Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Oh, jadi kalian semalam bersembunyi di rumah Kiara?


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja. Karina berjalan gontai saat keluar dari dalam perusahaan tempat magang nya tersebut.


Hari ini benar-benar hari yang melelahkan bagi Karina. Bukan lelah secara fisik melainkan lelah yang di rasakan Karina lebih pada psikis nya.


Setelah di buat jantungan dengan kelakuan suaminya saat di dalam ruang kerjanya, Karina pun di todong dengan berbagai pertanyaan dari rekan-rekannya saat tiba di ruangannya yang pada akhirnya mengharuskan Karina untuk berbohong demi menutupi segalanya.


Perihal tanda merah yang suaminya tinggalkan di atas lehernya, Karina mengakalinya dengan menutup tanda tersebut menggunakan syal yang dia jadikan sebagai bando. Untunglah kebiasaan Karina tersebut dapat menolong nya saat dalam keadaan darurat seperti tadi pagi.


Sebenarnya Karina risih juga pada tatapan orang-orang saat di Aula tempat rapat tadi. Mungkin sebagian dari mereka berpikir bahwa Karina aneh.


Saat cuaca sedang panas, dia malah melapisi lehernya dengan sebuah syal berbahan satin yang bahkan bahan tersebut tidak dapat menyerap keringat sedikit pun.


Nisa pun bertanya padanya namun Karina jawab kalau dia sedang tidak enak badan. Sepertinya setelah menikah dengan Fin, Karina jadi lebih pandai dalam hal berbohong.

__ADS_1


Karina terus berjalan menuju persimpangan untuk menghampiri sang sopir yang selalu menunggunya di sana saat jam pulang kerja.


Karina akan kembali ke rumah Kiara untuk menjemput sang anak yang dari semalam sudah berada di sana.


Kemarin sore, Karina, Eca dan Devin sang anak sampai di Indonesia, Devin menangis karena tidak ingin pulang ke rumah Fin.


Dia sudah sangat merindukan Ara dan ingin segera memberikan oleh-oleh yang begitu banyak tersebut untuk sang adik dan Aunty nya.


Dengan berat hati Karina menuruti keinginan sang anak. Lagi pula akan sangat berabe kalau oleh-oleh yang begitu banyak tersebut harus di bawa pulang terlebih dahulu padahal dari Bandara menuju rumah Kiara jarak nya lebih dekat.


Alhasil, dia terpaksa harus menginap di rumah adik iparnya dan lupa memberi kabar kepada sang suami karena niat awalnya memang untuk memberikan kejutan pada Fin perihal kepulangan nya.


Karina meminta Renal menyiapkan pesawat tanpa memberi tahu si yang punya pesawat itu sendiri. Awalnya Karena meminta Eca untuk naik pesawat komersial, namun permintaa nya ditolak keras oleh Eca. Menurutnya dia akan kehilangan pekerjaan nya sesaat setelah bos nya mengetahui kalau anak dan istrinya pulang dengan menggunakan pesawat komersial.

__ADS_1


Dengan terpaksa akhirnya Karina menuruti saran sang pengawal pribadinya itu untuk menghubungi Renal atau Raiden dan menyiapkan penerbangan nya menuju Indonesia.


Karina masuk ke dalam mobil yang biasa menjemputnya.


"Pak, ke rumah Kiara dulu untuk menjemput Devin!" pinta Karina lesu kemudian menyandarkan kepalanya pada jok mobil sambil memejamkan matanya.


"Oh, jadi kalian semalam bersembunyi di rumah Kiara?" tanya si pria pemilik suara serak yang sangat Karina hafal itu.


Karina membuka matanya sambil bangkit dari sandaran jok mobil. Matanya hampir meloncat keluar saat membuka matanya yang di lihat adalah suaminya yang sedang duduk di jok kemudi dan tengah menatapnya tajam.


"Da... Daddy!" pekiknya.


"Pak Deni mana?" tanyanya heran saat yang di lihatnya bukan sopir pribadi nya.

__ADS_1


"Ckk," decaknya.


"Apa Pak Deni lebih penting daripada suami kamu sendiri? Hem?" lanjut Fin sinis.


__ADS_2