Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Cucu laki-laki yang menjadi harapannya menikahi seorang janda...


__ADS_3

"Hem? Mommy hanya berbisik, Dad!" elak Karina.


"Kalau ini..." ucap Karina.


"Sssshhhh... ooouuhh..." desah Fin saat tangan Karina meremas benda tumpul yang sudah sangat mengetat di dalam tempatnya itu.


"Baru namanya meray..." ucap Karina tertahan karena mulutnya di bungkam oleh bibir Fin yang langsung menyisir bagian dalam mulut Karina.


Kedua tangan Fin sendiri bergerak cepat mengangkat pakaian yang di pakai Karina. Tangannya dengan lihai memijat kedua gunung kembar kenyal yang ukurannya bertambah besar dan semakin padat.


Fin melepaskan bibirnya dari bibir Karina. Sekarang, yang menjadi sasaran keganasan bibir Fin adalah gunung kembar istrinya yang tengah membusung memberi akses untuk suaminya melakukan apa yang dia inginkan.


Kedua tangan Karina, dia simpan di samping tubuhnya sebagai tumpuan. Dadanya dia busung kan dengan kepala yang menengadah ke atas dengan mata terpejam menikmati segala sensasi yang hadir.


Kaki Karina sendiri melilit pada pinggang suaminya, sambil sesekali maju mundur menggesek milik Fin yang sudah minta untuk di lepaskan dari dalam kungkungan celana kerja Fin yang sudah sangat terasa sesak.


Fin masih asik menghisap sambil sesekali menggigit ujung merah muda istrinya.


"Mom, ukurannya bertambah ya?" tanya Fin sesaat setelah melepaskan ******* nya. Tangan Fin tidak berhenti memijat di sana.


Karina menegakkan tubuhnya dengan kaki yang masih membelit pinggang suaminya. Kedua tangan Karina melilit pada leher Fin.


"Ukuran apa?" tanya Karina bingung.


"Ini," jawab Fin dengan tangan yang masih aktif memainkan gunung kembar istrinya.


"Abang..." pekik seseorang dari balik pintu dapur ruangan Nada.


Siapa lagi seseorang yang selalu memanggilnya dengan panggilan dan nada seperti itu, kalau bukan Queen.


"Ckk!" decak Fin kesal, saat kegiatannya di kacaukan oleh kehadiran Queen.


Karina sendiri terperanjat kaget saat melihat Queen sudah berdiri di ambang pintu dan melihat aktivitas intim yang dia dan suaminya lakukan.


Karina segera turun dari atas kitchen island. Tangannya segera merapikan pakaian dalam yang tersingkap karena ulah suaminya.


"Apa yang kalian lakukan di sana?" tanya Queen pada keduanya.


"Ya ampun, Queen! Jangan berteriak seperti itu. Nanti Tante dan Devin bangun gara-gara mendengar suara lantang kamu." ucap Fin memperingatkan.


"Lagian, Abang... Oh God!" Queen tidak dapat berkata-kata. Dia keluar dari dapur sambil menatap Karina dengan tatapan sinis.


"Dad, ih..." Karina mencubit pinggang Fin karena kesal setelah aktivitas intimnya diketahui orang lain..

__ADS_1


Fin mengangkat kedua bahunya tidak peduli.


"Ayo, Mom!" ajak Fin.


"Yuk," jawab Karina sambil beranjak pergi meninggalkan dapur.


"Ckk," decak Fin masih mematung di tempatnya.


Karina berbalik menatap suaminya yang tengah mengerutkan bibirnya kesal.


"Kenapa?" tanya Karina bingung


"Gak," jawab suaminya singkat. Fin berjalan mendekati Karina.


"Kenapa?" tanya Karina kembali sambil bergelayut manja melilitkan tangannya pada lengan Fin.


"Mom, kalau Mommy tidak akan menuntaskannya..." jeda Fin sambil menatap mata istrinya yang tengah fokus mendengar apa yang akan dia sampaikan.


"Jangan merayu, Daddy. Apa Mommy tau seberapa tersiksanya Daddy kalau ini sudah on, tapi Mommy tidak menuntaskannya?" cerocos suaminya sambil meraih tangan Karina untuk dia usapkan ke atas beda keras milik Fin.


"Uuutututu... lutuna," gemas Karina sambil menekan kedua pipi Fin menggunakan sebelah tangannya.


Bibir Fin berkerut ke depan. Karina mengecup bibir Fin sebelum akhirnya pergi meninggalkan Fin yang tengah merajuk.


Saat sampai di ambang pintu, Karina menghentikan langkahnya kemudian mendongakkan kepalanya sambil berbisik.


Setelah berkata demikian, Karina pergi begitu saja meninggalkan Fin seorang diri. Fin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah menggemaskan istrinya saat merayu.


Saat ini, Karina sudah sampai di ruang tengah kembali. Tampak Queen tengah duduk di depan televisi sambil memakan carrot cake yang Karina beli untuk dia makan.


Queen menatap Karina sekilas dengan tatapan tajam terkesan jijik.


"Ck... ck... ck..." decak Queen sambil terus memasukan potongan cake ke dalam mulutnya.


"Murahan. Mau-maunya dia di perdaya." ucap Queen tanpa menghiraukan keberadaan Karina.


"Susah sih kalau sudah di buta kan harta" lanjut Queen terus memaki.


Karina menarik nafasnya. Karina tau, Queen saat ini tengah menyindirnya dengan dalih mengomentari serial yang tengah di tonton nya.


Karina duduk di atas sofa yang sama dengan Queen. Queen menyunggingkan senyum meremehkannya saat melihat tanda merah yang Fin buat di atas leher Karina.


"Lain kali kalau mau membuat kiss mark buat di tempat yang tidak bisa di lihat orang lain. Sedikit kampungan sih pamer hal seperti itu," ucapnya sinis sambil mengernyitkan wajahnya seolah jijik.

__ADS_1


Karina mengusap lehernya. Dia lupa kalau tadi Fin memberi beberapa tanda di atas lehernya itu.


'Kalau nggak ingat pesan Tante, udah aku cekik juga kamu!' batin Karina kesal.


Fin datang dari arah belakang, kemudian bergabung dan duduk di samping istrinya.


"Abang, makasih ya sudah di bawain ini." Queen mengangkat cake yang tengah di makannya.


"Ternyata Abang masih ingat tempat dan rasa cake favorit aku." lanjutnya sambil memasang wajah manis di depan Fin. Sangat jauh berbeda saat Queen berbicara dengan Karina.


"Hem?" bingung Fin. Namun setelahnya, Fin tidak menghiraukan perkataan Queen.


Fin membawa satu carrot cake untuk menyuapi Karina.


"Aaaa," ucap Fin meminta Karina membuka mulutnya.


Karina mengunci mulutnya. Wajahnya pun di tekuk kesal.


"Mommy kenapa lagi?" bingung Fin melihat mood istrinya yang tiba-tiba buruk.


"Kenapa?" tanya Fin pada istrinya.


Queen kesal melihat Fin memperhatikan Karina sedemikian rupa. Diam-diam dia juga mendengarkan percakapan antara keduanya.


"Mommy nggak mau itu lagi. Mommy nggak suka," tunjuknya pada cake yang sedang suaminya pegang.


"Hem? Tiba-tiba?" tanya Fin bingung. Karina mengangguk meyakinkan suaminya.


"Terus, kenapa Mommy membeli cake sebanyak ini?" heran suaminya.


Queen melebarkan matanya mendengar apa yang Fin ucapkan.


'Jadi, yang membeli ini semua, si janda itu?' pekik Queen kencang dalam hatinya.


Queen menyimpan cake yang masih tersisa di atas meja dan tidak menghabiskannya.


"Oh iya bang, aku melupakan sesuatu." ucap Queen, kemudian berjalan meninggalkan ruang tengah dan masuk ke dalam dapur.


Queen datang dengan membawa sesuatu di tangannya.


"Nih, makanan kesukaan Abang" ucapnya menyodorkan makanan khas Korea.


"Siapa yang ke Korea?" tanya Fin bingung.

__ADS_1


"Hem? Abang belum bertemu Kakek? Kakek kan pulang ke Indonesia. Tadi pagi bahkan dia ke sini." ucap Queen membuat Fin dan Karina mematung mendengar sang Kakek pulang.


Akan seperti apa kehidupan rumah tangga Fin dan Karina saat sang Kakek yang terkenal dengan kekejamannya tau kalau cucu laki-laki yang menjadi harapannya menikahi seorang janda.


__ADS_2