
...Kalau misalkan ada bahasa Korea atau Inggris yang aku tulis salah, mohon dimaklumi, ya, soalnya aku pakai google translate 🤣 jadi kalau salah mungkin googlenya yang gendeng, bukan akunya😆...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sisil seolah memberikan isyarat tentang apa yang dipikirkannya saat ini, yakni ingin bercinta. Hanya saja malu untuk mengungkapkan.
"Dek, kok dibuka begitu pahamu? Nanti aku kepengen bagaimana?" Rama langsung mengatup kedua kaki gadis itu sambil menelan ludah, tapi lagi-lagi Sisil membuka pahanya.
"Kalau kepengen terus kenapa?" tanya Sisil dengan suara manja. Wajahnya terpenuhi kabut gairah yang begitu menggebu. Perlahan kedua tangannya meraih rambut kepala Rama, lalu meremasnya dengan lembut sambil dia mengigit bibirnya sendiri.
Jelas sekali, Rama menilai Sisil tengah menggodanya. Padahal tidak perlu digoda, dia saat ini juga sudah t*rangsang. Hanya saja Rama memilih menahannya sebab masih berpikir waras.
Namun kalau sudah begini, pikiran warasnya seolah lenyap begitu saja. Rugi sekali menurutnya, jika momen seperti ini dibiarkan. Jarang-jarang Sisil dengan terang-terangan menggodanya duluan.
Rama pun langsung melahap sangkar di depannya, lalu menyesapnya dengan penuh naffsu.
"Aahh!" Satu desahaan itu lolos dibibir Sisil. Kepalanya refleks mendongak ke atas dengan mata yang terpejam. 'Enak banget, ini yang aku inginkan sejak tadi, Om.'
Sambil berkutat di bawah sana, Rama cepat-cepat meraih kancing celana jeans. Dia membuka dan menurunkan resleting sebab miliknya meronta-ronta di dalam sana.
'Aku tau kamu sudah nggak sabar masuk sarang. Sekarang kita masuk, ya.' Rama membatin dan berbicara dengan miliknya sendiri.
Setelah beberapa saat, remasan Sisil pun berubah menjadi kuat. Seolah menjadi sebuah jambakan rambut sebab Rama makin ganas dibawah sana. Tak sadar juga, lagi-lagi desahaan Sisil kembali lolos.
__ADS_1
Sedikit lagi rasanya Sisil ingin meledak, tapi sayangnya Rama tiba-tiba mengakhiri aktivitasnya, kemudian dia berdiri dan menurunkan celananya sebatas lutut.
Gadis itu langsung menelan ludahnya ketika benda keramat dan lato-lato Rama berada di depan wajahnya. Ada rasa keinginan untuk menyentuh, tapi malu.
"Aku nggak kuat kayaknya, Dek, langsung aku masukin aja, ya?" pinta Rama. Napasnya terdengar memburu dan wajahnya merah padam.
Belum apa-apa dia sudah berkeringat sekarang dan itu menambah keseksian diperut kotak-kotaknya.
Sisil dengan malu-malu mengangguk pelan, kemudian Rama pun membungkukkan badan, lalu meraih tubuh kecil sang istri.
Dengan posisi digendong, Rama langsung melakukan penyatuan dan bergoyang ngebor.
Mereka berdua seolah lupa ingatan, jika posisinya sekarang masih di dalam toilet dan sialnya ruangan itu tidak kedap suara.
Aktivitas mengepel wanita berseragam putih itu seketika terhenti. Merasa indera pendengarannya terusik tapi juga penasaran, dia memutuskan untuk menempelkan telinga kanannya pada tembok.
"Ah! Ah!"
Degh!
Jantungnya sontak berdebar. Kedua bola matanya pun membulat sempurna kala dia mendengar suara desaahan laki-laki. Jelas di sini adalah toilet wanita, otomatis dia langsung menyimpulkan ada pasangan mesum yang tengah memadu kasih di dalam sana.
'I modeun geos-eul boantim-e bogohagessseubnida,' batinnya. Yang artinya dia akan melaporkan apa yang dia dengar tadi kepada security.
__ADS_1
Gegas, wanita itu langsung berlari keluar dari toilet, meninggalkan alat-alat pembersihannya.
Ternyata nasib baik tengah berada di pihaknya, sebab kebetulan sekali ada seorang security pria yang baru saja keluar dari toilet pria.
Dia langsung berbicara dengan bahasa Inggris, menceritakan semua hal yang telah terjadi barusan.
"Are you serious?" tanya sang security dengan wajah yang tampak terkejut. Tapi dia mencoba meyakinkan sekali lagi, jika apa yang dikatakan wanita itu tidak bohong.
"Yes, sir. You'd better go in and see for yourself," sahutnya. Wanita itu mengatakan jika tidak percaya, dia memintanya untuk langsung saja masuk dan memastikannya sendiri.
"Okay." Pria berseragam itu mengangguk, lalu gegas berlari masuk. Disusul oleh cleaning servise.
Setelah wanita itu menunjukkan di toilet mana pasangan yang dianggap mesum berada, sang security langsung mengendor-gedor pintu dengan cukup keras.
Tok! Tok! Tok!
"Excuse me! Could you open the door right now?" tanyanya. Dia meminta kepada orang di dalam sana untuk cepat membuka pintu.
Tok! Tok! Tok!
"Ekcuse me!" serunya sekali lagi dan terlihat tak sabar.
...Udah kelar belum itu mereka 🤣 pasti ceweknya manyun kalau belum tuntas ðŸ¤...
__ADS_1