
Fin mematikan kompor dengan mata yang masih terkunci pada istrinya, bibir sebelah kanan Fin terangkat memamerkan senyum yang cukup membuat Karina waspada, Fin melangkah merapatkan badannya dengan tubuh istrinya.
Refleks Karina mundur dengan kedua tangan terangkat mencoba menahan dada Fin, namun sayang dalam sekejap mata Fin membalik tubuh Karina dan menahannya pada table top yang ada di sampingnya.
Tubuh Karina condong ke depan dengan kedua tangan dia simpan di sisi table top sebagai tumpuannya, Fin ikut mencondongkan tubuhnya menyasar leher bertato yang selalu berhasil membuatnya kalang kabut saat melihatnya.
"Baby sepertinya kita perlu mengeksplor ruangan di apartemen ini" bisiknya lembut, membuat Karina menggigit bibir bagian bawahnya menahan suara yang mungkin saja keluar.
Fin memberi beberapa ciuman di bagian belakang leher Karina dengan lembut yang sarat akan hasrat.
"Daddy s...stop"
"Kamu seksi, sepertinya kemeja ini sangat cocok dipakai, Mommy" puji Fin.
__ADS_1
Fin melesakan kepalanya masuk ke dalam leher istrinya dan menghirup aroma tubuh istrinya tersebut.
"Seharusnya kita mengekspor ruangan di apartemen ini termasuk di sini" serak Fin sambil menggesek miliknya pada belakang tubuh Karina.
"Mommy, dia sudah bangun bahkan hanya dengan melihat punggung indah Mommy" lanjut Fin menggoda, Karina memejamkan matanya menerima setiap gelenyar aneh yang merasuki tubuhnya.
"Da... Daddy stop" Karina membalikkan badannya mencoba melawan segala nikmat yang dia terima dari setiap sentuhan tangan dan bibir Fin.
"Please, Mommy lapar" rengek nya manja dengan kedua tangan menahan dada Fin yang terus maju, apakah dengan Karina bersikap manja Fin akan menghentikan aksinya? semoga saja batin Karina.
Walaupun tersiksa dengan miliknya yang sudah sangat ingin memasuki milik Karina, namun Fin tidak tega jika harus membiarkan istri cantiknya kelaparan, Fin pun mengalah demi istri kesayangannya.
Karina menarik nafas lega sesaat setelah terlepas dari kungkungan Fin, dia mulai mengambil dua piring yang ada di kabinet bawah dan mulai mengisinya dengan menu yang sudah Fin buat tadi, Fin memasak dua porsi spaghetti carbonara untuk makan malam mereka.
__ADS_1
Karina bawa piring tersebut ke atas kabinet island, dan mulai menyajikannya pada Fin, mata Karina berbinar saat spaghetti tersebut masuk ke dalam mulutnya ternyata rasa dari spaghetti yang suaminya buat tidak kalah mewahnya dengan spaghetti yang Karina pernah makan di restoran Italia, tempat asal si spaghetti tersebut.
Mata Fin tidak lepas dari tubuh Karina, Fin menatap Karina seakan-akan ingin menerkamnya saat ini juga, Karina yang di tatap seperti itu menjadi salah tingkah, dia terus menggerakkan tubuhnya canggung.
"Daddy, fokus ke makanan" seru Karina mencoba memperingatkan Fin yang saat ini fokusnya bukan ke makanan.
Fin yang ketahuan hanya menampilkan sederet senyumnya.
"Iya Mommy," jawabnya sambil tangan Fin memasukkan spaghetti ke dalam mulutnya.
Mereka makan dengan hening, sampai makanan yang dibuat Fin tadi habis tidak tersisa.
"Terima kasih makanannya Daddy, makanan yang Daddy buat memang yang terbaik" puji Karina pada suaminya dengan jempol yang terangkat ke depan, lihatlah, bahkan sekarang Karina sudah mahir membuat Fin tersipu hanya dengan sebuah pujian kecil.
__ADS_1
Karina membereskan piring-piring bekas untuk dimasukkannya ke dalam wastafel.