Nikah Dadakan

Nikah Dadakan
Apa yang kamu kira sedang kamu lakukan?


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian...


"Najis, dasar playboy tukang selingkuh!"


Makian yang terlontar dari bibir Renika mengejutkan pria yang tengah sibuk bercumbu mesra dengan teman wanitanya.


Belum sempat pria itu melihat jelas sosoknya tapi Renika langsung meraih gelas di meja dan menyiramkan isinya ke pria di hadapan. Hal tersebut sukses membuat sang pria melonjak dari sofa club malam langganannya dan langsung mengusap wajahnya yang basah dengan frustrasi.


"Kurang aj..." Baru saja si pria ingin memaki sang pelaku, ucapannya terhenti di tenggorokan. Dia terpaku pada sosok cantik yang berdiri di depan dengan ponsel di tangannya.


"Re... Renika?!"


Manik Renika terarah pada leher wanita yang berada di sebelah sang pria penuh dengan bekas merah hasil percumbuan mereka.


"Menjijikan!" ujar gadis itu dengan tangan mengepal, merasa emosinya semakin menggebu.


"Kurang ajar kamu, Naufal!" makinya.


"Bisa-bisanya kamu berselingkuh seperti ini?!"


Karena keributan yang tercipta oleh Renika, DJ menyadari ada yang salah dan langsung menghentikan musik. Hal itu bertepatan dengan suara Renika yang meninggi yang sukses mengalihkan perhatian semua orang pada dirinya.


"Itu Renika kan, ya? Selebgram terkenal itu?" Salah satu pengunjung club tampak mengenalinya.


Seorang tamu wanita pun melirik sosok Naufal yang setengah tubuhnya basah. Dia pun langsung tahu apa yang terjadi.


"Gila, Renika di selingkuhin sama cowoknya?"


Renika, gadis dengan nama panjang Renika Ludwig Araav adalah sosok ternama di dunia entertainment Indonesia. Sebagai seorang model dan juga selebgram ternama, wajahnya sering kali terpasang di papan iklan jalanan selagi bersanding dengan barang dari merek-merek ternama.


Demikian, saat semua orang menyadari bahwa keributan di club itu melibatkan sosok ternama seperti Renika, semua orang sigap mengeluarkan ponsel dan mulai merekam kejadian.


Sadar akan hal tersebut, Naufal langsung berusaha menenangkan Renika.


"Baby, kamu tenang, ya! Ini nggak seperti yang kamu kira!"

__ADS_1


"Jangan sentuh aku!" Renika menepiskan tangan Naufal, tahu jelas bahwa pria di hadapannya berusaha menyelamatkan reputasinya.


"Kamu kira aku buta? Kalau aku buta pun masih ada ratusan ribu orang yang melihat tindakan menjijikan mu!" Gadis itu menunjukkan layar ponselnya kepada Naufal membuat pria itu sadar bahwa lebih dari dua ratus ribu penggemar gadis tersebut telah menjadi saksi dan sibuk memaki tindakan hina nya.


Sontak, Naufal terkejut.


"Kamu sengaja merekam ku?!" bentaknya dengan mata nyalang.


Senyuman sinis terpasang di wajah Renika. Memang benar sudah lama dia tahu sang kekasih berselingkuh tapi dia harus menangkap perselingkuhan itu dengan tangannya sendiri dan memastikan semua orang tahu tentang betapa hina nya pria tersebut!


"Kenapa kalau 'iya'? Berani berbuat tapi takut mengakui?!" tantang Renika.


"Matikan ponsel mu!" geram Naufal seraya menjulurkan tangan untuk merebut handphone dari tangan Renika. Karena emosi yang juga menggebu dia mencengkeram tangan gadis itu dengan kuat membuat Renika meringis kesakitan.


"Tidak!" Renika berusaha melepaskan diri walau merasa sakit.


"Kurang ajar!! aku bilang kasih ke aku!"


Dengan paksa, Naufal langsung merebut ponsel Renika dan membantingnya dengan kencang ke lantai. Melihat layarnya masih menyala, pria itu tidak segan-segan menginjaknya hingga mati total.


Setelah yakin rekaman itu mati, Naufal pun beralih kepada Renika. Hanya dalam hitungan detik, wajah garang pria itu berubah manis dan memelas.


Renika tertawa sumbang dengan wajah mengernyit.


"Kamu punya gangguan kepribadian?" Gadis itu sepenuhnya menanggalkan panggilan manisnya terhadap sang kekasih.


"Bisa-bisanya habis marah langsung bersikap manis," cibirnya.


"Muak, tau nggak?"


"Ini cuma salah paham, Renika! Cuma salah paham!!"


"Sudahlah, Naufal. Kita sudah selesai!" jelas Renika dengan penuh keyakinan.


"Mulai hari ini, kita nggak ada hubungan lagi!"

__ADS_1


"Setelah semua kegaduhan yang kamu ciptakan, kamu ingin kita selesai?? Wah" Naufal menyugar rambutnya ke belakang.


"Enak banget kamu, ya?" imbuhnya dengan senyuman sinis, malas untuk berpura-pura lagi.


Menatap perubahan sikap Naufal, Renika tak elak merasa mual.


"Kegaduhan?" gumamnya pelan sembari tersenyum getir.


"Kalau bukan kamu yang kegatalan, apa akan jadi gaduh?" Gadis itu menambahkan.


"Dasar cowok murah."


Naufal yang mulai tersulut kembali emosinya lantas menarik tangan Renika secara kasar.


"Jangan banyak tingkah, kita urus ini di luar!"


"Lepasin aku!"


PLAK!


Suara Tamparan kencang bergema di club tersebut membuat semua orang terkesiap.


Naufal yang wajahnya memerah akibat tamparan Renika langsung menatap gadis itu dengan pandangan mengerikan.


"Kamu nampar aku?" Pria itu bertanya dengan nada berbahaya. Kehilangan kendali atas emosinya, pria itu langsung mengangkat tangannya.


"Dasar cewek kurang ajar!"


Renika membeku memperhatikan tangan pria itu menghampiri wajahnya. Dia pun menutup mata.


"Argh!"


Suara lenguhan kesakitan itu membuat Renika yang tidak merasakan apa-apa sontak membuka matanya lagi.


Dia mengangkat pandangan menatap punggung bidang seorang pria berbalut kemeja hitam tengah berada di hadapan. Tangan kekar pria dengan lengan baju terlipat sampai ke siku tersebut tampak mencengkeram pergelangan tangan Naufal, meremasnya kuat sampai membuat mantan kekasih Renika itu meringis kesakitan.

__ADS_1


Tanpa Renika lihat wajahnya, telinga gadis itu tergelitik kala mendengar suara dalam pria tersebut berujar.


"Apa yang kamu kira sedang kamu lakukan?"


__ADS_2