Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Marahnya orang pendiam!


__ADS_3

Saat ini Fin sedang benar-benar marah. Dia berdiri dengan kedua tangan yang tersimpan di dalam saku celananya. Wajahnya dingin, dengan mata yang berkilat tajam menatap orang-orang yang sudah menghina istri kesayangannya.


Setelah menampar pipi Viona, Karina berjalan dan berdiri di samping suaminya. Walaupun tampak kuat, namun sebenarnya Karina tengah menahan ketakutannya sendiri.


Tangan Karina yang bergetar hebat dapat dia sembunyikan di balik saku celana yang di pakainya. Karina mengangkat sedikit wajahnya agar orang lain melihat arrogant nya.


Dihina, di rendahkan, di sepelekan, Karina sudah kenyang dengan semua itu. Karina sudah lelah mendapat label sebagai wanita lemah dari orang lain. Dia ingin menjadi kuat, dia ingin egois, setidaknya untuk melindungi harga dirinya.


Seakan tahu dengan ketakutan istrinya, Fin merapat ke samping Karina kemudian meraih sebelah tangan Karina yang tersimpan di dalam saku celana. Dia bawa tangan itu ke depan mulut Fin, kemudian cup. Fin kecup tangan dingin istrinya itu beberapa saat sebelum dia bawa ke dalam genggamnya.


Semua orang ternganga kaget, tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan di hadapannya. Seorang Fin yang dingin, mampu berbuat manis di hadapan orang lain demi istrinya. Sekarang mereka tahu, seberapa besar peran Karina di hidup CEO mereka.


"Tunjuk, siapa saja yang ingin Mommy pecat dari perusahaan ini!" ucap Fin tiba tiba sambil menatap Karina dengan tatapan teduh yang menenangkan.

__ADS_1


"Boleh?" tanya Karina pada suaminya.


"Tentu saja!" jawab Fin mantap membuat suasana riuh menjadi senyap dalam seketika.


Orang-orang yang tadi menghina dan merendahkan Karina saat ini tengah merasakan berada di ujung kematiannya. Semuanya pucat pasi memikirkan nasib mereka ke depannya.


Menjadi karyawan Grahatama Group, merupakan kebanggaan bagi orang lain. Maka, di pecat dari Grahatama Group akan menjadi sebuah aib serta batu sandungan bagi mereka untuk ke depannya.


Sudah dapat dipastikan, tidak ada perusahaan lain yang akan menerima mereka untuk bekerja kembali. Pengaruh Grahatama Group sangat besar bagi perusahaan-perusahaan lainnya.


Selain mengapresiasi keberanian Karina, mereka juga mengacungkan jempol untuk bos mereka yang sudah bertindak layaknya seorang suami yang melindungi istri kesayangannya.


"Mommy, sudah memutuskan siapa saja yang akan Mommy pecat?" tanya Fin kembali.

__ADS_1


"..." Karina bergeming. Dia hanya menatap wajah-wajah pucat yang tadi dengan lantang menghina serta merendahkannya.


Beberapa perempuan dengan serempak maju sambil merendahkan tubuhnya untuk bersujud di bawah kaki Karina. Sebelum mereka sampai di hadapan Karina, beberapa bodyguard menghadang dan menjauhkannya.


Para bodyguard mencegah mereka untuk mendekat karena di khawatirkan akan menyerang sang Nyonya. Para karyawan yang ada di sana semakin panik melihat kedatangan beberapa pria berotot dengan wajah sangar yang masuk ke dalam kantin.


"Ibu, maafkan kami tolong ampuni, kami," lirih seorang perempuan sambil bersimpuh di hadapan Karina.


"Kami akan menebus segala kesalahan kami, tapi tolong... jangan pecat kami," lirih perempuan lain yang juga bersimpuh dengan buliran air mata membasahi wajah pucat pasi nya.


"Dengan apa kalian akan menebus sakit hati saya?? Memotong lidah kalian apakah cukup???" tanya Karina sambil tersenyum sinis.


Semua orang yang mendengar perkataan Karina tercengang tidak percaya. Seorang pendiam, saat sedang marah benar-benar menakutkan.

__ADS_1


Beberapa orang yang masih bersimpuh memohon ampunan Karina, semakin bergerak gelisah, mencoba meraih kaki Karina, berharap sang Nyonya memaafkan perbuatan mereka. Namun sia-sia. Beberapa bodyguard memegangi mereka agar tetap pada posisinya.


__ADS_2