
"Insya Allah nggak. Kakak juga minta, kalau pas dihari kalian akan menikah ... kamu jangan berbuat macam-macam. Apalagi sampai membatalkan pernikahan," tegur Gugun memberitahu.
"Memangnya kapan aku menikahnya? Besok?"
"Belum tahu. Mungkin hari ini mereka datang sekalian untuk menentukan tanggal."
Ting! Tong!
Ting! Tong!
Terdengar suara bel apartemennya berbunyi.
"Ah, itu pasti mereka sudah datang." Gugun menerka sembari menatap arlojinya yang menunjukkan pukul 6.30. Sisil juga melihat jam tangannya sendiri. "Kamu selesaikan saja makannya, biar Kakak yang temui mereka dulu." Gugun berdiri sembari membenarkan jas, kemudian melangkah keluar dari dapur.
"Kebelet banget kayaknya Om Rama untuk nikah sama aku. Masih juga pagi, tapi dia sudah datang untuk melamar," cicit Sisil kesal. "Kalau nggak karena Kak Gugun, aku ogah amat mau menikah dengannya."
Ceklek~
Pintu utama apartemen itu dibuka, lalu Gugun melebarkannya sambil mengulum senyum.
"Selamat pagi Pak ...." Ucapannya seketika terputus diujung bibir. Sebab ternyata yang datang bukanlah Rama atau kedua orang tuanya, melain Arya.
Lelaki itu memakai jaket hoodie dan celana jeans berwarna hitam, ada tas ransel di punggungnya dan plastik merah di tangannya.
"Selamat pagi Kak Gugun," sapa Arya sambil tersenyum manis. Pandangannya menelisik ke dalam. "Sisilnya sudah bangun belum, Kak? Aku bawa nasi uduk kesukaan Sisil. Buat Kakak juga ada."
__ADS_1
"Ngapain kamu ke sini, Ar?" Bukannya menjawab semua pertanyaan Arya, Gugun justru berbalik tanya. Dia juga merasa heran dengan kedatangannya. Jelas kemarin dia sudah meminta Sisil untuk memutuskan hubungan.
"Aku mau ketemu Sisil, sekalian sarapan bareng sama kalian. Dia juga kemarin sempat bilang kalau mulai hari ini mau masuk kuliah lagi," jelas Arya.
'Gawat ini kalau Arya ketemu Pak Rama dan orang tuanya, aku takut dia mengacaukan acara lamarannya,' batin Gugun..
"Kamu tunggu di sini, Kakak akan panggilkan Sisil," pamit Gugun. Arya mengangguk.
Pria berkumis tipis itu langsung masuk kembali ke dalam kamar apartemennya lalu menutup pintu. Kemudian menuju dapur. Hanya saja sudah tak ada Sisil di sana.
Gugun pun beralih menuju pintu kamar Sisil yang tertutup rapat, perlahan dia mengetuk-ngetuk.
Tok! Tok! Tok!
"Lagi ganti baju! Habis ini mau dandan lagi!" sahut Sisil memekik dari dalam.
"Habis ganti baju keluar dulu, ada yang Kakak ingin bicarakan."
"Iya."
Tak lama, pintu kamar itu dibuka. Sisil sudah tampak cantik sekali dengan dress brokat di bawah lututnya berwarna pink.
"Ada apa?" tanya Sisil sembari menatap sofa dan menoleh ke kanan dan kiri. "Mana si Tua ... ah maksudku Om Rama?"
"Belum datang. Itu diluar ada Arya. Kamu temui dia sekarang."
__ADS_1
"Kak Arya?" Bola mata Sisil langsung berbinar. Wajahnya pun langsung berseri.
"Tunggu dulu." Gugun mencekal lengan kanan adiknya, ketika gadis itu hendak melangkah. "Kamu pasti belum ngomong putus sama Arya, kan? Itu sebabnya dia datang kemari?"
"Belum."
"Sekarang saja kamu minta putus sama dia. Terus bilang juga kalau kamu mau menikah dengan Pak Rama, supaya dia nggak ngejar-ngejar kamu mulu," pinta Gugun.
"Kakak saja deh yang bilang."
"Lho, kok Kakak?" Gugun menunjuk wajahnya sendiri dengan kening yang mengernyit.
"Iya. Aku takut Kak Aryanya sakit hati. Kasihan dia."
"Ngapain kamu mikirin hati Arya? Yang kamu harus pikirkan adalah pernikahanmu. Kamu saja yang bicara sana, biar jelas," titah Gugun. "Cepat, nanti keburu Pak Rama dan orang tuanya datang." Gugun menarik lengan Sisil, lalu dia melangkah menuju pintu dan membukanya secara perlahan.
Dia tak mau, jika Arya bertemu dengan Rama dan keluarganya. Sebab takut kalau nantinya acara lamaran itu menjadi gagal dan membuat pihak Rama kecewa.
Ceklek~
"Assalamualaikum," ucap seorang pria sambil tersenyum. Dia terlihat tampan dan berkarisma dengan mengenakan stelan jas berwarna biru navy.
SontakāGugun dan Sisil terbelalak, sebab di depan mereka adalah Rama yang memegang buket bunga mawar. Di samping kanan kirinya ada Yenny dan Mbah Yahya, serta dua orang pria yang membawa roti buaya dan beberapa bingkisan seserahan di tangannya.
...Si Duren garcep nih 𤣠Ayok kasih sambutan meriah Om Gugun dan Sisil š¤...
__ADS_1