ya biarkan saja. Kan masih ada aku di sini, yang dengan senang hati mencintai Nona." Evan kembali mendrama.


"Jangan bicara sembarangan kau, ya! Aku akan—"


"Oohhh ... jadi begitu, ya, ternyata ...," potong Gugun sambil mencebik. Kemudian menatap benci pada perempuan yang sudah menjadi mantan pacarnya. "Kupikir Nona adalah perempuan baik-baik, ternyata nggak. Baiklah, silahkan jika Nona ingin bersama Evan. Karena mulai sekarang dan seterusnya ... kita sudah tak ada lagi hubungan! Ingat itu!" tegasnya, lalu segera masuk dan menutup pintu.


"Enggak! Aku nggak mau kita putus! Aku mohon ... jangan lakukan ini, Mas! Aku sangat mencintai Mas Gugun!" Gisel terlihat kelabakan, dia mengetuk-ngetuk kaca mobil Gugun. Tetapi, mobil itu justru melaju pergi meninggalkannya dan terlihat begitu kencang.


Melihat itu, Gisel tentu tak akan tinggal diam. Segera dia berlari menuju jalan untuk menyetopkan sebuah taksi yang baru saja lewat. Namun, belum sempat dia masuk ke dalam sana, tiba-tiba tubuhnya sudah ambruk dan hilang kesadaran.


Itu semua karena Evan yang sudah menghipnotisnya, dengan mengusap wajah dan memberikan jampi.


"Aku nggak akan biarkan Nona mengejar Pak Gugun. Sekarang Nona sudah putus dengannya, dan lebih baik Nona bersamaku saja," gumam Evan yang sudah mengendong tubuh Gisel.


"Jadi naik apa gimana ini?" tanya sang sopir taksi, yang terlihat bingung melihat apa yang terjadi.


"Enggak jadi, Pak. Maaf ...."


Evan tersenyum menatap sang sopir, kemudian berjalan menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya. Dia juga memasukkan Gisel dan mendudukkannya ke kursi di sampingnya. Mobil pun tak lama melaju pergi dari restoran.


...Mau dibawa ke mana tuh, si Giselnya, Bang?😲...

__ADS_1


__ADS_2