Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Kenapa kesini?


__ADS_3

Sekarang sudah masuk jam makan siang setelah menyelesaikan pekerjaannya, Karina langsung pergi menuju ruangan Fin setelah tadi mendapat panggilan telepon dari Vera sekretaris Fin yang memintanya datang saat jam makan siang, tampak sang sekretaris saat ini tengah duduk di depan meja kerja dekat ruangan Fin.


Sesaat sebelum menghadap Vera, Karina merapikan kembali penampilannya dengan menepuk beberapa bagian setelan kerja miliknya yang terlihat sedikit kusut.


Setelah dirasa penampilannya sudah cukup rapi Karina berjalan dan berhenti di depan meja kerja sekretaris pribadi suaminya.


"Selamat siang" sapa Karina lembut pada Vera yang tengah sibuk membereskan sesuatu.


Vera menghentikan aktivitasnya dia mengerjapkan matanya saat dilihatnya Karina sudah ada di hadapannya.


"Bu," sapa Vera sopan sambil bangkit dari tempat duduknya kemudian membungkuk hormat.


Aura Karina memang tidak bisa ditolak, dia selalu bersinar dimanapun dia berada, seketika Karina merasa canggung diperlakukan seperti itu terlebih lagi oleh seseorang yang jabatan jauh di atas Karina.


"E... eh... jangan" ucap Karina sambil merengkuh tubuh Vera yang membungkuk.


"Tidak perlu seperti itu" ucap Karina lembut.


Vera menegakkan kembali tubuhnya.


"Maaf Bu, sudah sepantasnya saya menghormati Ibu sebagai istri dari atas..." ucap Vera terpotong karena dengan tiba-tiba Karina maju dan membekap mulut Vera dengan tangannya sambil kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan memastikan tidak ada orang yang mendengar percakapan mereka.


Saat dirasa situasinya sudah cukup aman, Karina melepaskan tangannya dari mulut Vera, Karina tersenyum canggung karena malu dengan refleks tangannya yang langsung membekap mulut Vera.


Selain itu, tindakan tiba-tiba nya itu juga mengagetkan Vera jika dilihat dari ekspresi wajahnya, Karina letakkan jari tangan di depan mulutnya.


"Shuuttt..." desis Karina sambil mencondongkan wajahnya pada Vera.


"Jangan sampai ada yang tahu kalau saya istri dari Pak Fin" bisik Karina, Vera mengangguk dengan cepat sebagai jawaban, Karina menegakkan kembali tubuhnya kemudian pamit pada Vera.


"Saya masuk dulu" pamitnya sopan.


Karina berjalan menuju pintu ruangan suaminya, dia mengetuk pintu coklat itu sebelum kemudian masuk ke dalam ruangan yang didominasi warna putih dan coklat susu tersebut.

__ADS_1


"Permisi Pak" ucap Karina pelan. Fin tengah duduk di depan meja kerjanya sambil tangannya sibuk mencatat sesuatu, tampak juga beberapa tumpukan map berada di atas meja tersebut Karina mendekat dan berdiri di hadapan Fin.


Fokus Fin dialihkan pada istrinya yang tampak cantik siang ini, dengan melihat Karina saja sudah membuat lelahnya hilang dalam sekejap.


"Sebentar saya selesaikan ini dulu" ucapnya pada Karina.


Karina mengangguk kemudian menunggu pada sebuah sofa yang ada di ruangan tersebut.


Saat tengah menunggu Fin, tiba-tiba telepon genggam miliknya berdering.


"Iya Pak Robert" jawab Karina saat mengangkat panggilan tersebut.


"Maaf Pak, siang ini kebetulan saya memiliki janji lain, saya benar-benar minta maaf karena sudah membatalkan janji saya untuk bertemu dengan Bapak siang ini" ujar Karina penuh sesal begitu menjawab pertanyaan dari Robert.


"Ya saya akan meluangkan waktu saya untuk mengganti janji hari ini" jawabnya kembali.


Karina menyimpan kembali telepon genggam miliknya ke dalam saku rok setelah panggilan tersebut terputus.


"Tidak ada lain waktu" tegas Fin yang tiba-tiba datang dari arah belakang dan mendudukkan tubuhnya di samping Karina. Karina mengerjap kaget dengan kedatangan Fin yang tiba-tiba.


Fin merebahkan tubuhnya, kepalanya diletakkan di atas paha Karina.


"Lima menit saja" pintanya pada Karina sambil lengannya dia letakkan di atas mata untuk menutupi kedua matanya, Karina hanya mengangguk kemudian diam tidak bergerak dengan kedua tangannya tersimpan kaku di samping tubuhnya.


"Jangan pergi berdua dengan pria itu" cetus Fin tiba-tiba dengan posisi yang masih sama seperti tadi, Karina mengerutkan keningnya bingung dengan permintaan Fin barusan.


"Maksudnya?" tanya Karina tidak mengerti.


"Ckk" decak Fin kemudian bangkit dari pangkuan Karina dan duduk menyandar pada bantalan sofa.


"Kamu jangan pergi berdua dengan orang yang baru saja menelepon kamu" tegas Fin terdengar dingin.


Karina semakin bingung dibuatnya.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Karina kembali.


"Suami kamu tahu mana yang terbaik untuk kamu" jawab Fin kembali.


Karina hanya mengangguk kembali sebagai jawaban, wajahnya bersemu seperti biasa saat Fin menyebut dirinya sebagai suami, entah mengapa Karina masih belum terbiasa dengan panggilan tersebut.


"Tadi Bu Vera menghubungi saya untuk ke ruangan Bapak, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Karina formal.


Fin bangkit dari sofa kemudian mengajak Karina keluar dari perusahaan tanpa menjawab pertanyaan Karina.


"Pak nanti ada yang melihat" ucap Karina sambil menjauhkan jaraknya dengan Fin, Fin mendekat kemudian menggenggam tangan Karina.


"Pak" pekik Karina kembali.


"Ckk" decak Fin seperti biasanya.


"Ruangan ini di desain khusus sebagai kantor CEO, jadi tidak akan ada karyawan biasa yang ada di sini kecuali asisten pribadi, sekretaris dan beberapa bodyguard" jelas Fin panjang lebar.


Fin mengajak Karina masuk ke dalam lift khusus yang langsung membawa mereka berdua menuju basement tempat mobil mewah Fin terparkir.


"Kita mau kemana, Pak?" tanya Karina saat mereka sudah sampai di basement.


"Bisa kamu ganti panggilan formal tersebut?" tanya Fin sambil membukakan pintu mobil untuk Karina dengan tangan kanan yang menahan atas pintu agar kepala Karina tidak terbentur.


"Ini masih di kantor Pak," jawab Karina pelan.


"Tapi kita hanya berdua saat ini" terang Fin sambil memasangkan sabuk pengaman pada Karina, Karina tidak menjawab saat ini dia sedang menahan nafasnya saat wajah Fin begitu dekat dengannya, setelahnya Fin mengitari setengah bagian mobil untuk masuk ke tempat kemudi.


Mobil mewah itu melesat pergi meninggalkan perusahaan Grahatama Group, membela keramaian kota menuju tempat tujuan Fin, setelah berkendara kurang lebih tiga puluh lima menit karena terjebak macet mereka akhirnya sampai di tempat tujuan.


Karina ternganga saat melihat tempat yang suaminya akan kunjungi saat ini.


"Kenapa ke sini?" tanya Karina pelan.

__ADS_1


"Kenapa? kita akan melanjutkan aktivitas yang sempat tertunda saat di kamar mandi, kita juga akan menghabiskan siang pertama kita di sini" bisik Fin sambil menunjuk hotel mewah di depannya.


Karina mematung sambil kedua tangannya menyilang di dada.


__ADS_2