Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
MAMPUS!


__ADS_3

Rencananya, siang ini Karina akan pergi ke Mall. Sebelum ke sana, Karina pergi mengantarkan Devin terlebih dahulu menuju kediaman dari adik iparnya. Karina juga menitipkan Devin untuk sepuluh hari ke depan pada Kiara. Di luar dugaan, Kiara terlihat sangat bahagia karena selama sepuluh hari akan terus bersama keponakannya.


Setelah selesai dengan urusan sang anak, sekarang giliran Karina mengunjungi sang Bibi di Rumah Sakit Medistra. Bibinya, masih tahap recovery setelah melakukan operasi pemasangan ring pada jantungnya.


Karina pamit pada sang bibi untuk sepuluh hari ke depan. Dia juga memberitahu Bi Vina, kalau selama Karina pergi, Bu Linda lah yang akan menggantikan Karina untuk berkunjung melihat perkembangan kondisi sang Bibi pasca operasi.


Dan sekarang, di sinilah Karina berada di sebuah pusat perbelanjaan mewah bersama Eca sang pengawal pribadinya, Karina tengah berbelanja untuk segala kebutuhan rumah nya.


Semenjak menikah dengan Fin, kebutuhan rumah tangga di kediaman Fin, Karina lah yang mengurusnya. Selain karena Karina yang menjadi koki di rumah tersebut, Karina juga sudah terbiasa dengan kegiatan seperti itu. Baginya, berbelanja atau hanya sekedar berkeliling di Mall dapat memperbaiki mood nya.


Eca mendorong troli disamping Karina dengan matanya yang tetap fokus pada sekelilingnya. Dia tidak boleh lengah, apalagi di tempat umum seperti ini.


"Eca, memangnya kamu tidak risih memakai jas seperti itu di keseharian, kamu?" tanya Karina pada pengawalnya itu.


"Tidak Bu, ini sudah tugas, saya!" jawab Eca masih dengan fokus matanya melihat sekeliling.


"Zeca, kamu sedang bicara dengan, saya!" ucap Karina kesal saat melihat pengawalnya tersebut tidak fokus menatap Karina saat berbicara.


"Maaf, Bu, ini tempat umum. Saya tidak boleh lengah!" jelas Eca sopan namun tetap dengan ekspresi datarnya.


"Ckk, kamu ikut, saya!" perintahnya pada Eca. Eca menyimpan kembali troli yang masih kosong tersebut. Kemudian mengikuti Karina menuju lantai atas dari Mall tersebut.


Karina membawa pengawalnya itu ke tempat spa dan perawatan tubuh.


"Ayo, masuk!" ajaknya pada Eca.


"Saya berjaga di pintu masuk saja, Bu!" jawab Eca.


"Masuk, ECA!" tegas Karina dengan tekanan di setiap kalimatnya. Eca yang tidak berdaya menolak permintaan bos nya tersebut akhirnya masuk dan mengikuti Karina dari belakang,


Setelah kurang lebih satu setengah jam di tempat perawatan itu, akhirnya Eca dan Karina keluar dari tempat tersebut dengan keadaan yang sangat berbeda. Bukan hanya Karina yang terlihat lebih cantik, namun Eca terlihat jauh lebih pangling daripada sebelumnya.


Karina meminta hair stylist untuk mengubah rambut Eca. Hair stylist tempat tersebut, mengubah rambut sebahu Eca menjadi bergaya Bob Cut, dengan tambahan poni tipis, untuk memberi kesan lebih segar pada penampilannya. Selain itu, Karina meminta rambut pengawalnya tersebut untuk di warnai.

__ADS_1


Karina sendiri, dia hanya mencuci rambut, serta melakukan perawatan kuku dan massage tubuh untuk memulihkan kembali staminanya, setelah setiap malam harus melayani suaminya.


Terapis yang massage tubuh Karina, dibuat keheranan melihat begitu banyak kiss mark di sebagian besar tubuh kliennya. Karina meminta mereka untuk menutup kembali bekas-bekas jejak cinta suaminya, sebelum meninggalkan tempat itu.


"Ayo, ke tempat selanjutnya!" ajak Karina pada pengawalnya.


"Baik, Bu!" jawabnya patuh.


Karina berbalik menatap Eca.


"Kalau sedang di luar bersama saya, kamu tidak perlu formal seperti itu, Eca! Anggap saya seperti teman, kamu!" pintanya pada Eca.


"Ta... tapi, Bu," ucap Eca sungkan.


"Ssshh," desis Karina dengan mata yang melotot.


"Baik, Ka... Karina!" ucapnya tergagap.


Karina tersenyum hangat.


Tujuan selanjutnya dari Karina adalah toko pakaian, dia masuk ke dalam salah satu toko pakaian yang menjual brand-brand mewah. Kartu-kartu sakti yang di berikan suaminya sesaat setelah mereka menikah belum pernah Karina pakai untuk kepentingannya sendiri. Karina hanya memakainya untuk keperluan sang anak dan keperluan rumah mereka.


Dari zaman susah pun, Karina selalu menomor satukan kebutuhan Devin. Seperti memberikannya pakaian-pakaian dari brand terkenal, memberinya makanan dengan kualitas nomor satu, dan segala hal yang berhubungan dengan Devin, Karina selalu memberinya yang terbaik.


Karina memilihkan beberapa pakaian yang cocok untuk asistennya, dan meminta Eca untuk mengganti setelan kerja yang sedang dipakainya dengan baju yang baru saja Karina pilihkan. Awalnya Eca menolak, namun setelah Karina mengancamnya, dengan sangat terpaksa Eca akhirnya menuruti kemauan sang Nyonya untuk mengganti pakaiannya.


Karina menganggap Eca seperti adiknya sendiri. Karena dulu, Karina hanya sendiri tanpa seorang Kakak ataupun Adik. Maka dari itu, saat sekarang Karina mempunyai Kiara dan Eca di dekatnya, dia akan memperlakukannya dengan sangat baik sebagai bentuk syukurnya.


########


Saat ini, Karina dan Eca tengah berada di sebuah restoran. Mereka sedang menunggu makanan yang mereka pesan datang. Eca terus menarik dress nya ke bawah, seolah tidak nyaman dengan apa yang di pakainya.


"Eca, jangan di tarik terus! Kamu cantik memakai dress itu!" ucap Karina jujur.

__ADS_1


"Bu, saya tidak terbiasa seperti ini," jelas Eca pelan.


"Mulai hari ini, biasakan!" tegas Karina


"Ta... tapi, Bu"


"Shuut," potong Karina.


"Itu yang mendekat ke sini sepertinya Daddy sama Renal, tapi yang satu lagi siapa?" gumam Karina pelan namun masih terdengar oleh telinga Eca.


Eca melihat ke arah yang sama dengan yang di lihat sang Nyonya. Eca panik! Dia segera menundukan wajahnya malu. Sementara Renal berjalan dengan wajah sumringah sambil merapikan rambutnya menggunakan tangan.


Fin sampai di tempat sang istri. Tanpa malu dia langsung meraih tubuh istrinya yang tengah berdiri di hadapan Fin kemudian mencium pipi Karina begitu saja.


"Tuan, kenalkan ini istri saya!" Fin memperkenalkan Karina kepada seseorang yang datang bersamanya.


Karina menjulurkan tangannya, sambil memperkenalkan namanya. Tangan Karina di sambut oleh pria paruh baya yang ada di hadapannya.


"Saya, Alexander Clarke senang bertemu dengan anda Nyonya" ucap pria tersebut.


"Kamu tidak ingin memperkenalkan Nona cantik yang ada di sebelah, kamu?" ucap Renal sambil menaik turunkan sebelah alisnya.


"Dia Eca, Renal..., cantik kan?" tanya Karina pada Renal. Eca semakin menundukan wajahnya, sementara Renal speechless dengan mulutnya yang terbuka. Renal segera menormalkan kembali ekspresi wajahnya.


"Pantas saja penampilannya terlihat aneh!" ucap Renal sambil tertawa garing.


Eca dan Tuan Alexander menatap Renal dengan tatapan tajam.


"Tuan Fin, perkenalkan, ini anak saya satu-satunya," ucap Tuan Alexander sambil meraih tangan Eca agar berdiri di sampingnya.


"Eca Ludwig Clarke," ungkapnya dengan suara tegas dan tatapan tajam yang mengintimidasi Renal.


Fin dan Renal tidak menyangka dengan fakta yang baru saja terungkap.

__ADS_1


"MAMPUS!" jerit Renal dalam hati.


Sementara Fin tersenyum miring pada sahabatnya tersebut, seolah-olah sedang mengejeknya.


__ADS_2