Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Selesaikan saat ini juga!


__ADS_3

Fin mengabulkan keinginan istrinya untuk pergi menemui Tante Nada di rumah sakit.


Sebelum keluar dari dalam Mall, Karina mencoba mengelilingi Mall untuk mencari buah tangan yang akan di bawanya ke rumah sakit.


Namun nihil. Karina tidak dapat menemukan sesuatu yang pas untuk dia berikan kepada Tante Nada.


Mau membawa makanan pun rasanya Karina takut. Takut makanan yang Karina bawa ternyata dapat memperburuk keadaan sang Tante.


"Mau beli apa, Mom?" tanya sang suami saat melihat istrinya kebingungan.


Devin sendiri tengah anteng di atas stroller yang Fin dorong dengan dot di tangannya. Devin tidak memperdulikan kebingungan sang Mommy. Dia fokus untuk menghabiskan susu nya. Saat seperti sekarang ini, Devin terlihat seperti anak-anak lain pada umumnya.


"Mommy bingung, Dad!" jawab Karina sambil mematung di depan etalase sebuah toko yang menyajikan berbagai macam cake dengan toping yang membuat mata orang yang melihatnya berbinar mengagumi kecantikannya.


"Mau beli itu?" tanya Fin saat melihat ketertarikan dari mata istrinya.


Karina menatap Fin.


"Boleh?" tanyanya.


"Tentu saja. Beli semua yang Mommy, mau!" ucapnya sambil mengajak istrinya masuk.


Mata Karina berbinar. Dari bibirnya tidak berhenti tersungging sebuah senyum kebahagiaan saat melihat begitu banyak macam dan bentuk dari kue-kue cantik yang terpajang di sana.


Karina mulai memasukkan beberapa kue ke dalam keranjangnya, termasuk cake dengan toping stroberi kesukaan anaknya dan cake dengan bahan dasar avocado kesukaan suaminya.


Karina juga akhir-akhir ini tengah menyukai wortel yang di luar dari kebiasaannya. Sehingga saat melihat cake wortel, Karina tidak menyia-nyiakan nya dan memasukan cake tersebut ke dalam keranjang belanjaan yang di bawanya.


"Sudah?" tanya Fin saat melihat isi keranjang yang Karina bawa sudah penuh.


Karina mengangguk dengan antusias. Kemudian membawa keranjang itu ke atas meja kasir.


Petugas kasir yang melayani Karina di buat terpukau dengan wajah cantik serta sifat ramah Karina. Mereka pun seolah tidak percaya kalau pria yang terkenal dengan ke arrogant itu justru bersikap sangat manis saat di hadapan istrinya.


Saat ini, Karina tidak memakai maskernya. Fin menarik masker yang Karina kenakan saat keluar dari toko buku tadi. Fin pikir, tidak ada yang perlu di sembunyikan lagi tentang anak ataupun istrinya. Fin bangga dapat memamerkan keluarga kecilnya kepada semua orang.


Karena ke antusiasan nya itu, Fin melupakan satu hal. Bahwa faktanya, sang Kakek belum mengetahui tentang istri dan anaknya. Dan tentu saja seorang Brah Grahatama sangat bisa melakukan apapun tentang apa yang dikehendakinya.


"Ayo Dad! Sudah selesai." ajak Karina pada suaminya.


Karina bergabung bersama Fin yang tengah mendorong stroller Devin. Karina sendiri berada di dalam rangkulan tangan kekar suaminya sambil menenteng tas kue yang baru di belinya.


"Buat Tante Nada, mau beli apa, Mom?" tanya Fin pada istrinya. Fin tidak menghiraukan tatapan orang-orang disekitarnya.

__ADS_1


"Bawa buku saja, Dad! Sepertinya Tante Nada belum bisa makan, makanan dari luar." jawab Karina sambil bergelayut manja pada tangan suaminya.


Fin hanya menganggukkan kepalanya pelan tanda memahami jawaban dari istrinya.


Karina dan Fin sudah keluar dari dalam Mall dan akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Nada yang beberapa hari lalu baru bangun dari komanya.


"Daddy nggak apa-apa kan kalau bertemu Queen di sana?" tanya Karina mengkhawatirkan suaminya.


"Sepertinya kalau siang Queen juga kerja Mom. Lagi pula, akhir-akhir ini penciuman Daddy tidak se sensitif beberapa hari lalu. Saat Renal mendekat pun, Daddy sudah biasa lagi." jawab Fin menerangkan.


Fin membuka pintu untuk mendudukan anaknya di jok belakang. Selanjutnya Fin mengambil alih kantung belanjaan yang istrinya pegang untuk dia masukan ke bagian bagasi mobil beserta stroller yang sudah Fin lipat sebelumnya.


Karina tersenyum. Walaupun terlihat sepele, namun apa yang Fin lakukan merupakan sifat dari pria sejati versi Karina.


'Baby, semoga kelak kamu akan mengikuti jejak, Daddy!' batin Karina.


Mobil yang Fin kendarai melaju meninggalkan Mall menuju tempat tujuan selanjutnya, yaitu rumah sakit tempat Nada di rawat.


"Daddy, berhenti di depan ya!" perintah Karina pada suaminya.


"Toko bunga?" tanya Fin.


Karina mengangguk.


"Tante Nada pasti senang kalau Mommy bawakan dia bunga." lanjutnya sambil membuka pintu mobil yang berhenti tepat di depan toko bunga.


"Baby, jangan keluar dari sini, oke!" ucapnya pada sang anak, dengan tubuh yang dia condongkan agar bisa menatap anaknya.


"Jangan khawatir, ada Daddy! Sebentar lagi juga, Devin tertidur." ucap Fin sambil menyerongkan tubuhnya untuk menatap wajah sang anak yang saat ini sudah sayu.


Fin tau kekhawatiran istrinya. Fin juga dapat memahami perasaan Karina yang pernah kehilangan Devin saat tengah membeli bunga.


Setelah menjadi seorang Ayah, Fin mengalami kemajuan perihal kepekaannya terhadap apa-apa yang menyangkut anaknya.


Karina masuk ke dalam toko bunga dan mulai membeli beberapa macam bunga untuk di simpannya di dalam ruangan Tante Nada.


Fin sendiri tengah memperhatikan anaknya yang saat ini tengah terkantuk-kantuk di atas car seat nya. Fin tersenyum. Dalam hatinya dia tengah mengagumi ketampanan dan kecerdasan sang anak. Fin tengah mengucap beribu-ribu syukur atas kehadiran sang anak di hidupnya.


"Baby!" ucap Fin pelan.


"Ya," jawab Devin pelan karena sudah mulai mengantuk.


"Terima kasih sudah bertahan bersama, Mommy!" lanjutnya.

__ADS_1


Devin hanya mengangguk dengan mata yang sudah mulai terpejam.


"Terima kasih sudah memilih Daddy sebagai orang tua kamu,"


"Daddy... akan berterima kasih sepanjang sisa umur Daddy kepada Tuhan, untuk titipan indahnya kepada Daddy." ucapnya penuh kesungguhan.


"Baby, yang perlu kamu ingat, Daddy akan selalu menjadi penggemar nomor satu, kamu. Daddy yang selalu ada di garda terdepan untuk melindungi kamu. Bantu Daddy untuk mewujudkan semua janji Daddy." ucapnya sambil meraih tangan Devin kemudian mengecupnya.


"Hmmm..." gumam Devin pelan seakan tau kegelisahan Daddy nya.


Fin tersenyum, kemudian bergegas keluar saat melihat istrinya datang dengan sebuket bunga di tangannya dan beberapa pot bunga anggrek yang di bawa oleh pegawai toko tersebut.


"Sudah semua?" tanya Fin sambil membantu Karina masuk ke dalam mobil dan memasangkannya sabuk pengaman.


"Daddy, buka bagasi mobil dulu! Mommy bisa sendiri!" gerutu Karina pada suaminya yang membiarkan pegawai toko bunga menunggunya.


"Ckk!" decak Fin tidak suka.


Fin kemudian berlalu menuju bagian belakang mobilnya untuk membuka bagasi yang kemudian digunakan untuk menyimpan beberapa pot bunga yang akan di bawanya ke ruangan sang Tante. Mobil Fin kembali bergerak untuk selanjutnya langsung menuju rumah sakit.


"Mom," panggilnya pelan.


"Hem?" tanya Karina sambil menatap suaminya yang tengah fokus menyetir.


"Apa... Mommy mau menemui Dokter untuk memeriksakan keadaan Mommy?" tanya Fin hati-hati.


Degh...


Karina tertohok mendapatkan pertanyaan yang sebelumnya tidak pernah dia duga akan Karina dengar kembali dari mulut suaminya.


"Kenapa? Daddy ingin Mommy ingat segalanya?" tanya Karina dengan nada yang dia buat setenang mungkin.


"Ya, Daddy ingin Mommy dapat mengingat momen-momen bahagia Mommy di masa lalu, sehingga dapat mengobati luka yang tiga tahun lalu Mommy dapatkan." ucap Fin tulus dan berharap kalau istrinya dapat mengingat Fin yang dia temui tiga tahun lalu. Bukan Fin yang sekarang menjadi suami dadakannya.


"Hushhh..." Karina menghembuskan nafasnya kencang.


"Maksud Daddy ngomong begini apa? Ingin kita pisah dengan dalih Mommy sudah mengingat ayah Devin yang asli?" tanya Karina menggebu.


"Mom..."


"Mommy sudah pernah bilang sama, Daddy! Mommy tidak pernah berharap ingatan Mommy kembali lagi! Karena apa? Itu semua akan merubah masa depan kita!!!" Karina mengatakan itu dengan marah, dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.


"Kalau Daddy mau selesai, kita selesaikan saat ini juga tanpa menunggu ingatan Mommy kembali!" ucap Karina kembali membuat Fin menghentikan mobilnya secara mendadak.

__ADS_1


"MOMMY!!" bentak Fin membuat Devin menangis karena terkejut.


__ADS_2