Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Mommy yang salah!


__ADS_3

Di kediamannya, Karina saat ini tengah sibuk melakukan persiapan untuk surprise ulang tahun suaminya, malam nanti. Dia juga mendatangkan koki untuk membantunya membuat makanan kesukaan Fin. Selain itu ruang keluarganya, Karina dekor agar suasana pesta lebih terasa.


Rencananya, saat malam nanti Karina akan mengejutkan Fin dengan pesta yang diam-diam Karina siapkan dari jauh-jauh hari tersebut.


Tidak banyak yang hadir. Hanya keluarga intinya saja. Kebetulan Kiara pun akan pulang hari ini. Tidak ada yang tau tentang surprise yang Karina siapkan.


Setelah kejadian bulan lalu saat di Singapura, Fin pulang ke rumah selalu larut malam, demi menyelesaikan segala pekerjaan yang sempat dia cancel. Kadang Fin pulang saat Karina sudah tertidur dan berangkat saat Karina belum bangun. Dalam sebulan ini pun Fin sering bolak balik ke luar Negeri sehingga perhatian untuk keluarga nya sedikit berkurang.


Karina berharap dengan pesta yang dia siapkan dapat merekatkan kembali hubungannya yang sedikit renggang dengan sang suami.


Entah kebetulan apa lagi, ulang tahun Fin bertepatan dengan ulang tahun Devin yang ke tiga tahun. Maka dari itu, Karina benar-benar mempersiapkan segalanya dengan sepenuh hati. Dia membuat dua kue yang hampir mirip bentuk dan warnanya. Devin dan Fin satu tipe yang sama, Simple dan elegan.


Walau dalam keadaan hamil, dia tetap mempersiapkan segalanya seorang diri. Karina hanya di bantu seorang koki dan seorang maid. Bi Surti sendiri sedang tidak di rumah. Beliau pulang ke kampung halamannya di antar Pak Deni atas permintaan Karina sendiri.


Saat ini Karina tengah menghias cake untuk Fin. Cake untuk Devin sendiri sudah selesai dia buat dengan tema astronot. Cake untuk Fin tidak terlalu sulit dan cukup simple. Hanya cake dengan gradasi warna biru tua ke biru muda yang di atasnya Karina tulis ungkapan hatinya.


"Bu, ada Non Queen," bisik maid memberitahunya.


"Hem? Kak Queen?" tanya Karina kembali. Karina menghentikan pekerjaannya, kemudian menanggalkan celemek yang di pakainya. Dia keluar dari dapur untuk pergi menghampiri Queen. Sudah sangat lama Queen tidak datang ke rumahnya. Kedatangan Queen membuat Karina bertanya-tanya.


"Kak Queen," sapa Karina.


Queen hanya menatap Karina sesaat kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar yang sempat di tempati nya saat tinggal di rumah Fin tempo hari. Dia tidak membalas sapaan Karina.


Saat Queen akan masuk ke dalam kamar tamu, perhatiannya teralihkan pada dekoran yang ada di ruang tengah. Dia berhenti kemudian membaca tulisan yang tertempel di dinding.


"Ini untuk acara Abang?" tanya Queen keheranan.


"Iya. Kalau kamu tidak sibuk, kamu bisa hadir nanti malam untuk merayakannya bersama kami," ajak Karina pada Queen.


"Merayakan ulang tahun Abang??" tanya Queen kembali.

__ADS_1


"Iya. Tapi jangan bilang Abang dulu, ya. Ini surprise," pinta Karina sedikit berbisik.


"O... oh... Oke. Tenang saja!" jawab Queen dengan cepat.


"Semoga berhasil ya," ucapnya sedikit tersenyum miring.


"Tentu saja!!" jawab Karina dengan percaya dirinya.


"Kak Queen nyari sesuatu?" tanya Karina kembali.


"Ada barang yang tertinggal. Ya sudah kamu boleh kembali kalau repot,"


Karina mengerutkan keningnya bingung. Tumben Queen sedikit ramah hari ini, pikir Karina. Namun Karina tidak ambil pusing. Dia kembali ke dapur dan melanjutkan kembali pekerjaannya.


Queen sendiri langsung pergi setelah menemukan barang miliknya yang tertinggal tempo hari.


Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam. Tapi sang adik ipar belum juga datang. Segalanya sudah siap termasuk Karina dan Devin yang sudah siap dengan pakaian terbaiknya. Karina tidak sabar melihat ekspresi suaminya saat mendapatkan surprise nanti.


Selain Karina, Devin pun tampak antusias dengan ulang tahunnya kali ini. Pasalnya, ini kali pertama Devin merayakan ulang tahun bersama Mommy dan Daddy nya, seperti ulang tahun anak-anak lain pada umumnya. Tahun-tahun sebelumnya, Devin hanya melakukan perayaan yang amat sangat sederhana bersama sang Mommy dan Neneknya.


Devin berdiri di samping Mommy nya menunggu sang Daddy masuk ke dalam rumah.


"Surprise!!!!" teriak Karina dan Devin secara bersamaan saat Fin dan Kiara datang. Selain mereka berdua tampak juga Renal dan Queen yang berdiri di belakang Fin.


Karina tersenyum bahagia saat di rasa kejutan yang sudah di persiapkannya dengan susah payah itu berhasil mengejutkan suaminya. Namun tampaknya bukan hanya Fin yang terkejut. Renal dan Kiara pun tampak shock dengan mulut yang sedikit menganga. Fin diam di tempatnya dengan wajah datarnya yang tidak bisa di tebak.


"Wah, sepertinya kejutan yang kami siapkan, cukup berhasil," ucap Karina sambil menatap sang anak dengan alis yang dia naik turunkan.


"Aaa... i... iya..." jawab Kiara gelagapan.


"Berhasil! Sangat berhasil!!" jawab Queen sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun, Daddy..." ucap Karina dan Devin secara bersamaan. Karina berjalan mendekati Fin sambil memberikan kue untuk Fin tiup lilinnya.


Fin tidak memberikan respon apapun. Dia hanya diam dengan rahang yang mengeras dan kedua tangan yang tersimpan di dalam saku celananya.


"Ayo, tiup lilinnya sekarang. Jangan lupa ucapkan doa dan harapan Daddy sebelum meniupnya," pesan Karina pada suaminya.


Fin berjalan dan berhenti tepat di hadapan Karina. Dia raih cake yang Karina pegang, kemudian.


Brakkkk....


Fin melemparkan cake yang dengan susah payah Karina buat itu ke bawah sampai hancur tak berbentuk. Kemudian Fin pergi begitu saja dan naik menuju lantai dua kamarnya.


Semua yang ada di sana melebarkan matanya tidak percaya dengan apa yang sudah Fin lakukan.


Renal mengeraskan rahangnya dengan kedua tangan mengepal erat.


"FINNN!!!"


"ABANG!!!"


Teriak Renal dan Kiara secara bersamaan. Sementara itu, Karina hanya berdiri dengan tangan yang gemetar hebat dan mata yang mulai menangis.


Devin berjongkok, kemudian meraih cake astronotnya yang sudah hancur.


"Kue ku, hancul..." lirih Devin dengan suara tercekik menahan tangisan. Dalam seketika, ulang tahun impian Devin hancur. Tidak ada yang tidak sedih melihat Devin. Renal bahkan tidak sanggup menatap mata pilu sang keponakannya itu.


"Kue ku kanapa Daddy hanculkan? Apa Daddy benci aku juga? Kakek benci aku! Daddy benci aku!" ucap Devin masih dengan tangis yang berusaha dia tahan. Suaranya begitu tercekat.


Karina langsung meraih tubuh anaknya kemudian menangis sejadi-jadinya. Tangisan yang begitu menyakitkan bagi siapa saja yang mendengarnya. Kiara dan Renal bahkan menitikan air matanya.


"Maafkan Mommy... Mommy yang salah..." teriak Karina sambil menciumi wajah anaknya.

__ADS_1


"Depin janji, da minta ulang tahun lagi. Daddy malah. Daddy ta cuka," ucapnya sambil menghapus air mata sang Mommy menggunakan tangan mungilnya.


Karina terus menangis sambil bertanya-tanya tentang kesalahannya. Apa yang salah dengan suaminya?


__ADS_2