Nafsu Semalam Pria Impoten

Nafsu Semalam Pria Impoten
135. Jadi selingkuhanmu


__ADS_3

'Mau ngapain mereka? Kok berdua-duaan di kelas kosong? Mana bulan puasa lagi,' batin Rosa.


Dia tak sengaja lewat dan melihat, karena rasa penasaran akhirnya dia melangkah mendekat ke arah pintu. Dilihat dua pintu itu sangat rapat dan tak ada celah untuk dirinya bisa mengintip.


'Ah, aku lihat dari jendela saja.' Rosa melihat beberapa deretan jendela panjang pada tembok ruangan itu. Segera, dia pun berlari menuju kelasnya untuk mengambil kursi. Sebab jarak jendela itu cukup tinggi, jadi dia akan manjat.


Rosa juga mengeluarkan ponselnya untuk dia rekam, berjaga-jaga kalau sampai mereka berdua berbuat mesum.


'Dasar Sisil cewek gatel! Nggak mikir apa dia sudah punya suami.' Rosa tersenyum miring dengan hati jengkel. Setelah Lusi dipenjara oleh Gugun, Rosa merasa tambah membenci Sisil. Sebab karena dia juga, sekarang Rosa tak lagi punya teman.


Citra sudah dia ambil, lalu Lusi yang diseret ke penjara.


'Aku akan menyebarkan video ini, biar semua orang tau ... kalau dia cewek gatel. Semoga aja suaminya nanti melihat, dan menceraikan cewek gatel macam Sisil.'


"Kak, Kakak jangan macam-macam sama aku, ya! Aku bisa berteriak dan melaporkan Kakak ke Dekan!" ancam Sisil dengan wajah ketakutan. Arya baru saja menutup pintu, kemudian menariknya hingga bokongnya itu terduduk di meja dosen.

__ADS_1


"Ternyata kamu benar-benar sudah melupakan aku ya, Sil, sampai kamu berpikir hal seperti itu?" ujar Arya lirih, wajahnya tampak sedih. Kedua tangannya itu menangkup pipi sang mantan pacar tapi segera dia tepis kasar. Gadis itu terlihat sudah sangat berubah, apalagi dengan sorotan mata yang selalu menghindar untuk bisa saling menatap. "Kamu selalu bilang padaku, kalau aku adalah laki-laki yang baik setelah Papa dan Kak Gugun. Apa semuanya sekarang sudah berubah di matamu?"


Sisil ingin turun dari meja, sayangnya urung lantaran Arya memegang pundaknya. "Kakak apaan, sih, jangan buat aku emosi! Aku lagi puasa, Kak!" ketusnya kesal.


"Aku ingin bicara padamu!" pinta Arya sedikit keras.


"Cepat bicara. Tapi nggak perlu pegang-pegang juga!" Sisil menepis tangan Arya pada bahunya. Sentuhan lelaki itu sudah terasa tak nyaman seperti dulu. Mungkin, faktor karena mereka sudah tak memiliki hubungan.


"Sil, aku ingin kita balikan."


"Nggak mau kenapa?"


"Lho, Kakak ini lupa? Kan aku sudah menikah! Aku istri orang!"


"Nggak masalah, aku mau kok jadi selingkuhanmu. Aku masih mencintaimu, Sil." Arya mengenggam tangan Sisil. Namun lagi-lagi, gadis itu melepaskannya. Dia sangat tidak mau bersentuhan dengan pria lain, tanpa terkecuali Rama. Suaminya.

__ADS_1


"Aku yang nggak mau, Kak!"


"Kenapa? Aku yakin ... kamu masih mencintaiku, kan? Nggak mungkin kamu semudah itu melupakanku dan mencintai suamimu yang tua itu."


Sisil berdecak. "Kakak sudahlah, hubungan kita sudah berakhir. Aku juga sudah berulang kali katakan kalau kita nggak berjodoh ... jadi lupakan aku. Banyak perempuan diluar sana yang jauh lebih baik dari aku, yang tentunya bisa diterima oleh keluarga Kakak."


"Perempuan diluar sananya itu siapa, Sil?" Arya menatap mata Sisil dengan berkaca-kaca. Setelah diperhatikan lebih dekat, ternyata Arya terlihat semakin kurus sekarang. Rambutnya pun sedikit gondrong, juga ada beberapa kumis yang tumbuh di atas bibirnya. "Bagiku ... hanya kamu satu-satunya dihati. Sampai kapan pun ... aku nggak akan bisa melupakanmu."


"Ya mangkanya dicoba dulu, Kak. Kalau Kakak nggak mau nyoba ... bagaimana bisa Kakak melupakanku!" Kesabaran Sisil yang setipis tissu itu sedang diuji. Dia terlihat mulai emosi.


"Sudah, tapi nggak pernah bisa." Arya berkata jujur apa adanya. Memang benar dia sudah mencoba melupakan, tapi bukannya lupa, Sisil malah makin dia ingat. "Lebih baik, kamu bercerai saja dengan suamimu. Terus kita pindah dari Jakarta, Sil, dan kita kawin lari."


"Aku sudah punya tabungan untuk kita berdua, kamu nggak akan mati kelaparan jika pergi denganku dan jangan pikirkan tentang anak. Kalau misalkan kamu hamil anak suamimu ... aku tetap bertanggung jawab," tambah Arya yang berusaha membujuk.


...Mempan nggak kira-kira bujukan si Arya?🤔...

__ADS_1


__ADS_2